Kabut Asap Kerinci Makin Mengkhawatirkan, 54 Kasus ISPA Tercatat di RSUD: Warga Diminta Pakai Masker

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabut asap ancam kesehatan masyarakat kerinci

Kabut asap ancam kesehatan masyarakat kerinci

KERINCI,JS- Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Udara yang kurang sehat membuat warga perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko gangguan saluran pernapasan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian setelah RSUD Kerinci mencatat 54 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sejak Agustus 2026. Seluruh pasien ISPA tersebut menjalani perawatan secara rawat jalan.

Angka tersebut menjadi salah satu catatan yang perlu mendapat perhatian di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya membaik. Masyarakat pun diminta tidak menganggap ringan dampak kabut asap, khususnya ketika harus beraktivitas di luar rumah dalam waktu cukup lama.

Dokter RSUD Kerinci, dr. Klaudia, mengatakan perubahan cuaca dan kondisi udara dapat berhubungan dengan meningkatnya risiko gangguan pada saluran pernapasan.

“ISPA dapat dipengaruhi oleh perubahan cuaca dan kondisi udara, termasuk kabut asap,” ujar dr. Klaudia.

54 Kasus ISPA di Kerinci Jadi Peringatan bagi Masyarakat

Munculnya puluhan kasus ISPA sejak Agustus menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat Kerinci. Apalagi, kondisi tersebut terjadi ketika kabut asap masih menyelimuti sejumlah kawasan.

ISPA sendiri mencakup berbagai gangguan pada saluran pernapasan. Keluhan yang muncul dapat berupa batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga gangguan pernapasan.

Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kondisi tubuh ketika kualitas udara menurun.

Selain itu, warga juga perlu memahami bahwa paparan udara yang tidak sehat dapat menjadi salah satu faktor yang memperburuk keluhan pernapasan. Oleh sebab itu, langkah pencegahan menjadi penting sebelum muncul gangguan kesehatan yang lebih berat.

Global keyword: air pollution, respiratory health, smoke exposure, air quality, respiratory infection, public health.

Kabut Asap dan Risiko Gangguan Pernapasan

Kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang. Partikel yang terdapat di udara juga dapat masuk ke sistem pernapasan ketika seseorang menghirup udara dalam kondisi tercemar.

Dalam situasi seperti ini, masyarakat sebaiknya mengurangi paparan asap sebanyak mungkin.

Terlebih lagi, aktivitas di luar ruangan dalam waktu lama dapat meningkatkan jumlah udara yang masuk ke tubuh. Jika udara mengandung banyak partikel dan asap, kondisi tersebut tentu perlu mendapat perhatian.

Karena itu, masyarakat Kerinci dianjurkan lebih selektif menentukan aktivitas selama kondisi udara belum membaik.

Jika aktivitas di luar rumah tidak mendesak, warga dapat memilih tetap berada di dalam rumah. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi paparan langsung terhadap udara yang kurang sehat.

Direktur RSUD Kerinci Minta Warga Tidak Keluar Jika Tidak Berkepentingan

Direktur RSUD Kerinci Abdul Harapan, AM.Kep., SKM., M.Si., turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi udara saat ini.

Ia meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan penting.

Menurut Abdul Harapan, masyarakat yang memang harus keluar rumah perlu mengambil langkah perlindungan, salah satunya dengan menggunakan masker.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga diri dan tidak keluar rumah kalau tidak ada kepentingan. Kalau memang harus keluar, gunakan masker,” tegas Abdul Harapan.

Imbauan tersebut menjadi penting karena masyarakat sering kali baru memperhatikan kondisi kesehatan setelah muncul gejala.

Padahal, pencegahan dapat dilakukan lebih awal dengan mengurangi paparan terhadap udara yang tercemar.

Baca Juga :  Karhutla Mengancam, BBTNKS Tutup Jalur Pendakian Gunung Kerinci Sejak 1 September

Jangan Tunggu Batuk dan Sesak Napas

Masyarakat sebaiknya tidak menunggu sampai tubuh menunjukkan gejala untuk mulai menjaga kesehatan pernapasan.

