Kebakaran Lahan di RKE Sungai Penuh Hanguskan 0,5 Hektare, Damkar Bergerak Cepat Padamkan Api

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya pemadaman kebakaran lahan oleh Dinas Pol PP dan Damkar Kota Sungai Penuh di RKE

Upaya pemadaman kebakaran lahan oleh Dinas Pol PP dan Damkar Kota Sungai Penuh di RKE

SUNGAIPENUH,JS- Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kota Sungai Penuh, Jambi. Kali ini, kobaran api muncul di kawasan Renah Kayu Embun (RKE), Kecamatan Kumun Debai, Selasa, 6 Oktober 2026.

Peristiwa tersebut langsung mendapat penanganan dari Bidang Pemadam Kebakaran Pelton 04 bersama Provost Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Sungai Penuh.

Petugas bergerak setelah menerima laporan mengenai kebakaran pada pukul 13.40 WIB. Informasi itu kemudian menjadi dasar bagi tim untuk segera menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman.

Petugas Bergerak Lima Menit Setelah Laporan

Kasi Operasional Pengendalian (OPDAL) Andrianto bersama Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) H. Hasby memimpin langsung pergerakan personel menuju lokasi.

Tim berangkat dari Markas Komando (Mako) sekitar pukul 13.45 WIB. Mereka membawa satu unit armada Ayaxx untuk mendukung proses pemadaman.

Jarak dan kondisi medan membuat perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu. Tim akhirnya tiba di kawasan RKE sekitar pukul 15.00 WIB.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pengecekan terhadap titik api. Mereka kemudian menentukan langkah pemadaman agar api tidak meluas ke area lain.

Situasi tersebut membutuhkan respons cepat. Pasalnya, kebakaran lahan dapat berkembang dengan cepat ketika kondisi vegetasi cukup kering dan cuaca mendukung penyebaran api.

Api Membakar Sekitar 0,5 Hektare Lahan

Petugas kemudian melakukan penyiraman secara intensif pada area yang terbakar. Mereka fokus mengendalikan titik api sekaligus mencegah munculnya kembali bara di sekitar lokasi.

Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit. Setelah petugas melakukan penyiraman secara menyeluruh, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan.

Perkiraan awal menunjukkan api membakar lahan seluas sekitar 0,5 hektare.

Namun, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi setelah api padam. Tim terlebih dahulu memastikan kondisi area benar-benar aman sehingga tidak muncul titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan.

Langkah tersebut penting, terutama ketika petugas menangani kebakaran lahan. Sisa bara pada material kering dapat kembali menyala apabila kondisi lingkungan mendukung.

Damkar Pastikan Lokasi Aman

Setelah melakukan pengecekan, petugas memastikan kondisi kawasan RKE dalam keadaan aman. Tim kemudian mengakhiri operasi pemadaman dan bersiap kembali ke Mako.

Armada bersama personel meninggalkan lokasi sekitar pukul 15.40 WIB.

Dengan demikian, rangkaian penanganan berlangsung sejak laporan masuk pada pukul 13.40 WIB hingga tim kembali ke Mako sekitar pukul 15.40 WIB.

Kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting dalam menangani kebakaran lahan. Jeda waktu yang lebih singkat antara laporan dan keberangkatan dapat membantu petugas mencegah api berkembang lebih luas.

Baca Juga :  Wawako Azhar Hamzah Bahas Pengawasan Aset Pemkot Sungai Penuh Bersama Komisi II DPR RI

Kasat Pol PP dan Damkar Apresiasi Respons Petugas

Kasat Pol PP dan Damkar Kota Sungai Penuh Dafri, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.

Menurut Dafri, kesiapsiagaan personel sangat penting dalam menghadapi kondisi kebakaran, terlebih ketika situasi cuaca belum sepenuhnya mendukung.

“Saya apresiasi kecepatan dan ketanggapan seluruh anggota yang bertugas. Namun dengan kondisi cuaca yang masih tidak baik-baik saja,” kata Dafri.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa potensi kebakaran lahan masih perlu mendapat perhatian. Kondisi cuaca yang berubah-ubah dapat memengaruhi tingkat kerawanan kebakaran di sejumlah wilayah.

Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan aktivitas yang berpotensi memunculkan api di sekitar lahan terbuka.

Warga Perlu Meningkatkan Kewaspadaan

Kebakaran lahan tidak hanya mengancam vegetasi di sekitar titik api. Jika masyarakat terlambat melaporkan kejadian, api dapat menjalar ke wilayah yang lebih luas.

Selain itu, asap dari kebakaran lahan juga dapat mengganggu aktivitas warga dan menurunkan kualitas udara di sekitar lokasi.

Karena itu, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran sejak awal. Warga dapat segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau titik api di kawasan permukiman maupun lahan terbuka.

Selanjutnya, warga juga perlu menghindari aktivitas pembakaran yang dapat memicu api sulit dikendalikan. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko kebakaran, terutama saat kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.

Respons Cepat Jadi Kunci Penanganan

Peristiwa di RKE menunjukkan pentingnya respons cepat petugas pemadam kebakaran ketika menerima laporan. Tim bergerak hanya sekitar lima menit setelah menerima informasi dan membawa armada menuju lokasi.

Petugas kemudian melakukan pemadaman secara langsung setelah tiba di kawasan yang terbakar.

Setelah sekitar 30 menit melakukan penyiraman, api berhasil mereka padamkan. Petugas juga memastikan kondisi lokasi aman sebelum meninggalkan kawasan tersebut.

Kejadian ini menjadi perhatian bagi masyarakat Kota Sungai Penuh, khususnya warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar kawasan RKE dan wilayah Kumun Debai.

Dengan meningkatnya kewaspadaan serta respons cepat dari masyarakat dan petugas, potensi kebakaran lahan dapat ditangani lebih awal.

Hingga tim kembali ke Mako pada pukul 15.40 WIB, kondisi lokasi kebakaran di Renah Kayu Embun berada dalam keadaan aman. Petugas pun mengakhiri penanganan setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang membutuhkan tindakan lanjutan.

Berita Terkait

Wawako Azhar Hamzah Bahas Pengawasan Aset Pemkot Sungai Penuh Bersama Komisi II DPR RI
Kelapa Dalam Tanjab Timur Dibidik Jadi Indikasi Geografis, Bisa Dongkrak Nilai Ekonomi Petani
Pimpinan Baznas Sungai Penuh 2026–2031 Resmi Dilantik, Wako Alfin Dorong Zakat Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
Dokter Tangguh Keliling Desa di Batang Hari Diaktifkan, Warga Bisa Dapat Layanan Kesehatan Lebih Dekat
Perdana, Duet BKAD Sungai Penuh dan Kejari Sungai Penuh Berhasil Amankan Asset Senilai Rp1,54 miliar
Nilam di Bawah Kulit Manis Kerinci, Strategi Baru Tingkatkan Pendapatan Petani dan Buka Pasar Ekspor
Jaringan Tak Stabil, Warga Kecamatan Batang Merangin Kesulitan Akses Internet
Program 3S Sungai Penuh Makin Kuat, Azhar Hamzah Puji Kekompakan ASN Bantu Atasi Stunting
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Wawako Azhar Hamzah Bahas Pengawasan Aset Pemkot Sungai Penuh Bersama Komisi II DPR RI

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Kebakaran Lahan di RKE Sungai Penuh Hanguskan 0,5 Hektare, Damkar Bergerak Cepat Padamkan Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Pimpinan Baznas Sungai Penuh 2026–2031 Resmi Dilantik, Wako Alfin Dorong Zakat Jadi Kekuatan Ekonomi Umat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Dokter Tangguh Keliling Desa di Batang Hari Diaktifkan, Warga Bisa Dapat Layanan Kesehatan Lebih Dekat

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Perdana, Duet BKAD Sungai Penuh dan Kejari Sungai Penuh Berhasil Amankan Asset Senilai Rp1,54 miliar

Berita Terbaru