Kredit Macet Masih Mengintai, Ini Strategi BTN Menghadapinya?

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Rasio kredit macet KPR meningkat. (Sumber/Google)

Ilustrasi Rasio kredit macet KPR meningkat. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- Kemampuan nasabah mencicil kredit pemilikan rumah (KPR) masih mengalami tekanan. Hal ini terlihat dari rasio kredit macet perumahan yang meningkat di sejumlah bank hingga akhir 2025.

Tren NPL Properti Nasional

Bank Indonesia mencatat rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) sektor properti sebesar 3,08% pada Desember 2025. Angka ini lebih baik dibandingkan November 2025 yang mencapai 3,25%, meski secara tahunan naik dari 2,67% di 2024.

Kinerja BTN: Mulai Membaik

PT Bank Tabungan Negara (BTN), pengelola KPR terbesar di Indonesia, mencatat NPL properti naik menjadi 3,5% pada 2025 dari 3,3% di 2024. Namun, rasio ini menurun dibanding kuartal sebelumnya, September 2025, yang tercatat 3,8%.

Baca Juga :  Bisnis Reseller Produk Kecantikan: Modal Kecil, Untung Besar

Rinciannya, NPL KPR subsidi turun menjadi 1,4% pada 2025 dari 1,7% di 2024 dan 1,6% pada kuartal sebelumnya. Sebaliknya, NPL KPR non-subsidi naik menjadi 5,3% dari 3,7% pada 2024, meski menurun dari 5,7% pada kuartal sebelumnya.

Selain itu, BTN menghadapi rasio NPL tertinggi pada kredit konstruksi, mencapai 16,4% pada 2025 dari 16% di 2024.

Penyebab dan Prospek Perbaikan

Direktur Manajemen Risiko BTN, Setiyo Wibowo, menjelaskan kenaikan NPL properti terjadi karena pelemahan ekonomi makro, terutama pada segmen menengah ke bawah. “Tahun ini kondisinya diharapkan mulai membaik,” ujar Setiyo kepada Kontan, Jumat (13/2).

BTN optimistis tren perbaikan kualitas aset berlanjut. Bank menargetkan menekan NPL keseluruhan di bawah 3%.

Baca Juga :  Prajogo Pangestu Increases CUAN Stake Amid Market Downturn

Strategi BTN Menghadapi Risiko Kredit

Bank sudah menerapkan beberapa langkah strategis. Pertama, BTN mengotomasi proses kredit menggunakan data analytics dan AI untuk memperkuat underwriting serta sistem peringatan dini (early warning system).

Kedua, bank meningkatkan manajemen penagihan (collection management) melalui pendekatan berbasis segmentasi risiko. Ketiga, BTN memperkuat monitoring portofolio secara end-to-end agar dapat merespons potensi pemburukan kualitas kredit lebih cepat.

“Dengan perbaikan kualitas portofolio, penguatan pencadangan, dan transformasi proses berbasis data dan teknologi, kami yakin BTN akan semakin tangguh menghadapi dinamika ekonomi ke depan,” pungkas Setiyo.(*)

Berita Terkait

Berbeda dari MSCI dan FTSE, S&P Justru Rebalance Saham RI!
Harga Emas Turun Drastis: Ini Alasan di Balik Aksi Ambil Untung
Investor Menahan Diri, ORI029 Masih Setengah Terjual!
Inilah Rahasia Investor Pemula Bisa Untung di Era Digital
Pertumbuhan Kredit UMKM Tersendat, Bank Sampoerna Siapkan Strategi Baru untuk 2026
Imlek & Ramadan Dekat, Sektor Saham Ini Diprediksi Naik!
Intip Harga Emas Perhiasan 16 Februari 2026
OJK Wanti-Wanti: Jual Beli Rekening Bisa Bawa Masalah Besar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:00 WIB

Kredit Macet Masih Mengintai, Ini Strategi BTN Menghadapinya?

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:00 WIB

Berbeda dari MSCI dan FTSE, S&P Justru Rebalance Saham RI!

Selasa, 17 Februari 2026 - 06:00 WIB

Harga Emas Turun Drastis: Ini Alasan di Balik Aksi Ambil Untung

Selasa, 17 Februari 2026 - 03:00 WIB

Investor Menahan Diri, ORI029 Masih Setengah Terjual!

Senin, 16 Februari 2026 - 23:00 WIB

Inilah Rahasia Investor Pemula Bisa Untung di Era Digital

Berita Terbaru

S&P Dow Jones Indices.

Bisnis

Berbeda dari MSCI dan FTSE, S&P Justru Rebalance Saham RI!

Selasa, 17 Feb 2026 - 11:00 WIB