Pengurasan IPA Tirta Khayangan Ganggu Distribusi Air di 6 Wilayah Sungai Penuh, Ini Jadwalnya

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengumuman gangguan distribusi air bersih oleh Perumda Tirta Khayangan

Pengumuman gangguan distribusi air bersih oleh Perumda Tirta Khayangan

SUNGAIPENUH,JS– Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh perlu mengantisipasi gangguan pasokan air bersih menyusul kegiatan pengurasan Instalasi Pengolahan Air (IPA) pada Minggu (25/1/2026).

Kegiatan pemeliharaan tersebut berdampak pada distribusi air ke enam wilayah, yakni Karya Bakti, Koto Lebu, Kumun Mudik, Kumun Hilir, Debai, dan Pinggir Air.

Perumda Tirta Khayangan menjadwalkan gangguan distribusi mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Selama periode tersebut, pelanggan perlu mengatur penggunaan air agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

Informasi ini penting bagi warga yang mengandalkan layanan air perpipaan untuk memasak, mandi, mencuci, membersihkan rumah, serta menjalankan kegiatan usaha sehari-hari.

Enam Wilayah Perlu Mengantisipasi Gangguan Air

Pengurasan IPA menjadi bagian dari kegiatan pemeliharaan fasilitas pengolahan air. Selama petugas menjalankan pekerjaan tersebut, distribusi ke sejumlah wilayah terdampak dapat mengalami penurunan tekanan hingga penghentian sementara.

Pelanggan di Karya Bakti, Koto Lebu, Kumun Mudik, Kumun Hilir, Debai, dan Pinggir Air perlu memperhatikan jadwal tersebut. Dengan mengetahui waktu gangguan sejak awal, warga dapat menyiapkan persediaan air sesuai kebutuhan.

Gangguan layanan air bersih juga berpotensi memengaruhi kegiatan usaha kecil, warung makan, tempat pencucian, serta usaha lain yang membutuhkan pasokan air secara rutin.

Karena itu, pelanggan sebaiknya tidak menunggu hingga aliran air melemah atau berhenti untuk mulai menyiapkan persediaan.

Catat Jadwal Pengurasan IPA Tirta Khayangan

Perumda Tirta Khayangan menjadwalkan kegiatan pengurasan pada Minggu, 25 Januari 2026, pukul 08.00–14.00 WIB.

Pelanggan dapat menggunakan informasi berikut sebagai panduan untuk mengatur kebutuhan air selama kegiatan berlangsung.

  • Waktu mulai: pukul 08.00 WIB.
  • Perkiraan waktu selesai: pukul 14.00 WIB.
  • Durasi pekerjaan: sekitar enam jam.
  • Wilayah terdampak: Karya Bakti, Koto Lebu, Kumun Mudik, Kumun Hilir, Debai, dan Pinggir Air.

Jadwal tersebut menjadi acuan bagi pelanggan untuk menyiapkan kebutuhan air sebelum pekerjaan dimulai. Namun, pelanggan tetap perlu memantau pengumuman resmi perusahaan untuk mengetahui perkembangan pekerjaan dan informasi pemulihan distribusi.

Pelanggan Diminta Menampung Air Sebelum Distribusi Berhenti

Perumda Tirta Khayangan mengimbau pelanggan menampung air secukupnya sebelum petugas menghentikan distribusi sementara.

Baca Juga :  LPG 3 Kg Langka di Merangin, Wabup Akui Pasokan Terbatas: Operasi Pasar Cuma 500 Tabung!

Langkah sederhana ini dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar selama pekerjaan berlangsung. Warga dapat mengisi bak penampungan, ember bersih, atau wadah air bertutup sebelum pukul 08.00 WIB.

Selain itu, pelanggan sebaiknya memprioritaskan persediaan untuk minum, memasak, mencuci peralatan makan, dan menjaga kebersihan diri. Pengaturan penggunaan air juga membantu mencegah persediaan cepat habis sebelum distribusi kembali normal.

Bagi rumah tangga yang memiliki anggota keluarga lanjut usia, anak kecil, atau kebutuhan air khusus, persiapan lebih awal dapat membantu mengurangi dampak gangguan layanan.

Pelanggan juga perlu memastikan wadah penyimpanan tetap bersih dan tertutup. Cara ini membantu menjaga kualitas air selama penyimpanan serta mengurangi risiko kontaminasi.

Mengapa Pengurasan Instalasi Pengolahan Air Penting?

Instalasi Pengolahan Air berperan penting dalam mengolah air baku sebelum perusahaan menyalurkannya kepada pelanggan. Fasilitas ini mendukung proses pengolahan agar air memenuhi persyaratan kualitas sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam operasionalnya, instalasi membutuhkan pemeliharaan secara berkala. Pengurasan menjadi salah satu kegiatan yang dapat membantu petugas membersihkan bagian tertentu dari fasilitas pengolahan sesuai kebutuhan teknis.