Beberapa keluhan yang perlu mendapat perhatian antara lain:

  • Batuk yang muncul atau semakin sering.
  • Pilek dan hidung tersumbat.
  • Sakit atau rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
  • Napas terasa lebih berat.
  • Sesak napas.
  • Tubuh terasa lemas.
  • Keluhan pernapasan yang semakin mengganggu aktivitas.

Jika keluhan semakin berat atau tidak kunjung membaik, masyarakat sebaiknya mencari pertolongan tenaga kesehatan.

Langkah tersebut penting, terutama bagi warga yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan akibat kualitas udara yang buruk.

Kelompok Rentan Perlu Mendapat Perhatian Lebih

Dalam kondisi kabut asap, perhatian tidak hanya perlu diberikan kepada orang dewasa yang bekerja di luar rumah.

Anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan juga perlu mendapat perhatian lebih.

Orang tua dapat mengurangi aktivitas anak di luar ruangan ketika kondisi udara terlihat buruk. Sekolah, tempat kerja, maupun lingkungan masyarakat juga dapat meningkatkan kewaspadaan apabila kualitas udara semakin menurun.

Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mengandalkan pengobatan ketika penyakit muncul, tetapi juga melakukan langkah pencegahan sejak awal.

Masker Jadi Salah Satu Perlindungan Saat Beraktivitas

Penggunaan masker dapat menjadi salah satu pilihan perlindungan bagi masyarakat ketika harus beraktivitas di luar rumah saat kabut asap.

Masker membantu mengurangi paparan partikel tertentu yang terhirup melalui udara. Namun, masyarakat tetap perlu membatasi durasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara tidak sehat.

Artinya, penggunaan masker bukan alasan untuk tetap melakukan aktivitas di luar rumah tanpa batas.

Jika tidak ada kebutuhan mendesak, pilihan paling sederhana tetap mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Tips Menjaga Kesehatan Saat Kabut Asap

Selain menggunakan masker ketika keluar rumah, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah sederhana untuk menjaga kesehatan.

1. Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Warga sebaiknya menunda aktivitas luar ruangan yang tidak penting ketika kabut asap semakin pekat.

Semakin lama seseorang berada di lingkungan dengan udara yang tercemar, semakin besar pula peluang tubuh menghirup partikel dari udara tersebut.

2. Gunakan Masker Saat Keluar

Jika pekerjaan atau kebutuhan tertentu mengharuskan warga keluar rumah, gunakan masker dengan baik.

Pastikan masker menutup hidung dan mulut sehingga dapat memberikan perlindungan yang lebih optimal.

3. Perhatikan Kondisi Tubuh

Jangan abaikan batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau keluhan pernapasan lainnya.

Jika gejala semakin mengganggu, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan.

4. Kurangi Paparan Asap

Selain kabut asap dari luar, masyarakat juga perlu menghindari sumber asap lain di sekitar rumah.

Asap rokok, pembakaran sampah, maupun aktivitas lain yang menghasilkan asap dapat semakin memperburuk kualitas udara di lingkungan sekitar.

5. Jaga Kebersihan Lingkungan

Masyarakat juga dapat berperan menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran terbuka.

Kebiasaan tersebut tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menambah jumlah asap dan partikel di udara.

Kondisi Udara Buruk Perlu Menjadi Perhatian Bersama

Persoalan kabut asap bukan hanya urusan pemerintah atau fasilitas kesehatan. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengurangi risiko kesehatan akibat kualitas udara yang menurun.

Pemerintah daerah dapat terus memantau kondisi udara dan memberikan informasi kepada masyarakat. Sementara itu, warga dapat mengikuti imbauan resmi dan menyesuaikan aktivitas berdasarkan kondisi lingkungan.

Dengan kerja sama tersebut, masyarakat dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kabut asap masih terjadi.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Tidak semua keluhan pernapasan membutuhkan penanganan di rumah sakit. Namun, masyarakat perlu mengetahui kapan kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan tenaga medis.

Jika batuk atau keluhan pernapasan semakin berat, tubuh terasa sangat lemah, atau muncul sesak napas, jangan menunda pemeriksaan.

