Investasi Murah dan Praktis, ETF Emas Jadi Primadona 2026

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ETF Emas

Ilustrasi ETF Emas

BISNIS,JS- Produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas berpeluang besar menarik minat investor, terutama di tengah volatilitas pasar global yang mendorong pencarian aset safe haven. Kenaikan harga emas serta popularitas investasi nabung emas membuka peluang besar bagi ETF emas untuk sukses.

Minat Investor pada ETF Mulai Menguat

Direktur Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menyatakan minat investor terhadap ETF konvensional selama ini tergolong rendah karena kinerjanya biasa-biasa saja. Namun, ETF yang underlying asset-nya berupa emas menampilkan situasi berbeda. “Harga emas naik sekitar 160% dalam dua tahun terakhir. Dengan akses ke 20 juta nasabah reksadana, produk ini berpeluang sukses besar,” ujar Wawan.

Baca Juga :  Emas Masuk Bursa! Ini Aturan Baru ETF Emas dari OJK

Selain itu, Wawan menambahkan, ETF emas menawarkan fleksibilitas bagi investor yang ingin investasi dengan modal rendah, misalnya di bawah Rp100.000, tanpa mengurangi keamanan maupun likuiditas.

Kemudahan dan Likuiditas Jadi Daya Tarik

Wawan menekankan ETF emas menjadi alternatif menarik dibanding membeli emas fisik, karena investor tidak perlu menyimpan fisik emas. ETF ini juga memberikan kemudahan transaksi harian dan transparansi nilai emas secara rutin.

Lebih jauh, Wawan memproyeksikan dana kelolaan ETF emas bisa mencapai Rp5 triliun pada tahun pertama peluncuran. “Produk ini berbentuk reksadana dengan kontrak KIK, sehingga investor ritel maupun institusi bisa berpartisipasi,” jelasnya.

Investment Analyst Infovesta, Ekky Topan, menambahkan ETF emas menawarkan proposisi nilai yang lebih jelas dibanding ETF berbasis saham atau sektor tertentu. Menurut Ekky, investor lebih mudah memahami kegunaan ETF emas karena eksposurnya langsung ke aset safe haven.

Baca Juga :  Emas Digital vs Emas Fisik: Mana yang Lebih Untung dan Aman?

Selain itu, ETF emas memungkinkan investor mengakses emas tanpa memegang fisik, menjaga kemurnian terverifikasi, dan tetap mendapatkan likuiditas melalui Dealer Partisipan. Dengan demikian, investor bisa menyesuaikan porsi emas di portofolio sesuai profil risiko maupun strategi hedging.

Tantangan Edukasi Masih Menjadi Kunci

Meski potensi ETF emas tinggi, edukasi pasar tetap menjadi faktor penting. Investor ritel selama ini lebih sering mendapat eksposur emas melalui saham pertambangan. Ekky menekankan perlunya pemahaman mendalam agar investor mengetahui perbedaan antara ETF emas dan saham terkait.

Bagi investor institusi, tantangan muncul pada mandat investasi dan regulasi internal. Tidak semua institusi memiliki kebijakan yang mendukung investasi ke ETF, sehingga adopsinya diperkirakan berjalan bertahap. Ekky menambahkan, edukasi dan pembiasaan investasi menjadi kunci keberhasilan produk ini di pasar.

Relevansi ETF Emas di Tengah Volatilitas Pasar

Di tengah gejolak pasar, ETF emas semakin relevan sebagai instrumen diversifikasi portofolio. Investor ritel maupun institusi bisa mengatur alokasi emas secara presisi dan fleksibel, sekaligus memanfaatkan emas sebagai perlindungan nilai dari fluktuasi pasar global.

Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)

 

Berita Terkait

Harga Bitcoin Hari Ini Tembus Rp1,5 Miliar, BTC Kembali Menguat, Cek BTC ke Rupiah dan Pergerakannya
BEI Ubah Batas Harga Saham Jadi Rp1 Mulai 28 September 2026, Ini 46 Saham Gocap yang Terimbas
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri 21 September 2026: Cek Suku Bunga Terbaru dan Simulasi Rp100 Juta
AXA Sharia Life Insurance Resmi Berdiri, Bidik Pasar Asuransi Syariah dan Perkuat Perlindungan Finansial Indonesia
BNI Sekuritas Perbarui Kantor Cabang, Investor Kini Bisa Dapat Edukasi Investasi Secara Langsung
Promo BRI Kartu Kredit September 2026: Diskon 25% di Boost, Transaksi Minimum Rp100 Ribu
Rupiah Tertekan 6,11% Sepanjang 2026, Kurs USD/IDR Capai Rp17.755
Bunga Mekaar Turun Jadi 8%, OJK Bicara Nasib Pinjaman Produktif Pinjol
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 04:01 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini Tembus Rp1,5 Miliar, BTC Kembali Menguat, Cek BTC ke Rupiah dan Pergerakannya

Selasa, 22 September 2026 - 11:31 WIB

BEI Ubah Batas Harga Saham Jadi Rp1 Mulai 28 September 2026, Ini 46 Saham Gocap yang Terimbas

Senin, 21 September 2026 - 19:01 WIB

Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri 21 September 2026: Cek Suku Bunga Terbaru dan Simulasi Rp100 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 16:01 WIB

AXA Sharia Life Insurance Resmi Berdiri, Bidik Pasar Asuransi Syariah dan Perkuat Perlindungan Finansial Indonesia

Sabtu, 19 September 2026 - 08:30 WIB

BNI Sekuritas Perbarui Kantor Cabang, Investor Kini Bisa Dapat Edukasi Investasi Secara Langsung

Berita Terbaru