JAKARTA, JS — Indonesia dan Selandia Baru membuka peluang memperluas kerja sama di sektor peternakan dan pakan ternak, khususnya untuk pengadaan Meat and Bone Meal (MBM).
Giselle Larcombe, Wakil Duta Besar Selandia Baru, menyatakan harapannya agar kerja sama MBM terus berkembang. “Kami ingin memperdalam pemahaman mengenai sistem Indonesia agar kerja sama ini tetap berkelanjutan,” ujarnya.
Indonesia menetapkan regulasi ketat untuk menjaga keamanan hewan dan produk, sehingga penyakit menular tidak masuk melalui impor. Nuryani Zainuddin, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan Kementan, mendukung perluasan kerja sama ke sektor lain, termasuk kesehatan hewan dan pengiriman ternak.
Selandia Baru juga mempertimbangkan meringankan regulasi ekspor ternak, yang saat ini hanya memperbolehkan jalur udara, dan sedang membahas perubahan tersebut untuk diajukan ke parlemen.
Peningkatan kerja sama ini bertujuan memperkuat sektor pakan ternak Indonesia sekaligus membuka akses pasar lebih luas bagi produk agribisnis Selandia Baru.(AN)









