JAKARTA,JS- Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial. Karena itu, banyak keluarga di Indonesia mulai merencanakan keberangkatan haji sejak dini, bahkan saat anak masih kecil.
Namun, tidak sedikit orang tua yang masih bertanya: kapan sebenarnya anak bisa daftar haji? Pertanyaan ini penting, terutama karena antrean haji di Indonesia dikenal sangat panjang. Tanpa perencanaan matang, peluang berangkat di usia produktif bisa terlewat.
Agar tidak salah langkah, berikut panduan lengkap mulai dari usia minimal, syarat administrasi, hingga biaya haji terbaru 2026.
Usia Minimal Anak untuk Daftar Haji di Indonesia
Pertama-tama, orang tua perlu memahami aturan resmi pemerintah. Anak tidak bisa langsung didaftarkan haji sejak bayi.
Pemerintah Indonesia menetapkan usia minimal 12 tahun untuk pendaftaran haji reguler. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 13 Tahun 2021.
Artinya, anak baru bisa mendapatkan nomor porsi haji setelah menginjak usia tersebut. Meski begitu, banyak keluarga tetap melakukan perencanaan jauh sebelum anak mencapai usia 12 tahun, terutama dalam hal finansial.
Selain itu, kebijakan ini bertujuan menjaga ketertiban administrasi dan memastikan calon jemaah memiliki kesiapan dasar untuk menjalani ibadah haji.
Dasar Hukum Pendaftaran Haji di Indonesia
Selanjutnya, penting untuk mengetahui bahwa proses pendaftaran haji di Indonesia memiliki dasar hukum yang jelas.
Pemerintah mengatur seluruh mekanisme melalui regulasi resmi, yaitu:
- PMA Nomor 13 Tahun 2021
- Pembaruan dari PMA Nomor 29 Tahun 2015
- Keputusan Presiden terkait Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH)
Dengan adanya regulasi ini, setiap proses berjalan transparan, mulai dari pendaftaran, antrean, hingga keberangkatan.
Selain itu, aturan tersebut juga menjamin keadilan dalam pembagian kuota haji nasional.
Syarat Daftar Haji untuk Anak dan Dewasa
Pada dasarnya, syarat daftar haji anak tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Namun, ada beberapa penyesuaian pada dokumen identitas.
Berikut syarat utama yang wajib dipenuhi:
- Beragama Islam
- Usia minimal 12 tahun
- Memiliki KTP atau Kartu Identitas Anak (KIA)
- Kartu Keluarga (KK)
- Akta kelahiran atau dokumen pendukung
- Memiliki tabungan haji di bank BPS Bipih
- Pas foto sesuai ketentuan
Selain itu, calon jemaah tidak boleh terdaftar di sistem haji lain. Mereka juga tidak boleh pernah menunaikan ibadah haji dalam 10 tahun terakhir, kecuali dalam kondisi khusus.
Karena itu, orang tua sebaiknya mulai menyiapkan dokumen sejak dini agar proses pendaftaran berjalan lancar tanpa hambatan.
Biaya Daftar Haji 2026: Setoran Awal dan Total Biaya
Berikutnya, faktor biaya menjadi pertimbangan utama bagi banyak keluarga.
Untuk mendapatkan nomor porsi haji, calon jemaah wajib membayar setoran awal sebesar sekitar Rp25 juta melalui bank penerima setoran resmi (BPS Bipih).
Setelah itu, jemaah akan masuk dalam daftar tunggu nasional.
Sementara itu, total biaya haji saat keberangkatan diperkirakan berada di kisaran Rp45 juta hingga Rp60 juta, tergantung kebijakan pemerintah dan lokasi embarkasi.
Karena nominalnya cukup besar, banyak orang tua memilih membuka tabungan haji anak sejak dini agar beban finansial terasa lebih ringan.
Kenapa Orang Tua Mendaftarkan Anak Sejak Dini?
Di sisi lain, tren mendaftarkan anak untuk haji sejak usia minimal terus meningkat. Hal ini bukan tanpa alasan.
Antrean haji di Indonesia sangat panjang. Bahkan, rata-rata waktu tunggu mencapai 26 hingga 26,4 tahun mulai 2026.
Kebijakan terbaru berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 telah meratakan masa tunggu di seluruh provinsi. Sebelumnya, beberapa daerah memiliki antrean lebih dari 40 tahun.
Dengan sistem baru, distribusi kuota menjadi lebih adil. Namun, waktu tunggu tetap tergolong lama.
Oleh karena itu, semakin cepat mendaftar, semakin besar peluang anak berangkat di usia produktif.
Selain itu, orang tua juga melihat haji sebagai investasi spiritual jangka panjang. Mereka ingin memastikan anak memiliki kesempatan menunaikan ibadah sejak muda.
Strategi Cerdas Agar Anak Bisa Berangkat Haji Lebih Cepat
Agar rencana haji berjalan optimal, orang tua perlu menerapkan strategi sejak awal.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Siapkan Tabungan Haji Sejak Dini
Mulai menabung sebelum anak berusia 12 tahun akan sangat membantu saat waktu pendaftaran tiba.
- Lengkapi Dokumen Lebih Awal
Pastikan semua dokumen seperti KIA, KK, dan akta kelahiran sudah tersedia.
- Pilih Bank BPS Bipih Terpercaya
Gunakan bank resmi yang terdaftar untuk menghindari masalah administrasi.
- Pantau Informasi Resmi Pemerintah
Ikuti perkembangan biaya dan regulasi haji terbaru agar tidak tertinggal informasi penting.
Kesimpulan: Waktu Terbaik Daftar Haji Anak
Singkatnya, anak bisa mulai daftar haji di usia minimal 12 tahun sesuai aturan pemerintah Indonesia.
Namun, perencanaan sebaiknya dimulai jauh sebelum itu. Mengingat antrean yang panjang, langkah cepat akan memberikan keuntungan besar di masa depan.
Dengan persiapan yang matang, mulai dari dokumen hingga tabungan, orang tua bisa membuka peluang bagi anak untuk menunaikan ibadah haji di usia yang lebih ideal.
Jadi, jika Anda sudah memiliki niat, tidak ada salahnya mulai merencanakannya sekarang juga.(*)