Terlebih bagi anak-anak dan lansia, perubahan kondisi kesehatan perlu mendapat perhatian lebih cepat.

RSUD Kerinci juga dapat menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang dapat dituju masyarakat ketika membutuhkan pemeriksaan medis.

Baca Juga :  Kualitas Udara Jambi Memburuk, Sekolah SMA-SMK dan SLB di 4 Daerah Beralih ke Pembelajaran Daring
ISPA, Kerinci, Kabutasap, Kesehatan, RSUD, Masker, Pernapasan

54 Kasus ISPA Jadi Alarm untuk Lebih Waspada

Catatan 54 kasus ISPA sejak Agustus 2026 menjadi pengingat bahwa kondisi udara tidak boleh dianggap sepele.

Walaupun pasien ISPA yang tercatat menjalani rawat jalan, masyarakat tetap perlu melakukan tindakan pencegahan.

Kabut asap mungkin tidak selalu langsung menimbulkan keluhan serius. Namun, paparan udara yang tidak sehat dapat mengganggu kenyamanan bernapas dan meningkatkan risiko masalah pada saluran pernapasan.

Karena itu, masyarakat Kerinci perlu mengambil langkah sederhana mulai dari sekarang.

Tidak perlu menunggu sampai muncul batuk, pilek, sesak napas, atau keluhan lainnya.

Jika tidak ada kepentingan mendesak, tetap berada di rumah. Jika harus keluar, gunakan masker dan batasi waktu berada di luar ruangan.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan saat kualitas udara memburuk bukan hanya soal menghindari penyakit. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya melindungi keluarga dari risiko air pollution dan respiratory infection.

Masyarakat diharapkan terus mengikuti perkembangan kondisi udara dan imbauan dari pemerintah maupun tenaga kesehatan.

Jangan tunggu ISPA datang. Kurangi aktivitas di luar rumah, gunakan masker saat harus keluar, dan segera periksa ke fasilitas kesehatan jika muncul keluhan pernapasan yang mengkhawatirkan.(*)

Berita Terkait

Karhutla Sarolangun 2026 Makin Mengkhawatirkan, 488 Hektare Lahan Terbakar dan 1.070 Hotspot Terdeteksi
Atlet Sungai Penuh Panen Medali, Wako Alfin Janjikan Beasiswa dan Penghargaan
Kabut Asap Masih Selimuti Sungai Penuh, Bunda PAUD Minta Guru dan Orang Tua Awasi Kesehatan Anak
ISPU Tanjab Timur 55, Masih Aman atau Berbahaya? Ini Penjelasan dan Imbauan Dinas Kesehatan
Pemkot Sungai Penuh Siapkan Penilaian 360 Derajat untuk PNS dan PPPK, Kinerja ASN Dipantau Lebih Transparan
158 Kasus ISPA Tercatat di Tanjab Barat, Ini Kecamatan Kasus Terbanyak
Kabut Asap Makin Pekat, Kemenag Tebo Alihkan KBM ke Daring 10–12 September 2026
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Wali Kota Alfin Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:01 WIB

Karhutla Sarolangun 2026 Makin Mengkhawatirkan, 488 Hektare Lahan Terbakar dan 1.070 Hotspot Terdeteksi

Kamis, 10 September 2026 - 19:01 WIB

Atlet Sungai Penuh Panen Medali, Wako Alfin Janjikan Beasiswa dan Penghargaan

Kamis, 10 September 2026 - 18:01 WIB

Kabut Asap Masih Selimuti Sungai Penuh, Bunda PAUD Minta Guru dan Orang Tua Awasi Kesehatan Anak

Kamis, 10 September 2026 - 16:31 WIB

ISPU Tanjab Timur 55, Masih Aman atau Berbahaya? Ini Penjelasan dan Imbauan Dinas Kesehatan

Kamis, 10 September 2026 - 10:50 WIB

Pemkot Sungai Penuh Siapkan Penilaian 360 Derajat untuk PNS dan PPPK, Kinerja ASN Dipantau Lebih Transparan

Berita Terbaru