Jepang Gelar Pemilu Dini, PM Takaichi Bubarkan Parlemen

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Perdana Menteri Takaichi

Foto ; Perdana Menteri Takaichi

INTERNASIONAL,JS— Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, membubarkan parlemen pada Jumat (23/1) dan membuka jalan bagi pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Februari. Langkah ini menjadi ujian penting bagi kabinet perempuan pertama Jepang dalam mempertahankan dukungan publik.

“Banzai” dan Strategi Politik

Ketua Parlemen membacakan surat resmi, dan anggota dewan menyambutnya dengan sorakan “banzai”, sesuai tradisi politik Jepang. Para pengamat menilai Takaichi membubarkan parlemen untuk memanfaatkan tingginya popularitas kabinet menjelang pemilu.

Takaichi menyatakan, pemilu dini bertujuan memperoleh mandat publik terkait pengendalian biaya hidup dan peningkatan belanja pertahanan.

Koalisi Tipis Jadi Tantangan

Meskipun kabinet mendapat tingkat kepuasan publik yang tinggi, koalisi LDP-JIP hanya menguasai mayoritas tipis di majelis rendah. Analis politik memperingatkan bahwa popularitas Takaichi belum tentu meningkatkan dukungan langsung untuk LDP, yang masih menghadapi sejumlah skandal.

Baca Juga :  Iran dan China Gelar Pembicaraan Telepon di Tengah Ancaman

Profesor politik Universitas Tsukuba, Hidehiro Yamamoto, menekankan, “Publik kini lebih fokus pada upaya pemerintah menahan inflasi daripada mendukung partai tertentu.”

Inflasi Melambat, Biaya Hidup Masih Tinggi

Data pemerintah menunjukkan inflasi melambat pada Desember 2025, sebagian besar karena pemerintah menyalurkan subsidi listrik dan gas. Indeks harga konsumen, di luar pangan segar, naik 2,4 persen dibanding tahun sebelumnya, turun dari 3 persen pada November, tetapi tetap melebihi target Bank Sentral Jepang sebesar 2 persen.

Anggaran Besar untuk Memacu Ekonomi

Kabinet Takaichi menyetujui anggaran 122,3 triliun yen (sekitar 770 miliar USD) untuk tahun fiskal yang dimulai April 2026. Pemerintah mengalokasikan anggaran tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi terbesar keempat di dunia.

Baca Juga :  Sawah Mengering, Camat Depati Tujuh Bergerak Turun Gunung

Oposisi mengkritik keputusan pembubaran parlemen. Jun Azumi dari Partai Demokrat Konstitusional (CDP) menilai langkah ini bisa menghambat pengesahan anggaran dan memperberat tekanan pada mata pencaharian masyarakat.

Pemilu Dini: Ujian bagi Takaichi dan LDP

Dengan mayoritas parlemen yang tipis dan ekonomi yang masih menantang, pemilu dini menjadi momen penentu bagi Takaichi. Ia harus membuktikan bahwa popularitas kabinetnya dapat diterjemahkan menjadi dukungan nyata untuk partai.(TIM)

Berita Terkait

OJK Sounds Alarm as Online Scam Cases Explode in Indonesia, More Than 530,000 Reports Trigger National Financial Security Warning
Aturan Baru Haji 2026 Jadi Sorotan, Kamera Ponsel Bisa Bikin Jemaah Masuk Penjara
Instagram Geger! Jutaan Followers Artis Mendadak Hilang, Ternyata Ini Penyebabnya
BCA Expands QRIS Cross Border to China: Easy Cashless Payments for Indonesian Travelers in 2026
QRIS Goes Global 2026: Indonesia–China Payment Integration Unlocks Massive Opportunities for SMEs and Digital Economy Growth
Kerinci Coffee Poised to Dominate Global Export Market: Premium Arabica from Indonesia Attracts International Buyers
AI Revolution 2026: How Artificial Intelligence Is Transforming Jobs and Creating High-Income Opportunities Worldwide
German Investors Target Indonesia’s Coconut Industry: Tanjabtim Set to Become a Global Export Hub
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 03:02 WIB

OJK Sounds Alarm as Online Scam Cases Explode in Indonesia, More Than 530,000 Reports Trigger National Financial Security Warning

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:35 WIB

Aturan Baru Haji 2026 Jadi Sorotan, Kamera Ponsel Bisa Bikin Jemaah Masuk Penjara

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:00 WIB

Instagram Geger! Jutaan Followers Artis Mendadak Hilang, Ternyata Ini Penyebabnya

Kamis, 7 Mei 2026 - 05:00 WIB

BCA Expands QRIS Cross Border to China: Easy Cashless Payments for Indonesian Travelers in 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 04:00 WIB

QRIS Goes Global 2026: Indonesia–China Payment Integration Unlocks Massive Opportunities for SMEs and Digital Economy Growth

Berita Terbaru

Nasional

Sidang Isbat Malam Ini, Idul Adha Jatuh Pada 27 Mei 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:02 WIB