SUNGAIPENUH,JS– Kebakaran lahan melanda kawasan Bukit Setiong, Kota Sungai Penuh, tepat di sebelah Klinik Bening, Minggu (25/1/2026). Kobaran api yang muncul di area perbukitan dan sulit dijangkau membuat warga sekitar khawatir api terus menjalar ke bagian lahan lainnya.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Sungai Penuh segera menuju lokasi setelah menerima informasi kebakaran. Mereka mengerahkan dua unit mobil pemadam dari Pos Pemadam Kebakaran (Polton) 04 untuk mengendalikan kobaran api.
Peristiwa tersebut menyita perhatian warga karena titik api berada di atas tebing, jauh dari akses jalan. Kondisi itu menyulitkan warga untuk mendekati sumber kebakaran sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap kemungkinan meluasnya api.
Api Muncul di Atas Tebing, Warga Khawatir
Riki, warga Pelayang Raya, mengatakan api muncul di bagian atas tebing Bukit Setiong. Jarak titik kebakaran dari jalan membuat warga kesulitan menjangkau lokasi secara langsung.
“Kami khawatir api akan semakin meluas karena sulit dijangkau,” ujar Riki.
Menurutnya, posisi kebakaran menjadi perhatian warga karena mereka tidak dapat mendekati titik api dengan mudah. Selain itu, kobaran yang terus terlihat dari sekitar lokasi menimbulkan kekhawatiran apabila api menjalar ke bagian lahan yang lebih luas.
Warga tentu berharap petugas segera menangani kebakaran tersebut agar api tidak mendekati area lain di sekitar bukit. Namun, kondisi medan menjadi tantangan tersendiri dalam upaya menjangkau sumber api.
Kebakaran lahan di kawasan perbukitan membutuhkan penanganan yang cermat. Petugas perlu memperhatikan akses menuju titik api, kondisi permukaan tanah, serta arah penjalaran kobaran agar proses pemadaman berjalan aman.
Damkar Kerahkan Dua Unit Mobil Pemadam
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Sungai Penuh bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian. Petugas dari Polton 04 membawa dua unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran di Bukit Setiong.
Setibanya di lokasi, petugas langsung berupaya mengendalikan kobaran api. Mereka menjalankan penanganan dengan memperhatikan kondisi medan yang berada di atas tebing dan jauh dari jalan.
Kehadiran petugas memberikan harapan bagi warga agar kebakaran segera terkendali. Warga yang sebelumnya khawatir terhadap kemungkinan meluasnya api dapat melihat langsung upaya petugas dalam menangani keadaan tersebut.
Petugas pemadam kebakaran memiliki peran penting dalam menghadapi kejadian seperti ini. Selain mengendalikan api, mereka juga perlu memperhitungkan keselamatan personel saat bekerja di area yang memiliki akses terbatas.
Dua unit mobil pemadam yang dikerahkan menjadi bagian dari upaya penanganan di lokasi. Dengan respons tersebut, petugas berusaha mencegah kobaran api menjalar semakin jauh dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Medan Sulit Menjadi Tantangan Pemadaman
Lokasi kebakaran di atas tebing menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan api di Bukit Setiong. Petugas tidak dapat mengandalkan akses jalan secara langsung untuk menjangkau seluruh bagian yang terbakar.
Kondisi tersebut menuntut petugas menyesuaikan langkah pemadaman dengan karakteristik lokasi. Mereka perlu mengamati titik api dan menentukan cara penanganan yang sesuai agar upaya pengendalian berjalan efektif.
Kebakaran lahan juga dapat berkembang ketika api menjalar ke bagian vegetasi yang mudah terbakar. Karena itu, penanganan sejak awal sangat penting untuk membatasi penyebaran kobaran.
Meski demikian, penyebab kebakaran Bukit Setiong belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia. Belum ada keterangan mengenai pemicu munculnya api, luas lahan yang terbakar, maupun nilai kerugian akibat kejadian tersebut.
Informasi mengenai kemungkinan dampak terhadap bangunan di sekitar lokasi juga belum tersedia. Oleh sebab itu, warga perlu menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang untuk mengetahui kondisi akhir setelah petugas menyelesaikan penanganan.
Warga Diminta Waspada dan Tidak Mendekati Titik Api
Kebakaran di area yang sulit dijangkau menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mengambil risiko dengan mendekati titik api tanpa perlengkapan dan kemampuan yang memadai.
Warga sebaiknya menjaga jarak aman dari lokasi kebakaran serta memberi ruang bagi petugas untuk menjalankan tugas. Kerumunan di sekitar area penanganan dapat menghambat pergerakan kendaraan pemadam maupun akses personel.
Masyarakat juga dapat membantu melalui penyampaian informasi yang jelas ketika menemukan kebakaran. Informasi mengenai lokasi, akses jalan, dan kondisi api dapat mendukung respons petugas agar lebih terarah.
Selain itu, warga perlu menghindari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran lahan, seperti membakar sampah atau membersihkan semak dengan cara membakar tanpa pengawasan. Api kecil dapat berkembang dan menyebar ketika kondisi lingkungan mendukung.
Pencegahan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran berulang. Masyarakat dapat menjaga kebersihan lahan, mengawasi sumber api, dan segera menghubungi petugas ketika melihat asap atau kobaran yang mencurigakan.
Damkar Berupaya Mengendalikan Kobaran Api
Salah seorang petugas pemadam kebakaran menyampaikan rasa syukur atas upaya penanganan di lokasi.
“Alhamdulillah, kami berhasil mengendalikan api sebelum menyebar lebih luas,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa petugas berupaya mencegah kebakaran berkembang dan menjangkau area yang lebih besar. Respons cepat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko yang dapat muncul akibat kebakaran lahan.
Meski begitu, informasi mengenai total luas lahan yang terbakar, penyebab kejadian, serta ada atau tidaknya korban masih memerlukan keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Masyarakat di sekitar Bukit Setiong diharapkan tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api baru. Langkah tersebut dapat membantu petugas merespons lebih cepat sekaligus mengurangi kemungkinan kebakaran meluas.
Peristiwa di sebelah Klinik Bening ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, terutama di kawasan perbukitan dengan akses terbatas. Kerja cepat petugas, kewaspadaan warga, dan pencegahan sejak dini menjadi unsur penting untuk menjaga keselamatan lingkungan di Kota Sungai Penuh.(AN)










