Ketidakpastian Regulasi Dinilai Hambat Aliran Modal Asing

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi investasi. (Sumber/Google)

Ilustrasi investasi. (Sumber/Google)

BISNIS,JS– Ketidakpastian kebijakan dan inkonsistensi regulasi menjadi penghambat utama pertumbuhan investasi di Indonesia. Kondisi ini meningkatkan biaya ekonomi dan menurunkan daya saing nasional, terutama di tengah persaingan ketat menarik modal asing di kawasan ASEAN.

Stabilitas Regulasi Kunci Daya Tarik Investasi

Ekonom Senior Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menekankan pentingnya stabilitas aturan bagi dunia usaha. “Dalam investasi, kepastian regulasi sama pentingnya dengan insentif fiskal. Tanpa kepastian, investor cenderung menahan ekspansi,” ujarnya dalam seminar nasional Profesionalisme Penegakan Hukum dan Pengaruhnya terhadap Iklim Usaha di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga :  Investasi Emas Digital Kian Populer, Ini Daftar APK Resmi

Anthony menambahkan, perubahan kebijakan yang sering terjadi menimbulkan risiko tambahan bagi perusahaan. Akibatnya, Indonesia kalah kompetitif dibandingkan negara tetangga yang menawarkan aturan jelas dan stabil.

Investor Asing Alih Modal ke Negara Lain

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai banyak investor asing tertarik berinvestasi di Indonesia, tetapi akhirnya memilih negara lain seperti Thailand dan Vietnam. “Produk yang dibuat di negara tetangga tetap bisa masuk ke Indonesia melalui skema perdagangan ASEAN dengan tarif rendah. Indonesia tetap menjadi pasar, tetapi nilai tambah dan lapangan kerja justru dinikmati negara lain,” jelas Hikmahanto.

Baca Juga :  Minat Investasi Forex, Ini Cara Memilih Broker yang Aman

Perusahaan Menengah dan Besar Sama-sama Tertekan

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, menyoroti bahwa semua perusahaan merasakan dampak ketidakpastian regulasi. Perusahaan besar menghadapi risiko perubahan kebijakan, sementara perusahaan menengah sangat bergantung pada kepercayaan investor. “Ketika regulasi sering berubah, investor, terutama asing, menunda ekspansi. Hal ini langsung memengaruhi arus modal dan pertumbuhan usaha,” kata Abraham.

Penegakan Hukum yang Tidak Konsisten

Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari, menekankan bahwa Indonesia belum memiliki peta jalan konsisten dalam pemberantasan korupsi selama hampir tiga dekade. Akibatnya, penegakan hukum sering dipersepsikan tidak profesional, sehingga menambah ketidakpastian bagi dunia usaha.

Baca Juga :  Danantara Mulai Groundbreaking 6 Proyek Industri Strategis

Reformasi Kebijakan sebagai Agenda Strategis

Forum diskusi menekankan bahwa institusi dan kebijakan kini menjadi faktor utama yang membentuk kepercayaan pasar. Ketidakpastian regulasi, inkonsistensi kebijakan, dan persepsi risiko berpotensi menurunkan daya saing nasional.

Data World Justice Project menunjukkan indeks penegakan hukum Indonesia relatif rendah, menandakan perlunya perbaikan tata kelola. Perbaikan ini krusial untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 2026.

Diskusi yang menghadirkan Eros Djarot, Hikmahanto Juwana, Anthony Budiawan, dan DJ Donny menegaskan bahwa reformasi kebijakan harus menjadi agenda strategis. Tanpa kepastian dan konsistensi regulasi, upaya menarik investasi serta menciptakan lapangan kerja akan menghadapi hambatan struktural.(*)

Berita Terkait

Istilah Saham yang Wajib Dipahami Investor Pemula 2026, dari Bullish hingga Saham Gorengan
Modal Usaha Cepat Cair! Begini Cara Ajukan KUR BRI Online dengan Bunga Rendah
Bisnis Online Viral 2026 yang Paling Menguntungkan, Modal Kecil tapi Cuan Besar dari HP
Daftar Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina Seluruh Indonesia
KUR Paling Mudah Acc Bank 2026, BRI Masih Jadi Favorit UMKM Cair Cepat Tanpa Ribet
Update Harga Emas Perhiasan 22 Mei 2026: Raja Emas dan Lakuemas Kompak Turun
BI Rate Naik Lagi? Suku Bunga Diprediksi Sentuh 5,75%, Rupiah dan Kredit Terancam
Biaya Admin GoPay 2026 Terbaru, Top Up hingga Transfer Bank: Ini Rincian Lengkapnya
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:01 WIB

Istilah Saham yang Wajib Dipahami Investor Pemula 2026, dari Bullish hingga Saham Gorengan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:05 WIB

Modal Usaha Cepat Cair! Begini Cara Ajukan KUR BRI Online dengan Bunga Rendah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:06 WIB

Bisnis Online Viral 2026 yang Paling Menguntungkan, Modal Kecil tapi Cuan Besar dari HP

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:08 WIB

Daftar Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina Seluruh Indonesia

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:02 WIB

KUR Paling Mudah Acc Bank 2026, BRI Masih Jadi Favorit UMKM Cair Cepat Tanpa Ribet

Berita Terbaru