IHSG Ambruk 8%, Purbaya Soroti ‘Goreng-gorengan’ Saham

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa

Foto ; Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA,JS– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh tajam lebih dari 8% pada perdagangan Rabu (28/1), memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan melalui mekanisme trading halt. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai penurunan ini dipicu oleh praktik “goreng-gorengan” saham sekaligus laporan terkini dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

MSCI Bekukan Sementara Perlakuan Saham Indonesia

Baca Juga :  IHSG Ambruk 7,34% Sesi I, Asing Catat Net Sell Rp 3,6 Triliun

Purbaya menjelaskan, MSCI mengumumkan kebijakan interim yang menunda perlakuan indeks saham Indonesia. Hal ini muncul karena kekhawatiran terkait free float dan aksesibilitas pasar.

“IHSG jatuh karena berita MSCI menilai pasar saham Indonesia kurang transparan dan ada banyak aksi ‘goreng-gorengan’ saham,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Menurutnya, reaksi pasar berlebihan karena investor masih memiliki waktu hingga Mei 2026 untuk memperbaiki transparansi dan free float.

Koordinasi dengan OJK dan BEI Terus Berlanjut

Baca Juga :  Cuaca Ekstrim Mengintai Indonesia, Ini Wilayah yang Terdampak

Purbaya menegaskan pemerintah bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menuntaskan persoalan tersebut. Ia optimistis perusahaan Indonesia bisa masuk kembali ke indeks MSCI dan menarik investasi global.

“Semua akan beres sebelum Mei. Nantinya, perusahaan bisa masuk indeks MSCI, dan sahamnya bisa diakses investor global,” tambah Purbaya.

Selain itu, Purbaya telah berdiskusi dengan BEI terkait kondisi pasar saham. BEI sebelumnya meminta insentif pemerintah, namun Purbaya menekankan bahwa perbaikan harus dimulai dari pasar itu sendiri, terutama soal praktik “penggorengan” saham.

“Gerak BEI memang pelan. Namun dari sisi fundamental ekonomi, Indonesia tetap kuat. Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia juga berjalan sinkron,” ujarnya.

Tekanan Merata di Pasar

Baca Juga :  Danantara Diproyeksi Masuk Pasar Modal Tahun Ini

Data RTI Business per pukul 13.40 WIB mencatat IHSG turun 718,44 poin atau 8%, ke level 8.261,78. Tekanan muncul secara merata, dengan 768 saham melemah dan hanya 28 saham menguat. Kapitalisasi pasar pun menyusut menjadi Rp14.985 triliun.

Koreksi tajam ini membuat BEI menghentikan sementara perdagangan melalui Automated Trading System (JATS) mulai pukul 09.00 WIB.(TIM)

Sumber Berita: Bisnis.com

Berita Terkait

Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya
Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya
Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar
MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI
IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
BI Rate Diprediksi Naik Lagi Akhir 2026, Rupiah Jadi Perhatian dan Dampaknya ke Bunga Bank
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya

Rabu, 30 September 2026 - 21:45 WIB

Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 18:01 WIB

MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM

Rabu, 30 September 2026 - 15:01 WIB

Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI

Berita Terbaru