Investasi Bukan Jalan Pintas: Hindari 3 Kesalahan Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Investasi. (Sumber/Google)

Ilustrasi Investasi. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- Investasi sering digadang-gadang sebagai jalan cepat menuju kebebasan finansial. Tren media sosial, cerita sukses instan, dan rekomendasi dari teman atau keluarga membuat banyak orang tertarik mencoba. Namun, banyak investor justru merugi setelah mulai berinvestasi.

Ahli keuangan menekankan, kerugian bukan berasal dari instrumen investasi, melainkan dari keputusan dan cara pandang investor sendiri. Tanpa pemahaman yang cukup, investasi berubah menjadi spekulasi berisiko tinggi.

Baca Juga :  Panduan Investasi yang Tepat, Mengenal Saham dan Obligasi

1. Memulai Investasi Tanpa Pengetahuan Dasar

Seringkali orang masuk investasi hanya karena tren atau dorongan lingkungan sekitar. Mereka membeli saham, reksa dana, atau instrumen lain tanpa memahami karakteristik dan risiko yang melekat.

Akibatnya, investasi lebih mirip perjudian. Saham dibeli tanpa menilai kinerja perusahaan, reksa dana dipilih tanpa mengetahui jenis dan tujuannya, dan instrumen berisiko tinggi diambil tanpa menyesuaikan profil risiko. Ketika harga bergerak tidak sesuai harapan, kerugian pun muncul.

Solusi: Pelajari prinsip dasar investasi, tetapkan tujuan jelas, dan pahami jangka waktu investasi. Dengan begitu, keputusan tetap rasional dan tidak mudah terpengaruh fluktuasi pasar jangka pendek.

2. Emosi Menguasai Keputusan

Emosi sering menjadi musuh terbesar investor. Misalnya, saat pasar naik, rasa takut tertinggal (FOMO) mendorong banyak orang membeli aset pada harga tinggi. Sebaliknya, saat pasar turun, kepanikan membuat mereka menjual aset terlalu murah.

Serakah dan takut berlebihan merusak objektivitas. Investor yang berhasil biasanya memiliki rencana matang dan disiplin menjalankannya. Dengan strategi konsisten dan tujuan yang jelas, investor bisa menghindari keputusan impulsif dan tetap fokus pada nilai jangka panjang.

Baca Juga :  Bisnis Properti Virtual: Tren Investasi dan Pemasaran Masa Depan

3. Mengabaikan Biaya Tersembunyi

Banyak investor hanya fokus pada potensi keuntungan, tapi lupa menghitung biaya. Transaksi, pengelolaan, pajak, hingga selisih harga beli-jual bisa perlahan menggerus hasil investasi.

Dalam jangka pendek, biaya terlihat kecil, tetapi lama-lama bisa signifikan. Semakin sering transaksi dilakukan, semakin besar biaya yang ditanggung. Investor yang cermat memilih instrumen dengan biaya transparan, rendah, dan sesuai tujuan. Strategi ini membantu hasil investasi tetap optimal.(*)

Berita Terkait

Bingung Mulai Investasi? Ini 5 Tips Jitu Pilih Investasi Terbaik 2026 untuk Pemula
Banyak yang Baru Sadar! Ini Cara Pilih Asuransi Kesehatan Terbaik 2026
Rahasia Pinjaman Bank Bunga Rendah 2026, Banyak Orang Belum Tahu!
Investasi Emas 2026: Cara Cerdas Hitung Pajak Agar Untung Maksimal & Anti Boncos
KPR 2026: 7 Cara Beli Rumah Tanpa Bebani Keuangan, Nomor 6 Sering Jadi Kesalahan Fatal!
Inactive Bank Account 2026: Risiko Rekening Dormant, Biaya, dan Cara Mengaktifkannya Lagi
Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah
ETF vs Reksadana Saham: Mana Lebih Cuan? Full Guide High Return & Smart Investing
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:30 WIB

Bingung Mulai Investasi? Ini 5 Tips Jitu Pilih Investasi Terbaik 2026 untuk Pemula

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:00 WIB

Banyak yang Baru Sadar! Ini Cara Pilih Asuransi Kesehatan Terbaik 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:00 WIB

Rahasia Pinjaman Bank Bunga Rendah 2026, Banyak Orang Belum Tahu!

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:30 WIB

Investasi Emas 2026: Cara Cerdas Hitung Pajak Agar Untung Maksimal & Anti Boncos

Senin, 30 Maret 2026 - 19:00 WIB

KPR 2026: 7 Cara Beli Rumah Tanpa Bebani Keuangan, Nomor 6 Sering Jadi Kesalahan Fatal!

Berita Terbaru