Lapor SPT 2026, Berikut Hal yang Perlu Disiapkan Wajib Pajak

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cara lapor SPT Tahun 2026

Ilustrasi cara lapor SPT Tahun 2026

JAKARTA,JS- Mulai tahun 2026, wajib pajak pribadi dan badan usaha akan melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan melalui Core Tax Administration System (Coretax) yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Sistem baru ini akan berlaku untuk pelaporan tahun pajak 2025 dan seterusnya. Agar proses pelaporan berjalan lancar, wajib pajak perlu mempersiapkan beberapa hal penting berikut.

1. Aktivasi Akun Coretax DJP

Baca Juga :  Pelaporan SPT Tahunan di Awal 2026 Alami Lonjakan Tajam

Sejak 1 Januari 2026, wajib pajak dapat mengakses Coretax DJP melalui situs resmi di https://coretaxdjp.pajak.go.id/. Wajib pajak yang sudah memiliki akun DJP Online bisa mengaktifkan akun dengan fitur “Lupa Kata Sandi”. Cukup masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai ID pengguna dan pilih metode konfirmasi melalui email atau nomor ponsel yang terdaftar.

Jika data kontak yang terdaftar tidak sesuai atau sudah tidak aktif, wajib pajak harus menghubungi Kring Pajak di nomor 1500200 atau langsung mengunjungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat untuk memperbarui data. Setelah itu, wajib pajak akan menerima tautan konfirmasi yang berlaku selama 1×24 jam untuk membuat kata sandi baru. Kata sandi tersebut harus memenuhi kriteria keamanan, yaitu terdiri dari minimal delapan karakter, dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter khusus.

Baca Juga :  DJP Terapkan Sistem Coretax untuk Pelaporan SPT Mulai 2026

2. Pembuatan Kode Otorisasi atau Sertifikat Elektronik

Setelah berhasil masuk ke akun Coretax DJP, wajib pajak harus membuat Kode Otorisasi atau Sertifikat Elektronik untuk menandatangani SPT secara digital. Wajib pajak dapat melakukannya melalui menu “Portal Saya” dan memilih submenu “Permintaan Kode Otorisasi/Sertifikat Elektronik”. Dalam proses ini, wajib pajak akan diminta untuk membuat passphrase yang memenuhi kriteria keamanan yang sama dengan kata sandi.

Sertifikat digital yang dihasilkan berlaku selama dua tahun dan dapat digunakan untuk menandatangani berbagai jenis SPT, termasuk SPT Tahunan dan SPT Masa, serta layanan perpajakan lainnya yang tersedia di Coretax DJP.

3. Pemutakhiran Data Profil Wajib Pajak

Wajib pajak perlu memperbarui data profil melalui menu “Profil Saya” di Coretax DJP. Beberapa informasi yang perlu diperbarui meliputi kontak, alamat tempat usaha, serta unit pajak keluarga. Untuk perubahan data lainnya, seperti identitas wajib pajak, klasifikasi lapangan usaha (KLU), rekening bank, atau alamat utama, wajib pajak bisa melakukannya melalui submenu khusus di “Portal Saya”. Perubahan data ini memerlukan dokumen pendukung dan pernyataan dari wajib pajak.

4. Penyiapan Daftar Harta dan Utang

Coretax DJP sudah menyediakan data perpajakan hasil migrasi dari sistem sebelumnya, termasuk informasi mengenai harta dan utang wajib pajak. Wajib pajak perlu memeriksa data tersebut dan memastikan kesesuaian dengan kondisi mereka pada akhir tahun pajak. Salah satu perubahan penting terkait pelaporan harta adalah pengisian “Nilai Saat Ini”, yang mengacu pada nilai wajar aset per 31 Desember, bukan lagi berdasarkan harga perolehan seperti pada sistem sebelumnya.

Aturan terbaru ini tercantum dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-11/PJ/2025, yang mengatur pelaporan pajak dalam Sistem Inti Administrasi Perpajakan.

5. Prinsip Pelaporan SPT yang Tetap Konsisten

Meskipun terjadi perubahan dalam sistem pelaporan, prinsip dasar pelaporan SPT tetap tidak berubah. Wajib pajak harus memastikan laporan yang disampaikan benar, lengkap, dan jelas. Pembaruan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pelaporan pajak di Indonesia. Dengan persiapan yang matang, wajib pajak bisa melaksanakan pelaporan SPT Tahunan dengan lebih mudah dan tepat waktu.(AN)

Berita Terkait

Waspada Modus Penipuan Mengatasnamakan Ditjen Pajak
Sertifikat Tanah Hilang? Begini Cara Mengurus dan Biayanya
Viral di Medsos! Suami di Grobogan Belah Rumah Jadi Dua
Ekonomi 6%, Lapangan Kerja Bakal Meledak! Ini Kata Pemerintah
Pemprov Kaltim Terapkan WFA Setiap Jumat bagi ASN
Kemenag Umumkan Panduan Belajar Ramadan 2026, Simak Aturannya!
Hilirisasi Kelapa & Gambir, Indonesia Target Rp5.000 T dari China
Tak Perlu Antri, Catat cara dan Jadwal Penukaran Uang Lebaran
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 22:00 WIB

Waspada Modus Penipuan Mengatasnamakan Ditjen Pajak

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:00 WIB

Sertifikat Tanah Hilang? Begini Cara Mengurus dan Biayanya

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:30 WIB

Viral di Medsos! Suami di Grobogan Belah Rumah Jadi Dua

Sabtu, 14 Februari 2026 - 23:00 WIB

Ekonomi 6%, Lapangan Kerja Bakal Meledak! Ini Kata Pemerintah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:30 WIB

Pemprov Kaltim Terapkan WFA Setiap Jumat bagi ASN

Berita Terbaru

Waspada Penipuan pajak. (Sumber/Google)

Nasional

Waspada Modus Penipuan Mengatasnamakan Ditjen Pajak

Minggu, 15 Feb 2026 - 22:00 WIB

Tampilan 'Baby Alphard' Toyota All New Voxy

Otomotif

Mewah dan Lapang, Intip Toyota Voxy ‘Baby Alphard’!

Minggu, 15 Feb 2026 - 21:00 WIB

Bupati Monadi Pimpin Gerakan Nasional Indonesia ASRI di Danau Kerinci

Daerah

Dari Danau Kerinci, Semangat Indonesia ASRI Bergema

Minggu, 15 Feb 2026 - 20:30 WIB

Sertifikat Tanah

Nasional

Sertifikat Tanah Hilang? Begini Cara Mengurus dan Biayanya

Minggu, 15 Feb 2026 - 20:00 WIB

Viral di medsos seorang suami di Jawa tengah yang nekat membagi dua rumahnya, diduga karena sang istri selingkuh. (Sumber/Instagram.com/pembasmi.kehalusan)

Nasional

Viral di Medsos! Suami di Grobogan Belah Rumah Jadi Dua

Minggu, 15 Feb 2026 - 19:30 WIB