BANDUNGBARAT,JS– Tim SAR gabungan menemukan Lima Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang gugur akibat longsor saat mereka mengikuti Latihan Pratugas Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Papua Nugini di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026).
Identitas Lima Prajurit yang Ditemukan
- Serda Marinir Sidiq Hariyanto
- Praka Marinir Muhammad Koriq
- Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita
- Praka Marinir Ari Kurniawan
- Pratu Marinir Febry Bramantio
Setelah evakuasi, keluarga menerima jenazah dan langsung mengantarkan mereka ke kampung halaman masing-masing. Pihak militer menyelenggarakan pemakaman secara militer untuk menghormati pengabdian para prajurit.
Tim SAR Gunakan Teknologi Modern
TNI AL menurunkan sekitar 200 personel Korps Marinir, bekerja sama dengan Basarnas dan instansi terkait, untuk mencari korban. Selain itu, tim SAR mengoperasikan drone pemantau udara, sensor termal, anjing pelacak (K9), dan alat berat untuk menyingkirkan material longsor.
Meskipun hujan deras dan medan berat menghambat proses, tim berhasil mengevakuasi lima jenazah melalui koordinasi intensif dan strategi pencarian yang matang. Sementara itu, tim terus mencari 18 prajurit lain yang masih hilang.
Kepala Staf AL Sampaikan Belasungkawa
Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Laut, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia menambahkan, negara memberikan santunan, pendampingan psikologis, dan beasiswa pendidikan bagi putra-putri almarhum hingga jenjang sarjana.
Selain itu, TNI AL membuka kesempatan bagi keluarga untuk bergabung menjadi prajurit, khususnya di TNI AL.
Pengabdian Prajurit Akan Selalu Dikenang
Kasal menegaskan bahwa keberanian dan loyalitas kelima prajurit ini menjadi pengorbanan tertinggi bagi negara. Dengan demikian, pengabdian mereka selalu dikenang dan tercatat dalam sejarah perjuangan TNI AL menjaga kedaulatan NKRI.(*)









