JAKARTA,JS– Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partonan Daulay, mengumumkan kabar baik untuk guru honorer. Mulai 1 Januari 2026, pemerintah menambah insentif mereka sebesar Rp100 ribu per bulan.
Menurut Saleh, guru honorer tentu merasa bersyukur karena tambahan ini membantu menutupi kebutuhan pokok sehari-hari. Sebelumnya pada 2024, guru honorer sudah menerima insentif sebesar Rp300 ribu per bulan, sehingga total tambahan kini mencapai Rp400 ribu.
Meski begitu, Saleh menilai angka ini belum ideal. Ia menekankan bahwa Kemendikdasmen perlu bekerja lebih keras agar insentif bisa meningkat lebih tinggi.
Di sisi lain, Saleh menyoroti kondisi tenaga administratif di sekolah. Mereka menyiapkan kelas, mengelola absensi, menyiapkan alat tulis, alat peraga, dan alat olahraga, serta mengurus dana BOS. Selain itu, tenaga administratif juga menginventarisasi kebutuhan sekolah dan mengingatkan siswa membayar SPP. Jika SPP terlambat, seluruh aktivitas sekolah bisa terganggu.
“Tenaga administratif harus sabar menjalani tugas yang berat, meski tidak selalu mendapat pengakuan,” ujar Saleh. Ia menambahkan, tenaga administratif belum menerima insentif tambahan, sementara guru mendapatkan tunjangan sertifikasi.
Saleh berharap Kemendikdasmen segera memberikan tambahan honor, insentif, atau tunjangan bagi tenaga administratif. Ia menekankan, keberpihakan harus terlihat nyata, misalnya dengan membuka ruang lebih luas bagi penggunaan dana BOS untuk menunjang kesejahteraan mereka. “Peduli tidak perlu berbelit. Narasinya boleh kecil, tetapi dampaknya harus terasa,” pungkasnya.(AN)









