Iuran Jalan, Saldo Diam: Ini Alasan JHT Perlu Dicek Rutin

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPJS

BPJS

KESEHATAN,JS- Banyak pekerja baru menyadari pentingnya saldo Jaminan Hari Tua (JHT) ketika mereka bersiap mengundurkan diri. Niat awal ingin mencairkan dana justru berubah menjadi kekecewaan setelah mengetahui saldo tidak bertambah selama berbulan-bulan. Kondisi ini bukan cerita langka.

Dalam sejumlah kasus, perusahaan terlambat atau tidak menyetorkan iuran meski gaji karyawan tetap terpotong setiap bulan.

Agar risiko itu tidak terjadi, karyawan perlu memahami alasan penting di balik kebiasaan rutin mengecek saldo JHT.

Baca Juga :  Update Bulanan BPJS PBI: Cek Apakah Anda Masuk Daftar!

Pertama, potongan gaji tidak selalu menjamin iuran langsung masuk ke rekening JHT. Beberapa perusahaan menunda setoran karena kendala internal, bahkan ada yang lalai tanpa memberi tahu karyawan.

Melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO), karyawan bisa memantau status pembayaran iuran setiap bulan. Aplikasi ini menampilkan periode yang sudah dibayarkan dan bulan yang masih tertunggak. Jika menemukan kejanggalan, karyawan bisa segera menanyakan ke HRD sebelum masalah berkembang lebih besar.

Dengan langkah sederhana ini, karyawan menjaga hak finansialnya tetap aman.

Baca Juga :  BPJS PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali

Selanjutnya, Cocokkan Angka Iuran dengan Slip Gaji

Selain memastikan iuran dibayarkan, karyawan juga perlu memeriksa kesesuaian nominal. Iuran JHT ditetapkan sebesar 5,7 persen dari upah bulanan, yang terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap. Dari jumlah itu, karyawan menanggung 2 persen, sedangkan perusahaan membayar 3,7 persen.

Karena itu, angka di slip gaji harus selaras dengan iuran yang tercatat di aplikasi JMO. Dengan rutin mencocokkan data, karyawan memastikan setiap rupiah tercatat secara transparan.

Tanpa Riwayat Lengkap, Pencairan Bisa Tersendat

Lebih jauh lagi, saldo dan riwayat iuran yang rapi memegang peran penting saat karyawan ingin mencairkan JHT. Banyak klaim tertunda karena data tidak lengkap atau ada iuran yang belum tercatat.

Jika karyawan rutin memantau sejak awal, kendala administratif bisa dicegah. Proses pencairan pun berjalan lebih cepat, sehingga karyawan dapat fokus menyusun rencana karier atau usaha berikutnya tanpa beban tambahan.

Baca Juga :  Media Sosial vs Kesehatan Mental Remaja, Ini Penjelasannya

Jangan Abaikan Akurasi Data Kepesertaan

Selain saldo, data pribadi juga perlu mendapat perhatian. Kesalahan penulisan nama, NIK, atau riwayat perusahaan sering menghambat penggabungan saldo dari tempat kerja sebelumnya.

Dengan mengecek data kepesertaan secara berkala di aplikasi, karyawan bisa memastikan seluruh informasi tetap sinkron. Data yang akurat mempermudah akses ke berbagai manfaat jaminan sosial dan mencegah masalah saat klaim.(*)

Berita Terkait

Mengapa Banyak Lulusan S1 Jadi Ojol? Ini Penjelasan Akademisi
RSUD Nurdin Hamzah Naik Level, Perkuat Rehabilitasi NAPZA
Sinyal Kuat dari DPR: Guru Madrasah Swasta Menuju PPPK
Gaji Besar Tanpa Tes? Hati-hati, Ini Modus Lowongan Kerja Paling Banyak Makan Korban
TPG Guru PPG 2025 Seret, Info GTK Justru Bermasalah
Ramai Isu Zakat untuk MBG, Kemenag Akhirnya Buka Suara
OJK Siapkan Notasi Khusus untuk Emiten dengan Free Float Rendah
Banyak yang Keliru, Ini Beda Harta PPS dan Investasi PPS
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 15:30 WIB

Mengapa Banyak Lulusan S1 Jadi Ojol? Ini Penjelasan Akademisi

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:30 WIB

Iuran Jalan, Saldo Diam: Ini Alasan JHT Perlu Dicek Rutin

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:00 WIB

RSUD Nurdin Hamzah Naik Level, Perkuat Rehabilitasi NAPZA

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:00 WIB

Sinyal Kuat dari DPR: Guru Madrasah Swasta Menuju PPPK

Minggu, 22 Februari 2026 - 06:00 WIB

Gaji Besar Tanpa Tes? Hati-hati, Ini Modus Lowongan Kerja Paling Banyak Makan Korban

Berita Terbaru

Ilustrasi  Fenomena Ekonomi e-shaped: Si kaya makin kaya, kelas menengah makin tertekan.

Lifestyle

Saat Orang Kaya Makin Kaya, Kelas Menengah Justru Tertekan

Minggu, 22 Feb 2026 - 16:00 WIB

Ilustrasi Llusan sarjana banyak yang jadi OJOL. (Sumber/Google)

Nasional

Mengapa Banyak Lulusan S1 Jadi Ojol? Ini Penjelasan Akademisi

Minggu, 22 Feb 2026 - 15:30 WIB

AI, cloud, dan siber jadi fondasi dunia digital 2026. (Sumber/Google)

Teknologi

Dunia Kerja Berubah Cepat, Tiga Teknologi Ini Jadi Kunci 2026

Minggu, 22 Feb 2026 - 15:00 WIB

BPJS

Kesehatan

Iuran Jalan, Saldo Diam: Ini Alasan JHT Perlu Dicek Rutin

Minggu, 22 Feb 2026 - 14:30 WIB

Foto ; RSUD NH Tanjabtim

Daerah

RSUD Nurdin Hamzah Naik Level, Perkuat Rehabilitasi NAPZA

Minggu, 22 Feb 2026 - 14:00 WIB