Pemeliharaan yang terencana juga memberi kesempatan kepada petugas untuk menjaga kondisi fasilitas agar tetap mendukung operasional layanan air bersih.

Meski demikian, pelanggan tetap membutuhkan informasi yang jelas mengenai jadwal pekerjaan, wilayah terdampak, dan perkiraan pemulihan distribusi. Informasi tersebut membantu masyarakat menyesuaikan kegiatan sehari-hari tanpa harus menghadapi gangguan secara mendadak.

Dalam pengumuman terkait kegiatan kali ini, Perumda Tirta Khayangan menyampaikan jadwal dan daftar wilayah yang mengalami gangguan. Pelanggan dapat mengikuti informasi resmi perusahaan untuk memperoleh perkembangan terbaru.

Cara Memantau Informasi Pemulihan Distribusi

Pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat mengakses situs web dan akun Facebook resmi Perumda Air Minum Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh.

Kanal resmi tersebut dapat menjadi rujukan untuk memantau pengumuman mengenai kegiatan pemeliharaan, gangguan pelayanan, dan informasi distribusi air.

Warga juga sebaiknya tidak langsung menganggap gangguan sebagai kerusakan permanen pada jaringan. Perusahaan telah menjadwalkan pekerjaan pengurasan, sehingga pelanggan perlu mengikuti perkembangan informasi hingga distribusi kembali berjalan.

Baca Juga :  Bupati Tanjabbar Lantik Dua Pejabat Baru, Ini Namanya!

Apabila aliran air belum kembali normal setelah jadwal pekerjaan berakhir, pelanggan dapat memeriksa pengumuman terbaru atau menghubungi layanan resmi perusahaan untuk meminta penjelasan mengenai kondisi di wilayah masing-masing.

Informasi yang akurat membantu pelanggan membedakan gangguan terjadwal dari persoalan teknis lain yang mungkin memerlukan penanganan berbeda.

Persiapan Sederhana untuk Mengurangi Dampak Gangguan

Selain menampung air, pelanggan dapat mengambil beberapa langkah untuk menghemat persediaan selama distribusi terganggu.

Pertama, gunakan air sesuai kebutuhan dan hindari kegiatan yang membutuhkan volume besar selama periode pekerjaan. Kedua, periksa keran dan sambungan air agar tidak terjadi pemborosan akibat kebocoran. Ketiga, simpan air dalam wadah bersih sehingga pelanggan dapat menggunakannya secara bertahap.

Pelaku usaha yang membutuhkan pasokan air setiap hari juga perlu menyesuaikan kegiatan operasional dengan jadwal pengurasan. Persiapan ini dapat membantu mengurangi hambatan dalam pelayanan kepada konsumen.

Masyarakat di luar enam wilayah yang tercantum tetap dapat memantau informasi perusahaan apabila terjadi perubahan kondisi distribusi. Namun, pelanggan tidak perlu menganggap seluruh wilayah Kota Sungai Penuh mengalami gangguan yang sama karena pengumuman kali ini secara khusus menyebut enam wilayah terdampak.

Pelanggan Diminta Mengikuti Pengumuman Resmi

Pengurasan IPA Tirta Khayangan pada Minggu (25/1/2026) menjadi pengingat bagi pelanggan untuk memperhatikan pengumuman pemeliharaan layanan air bersih.

Dengan menampung air sebelum pukul 08.00 WIB, mengatur pemakaian selama pekerjaan berlangsung, dan memantau informasi perusahaan, pelanggan dapat mengurangi dampak gangguan terhadap aktivitas harian.

Perumda Tirta Khayangan mengarahkan pelanggan untuk mencari informasi lanjutan melalui situs web dan akun Facebook resminya. Masyarakat di Karya Bakti, Koto Lebu, Kumun Mudik, Kumun Hilir, Debai, dan Pinggir Air perlu memperhatikan perkembangan pengumuman hingga distribusi kembali normal.

Kesimpulan: Pengurasan IPA Tirta Khayangan dijadwalkan berlangsung selama enam jam, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Pelanggan di enam wilayah terdampak sebaiknya menyiapkan persediaan air sejak awal dan mengikuti informasi resmi perusahaan. (AN)

Berita Terkait

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya
133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak
Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan
Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas
4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas
Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031
MTQH Jambi 2026, Merangin Bidik Tiga Besar dengan 62 Kafilah
Bukan Cuma Cek Bangunan! Aktivis Minta Proyek P3-TGAI Kerinci dan Sungai Penuh Diaudit APH Hingga BPK
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:31 WIB

133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:01 WIB

4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas

Berita Terbaru