Malaysia Fokus pada Program Naturalisasi Pemain Asing

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Timnas Malaysia dengan pemain Naturalisasinya

Foto ; Timnas Malaysia dengan pemain Naturalisasinya

SPORT,JS—Setelah skandal pemalsuan dokumen yang mengguncang dunia sepak bola internasional, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kini berusaha mengubah arah program naturalisasi. Fokus utama mereka beralih ke pemain asing yang sudah lama tinggal di Malaysia untuk memperkuat tim nasional.

Skandal Naturalisasi yang Menghebohkan Dunia

Baca Juga :  Skandal Naturalisasi Timnas Malaysia Meledak! FAM Gugat FIFA ke CAS, 7 Pemain Terancam Karier Hancur

Pada 2022, Malaysia menarik perhatian FIFA setelah FAM terlibat dalam skandal pemalsuan dokumen. FAM mencoba memanfaatkan celah dalam aturan naturalisasi untuk memasukkan pemain keturunan yang tidak memenuhi syarat. Mereka memalsukan akte kelahiran leluhur pemain demi mempermudah proses naturalisasi. FIFA kemudian mengungkapkan skandal tersebut dan memberikan sanksi kepada FAM serta tujuh pemain yang terlibat. Sebagai langkah lanjutan, FAM mengajukan banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk membebaskan pemain-pemain tersebut dari hukuman.

Namun, FAM tidak menghentikan program naturalisasi. Sebaliknya, mereka beralih ke pendekatan yang lebih sah dan sesuai dengan regulasi FIFA.

Fokus pada Pemain Asing yang Sudah Lama Tinggal di Malaysia

Baca Juga :  Malaysia Bangun Pabrik Magnet Rp2,3 Triliun: Rebut Pasar Global Tanah Jarang dan Energi Bersih

Setelah kegagalan sebelumnya, FAM kini mengalihkan perhatian mereka ke pemain asing yang telah lama berkarier di Malaysia. Pemain yang telah tinggal di negara ini selama minimal lima tahun kini menjadi target utama dalam program naturalisasi. Kebijakan baru ini bertujuan menghindari masalah hukum serupa dan memperkuat tim nasional dengan cara yang lebih transparan.

Pemain pertama yang berhasil dinaturalisasi dengan skema baru ini adalah Jordan Mintah, striker asal Ghana yang sudah bermain di Liga Malaysia sejak 2018. Pada November lalu, FAM memanggil Mintah untuk bergabung dalam skuad Malaysia untuk Kualifikasi Piala Asia 2027. Sayangnya, Mintah tidak bisa tampil karena persyaratan dokumen yang belum lengkap.

Bergson: Kandidat Berikutnya dalam Program Naturalisasi

Setelah Mintah, FAM kini menargetkan Bergson, penyerang asal Brasil yang bermain untuk Johor Darul Takzim (JDT). Bergson, yang bergabung dengan JDT pada 2021, telah tampil luar biasa di Liga Malaysia. Pada musim 2025/2026, meski sempat cedera, Bergson mencetak 13 gol dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di liga.

Pelatih timnas Malaysia, Peter Cklamovski, baru-baru ini mengunggah video wawancara Bergson yang disertai dengan bendera Malaysia. Ini memperkuat spekulasi bahwa FAM akan segera menaturalisasi Bergson. Meski FAM belum mengeluarkan pengumuman resmi, banyak penggemar yang berharap Bergson akan segera bergabung dengan timnas.

Bergson: Adaptasi Cepat dan Kecintaan pada Budaya Lokal

Meskipun usianya sudah mencapai 35 tahun, kualitas permainan Bergson tetap mengesankan. Namun, yang lebih menarik adalah kemampuannya beradaptasi dengan budaya lokal. Bergson sudah menguasai bahasa Melayu dan menyatakan kecintaannya terhadap kuliner Malaysia, seperti nasi lemak dan nasi goreng. Sikap positif ini membuatnya semakin diterima oleh penggemar sepak bola Malaysia.

Bergson menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pemain yang handal di lapangan, tetapi juga bagian dari masyarakat Malaysia. Ini menjadi nilai tambah dalam proses naturalisasi.

Upaya FAM Menghadapi Tantangan

FAM kini berusaha memperbaiki citra mereka setelah skandal besar yang melibatkan pemalsuan dokumen. Fokus pada pemain asing yang sudah tinggal di Malaysia selama lima tahun dianggap sebagai solusi yang lebih aman dan sah menurut aturan FIFA. Keberhasilan program ini bergantung pada kemampuan FAM untuk menjalankan prosedur yang benar, tanpa melanggar aturan internasional.

Harapan untuk Timnas Malaysia di Masa Depan

Dengan kebijakan baru ini, FAM berharap timnas Malaysia semakin kuat. Pemain seperti Mintah dan Bergson, yang sudah beradaptasi dengan budaya lokal, diharapkan bisa memberikan kontribusi besar. Penggemar sepak bola Malaysia juga berharap FAM akan terus mematuhi aturan FIFA dan menjaga integritas dalam proses naturalisasi pemain.(Tim)

Berita Terkait

Bellingham Buka Pesta, Espí Jadi Penentu! Real Madrid Taklukkan Espanyol 2-1
Real Madrid Incar Erling Haaland pada 2027, Manchester City Mulai Waspada dengan Masa Depan Sang Striker
Cristiano Ronaldo Resmi Menikahi Georgina Rodriguez, Ini Momen Pernikahan Privat yang Jadi Sorotan Dunia
Vinicius Junior Kantongi Gaji Fantastis hingga 2032, Setara Cristiano Ronaldo di Real Madrid
Bukan Soal Produktivitas, Ini Alasan Timnas Indonesia Gagal Lolos Semifinal Piala AFF 2026
Real Madrid Bergerak Cepat! Vinicius Junior Ditawari Kontrak Fantastis Rp455 Miliar per Tahun, Arsenal Terancam Gigit Jari
Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3 di Piala AFF 2026, Peluang Lolos Semifinal Kini Ditentukan Laga Kontra Singapura
Timnas Indonesia Selangkah Lagi Menuju Semifinal Piala AFF 2026
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Bellingham Buka Pesta, Espí Jadi Penentu! Real Madrid Taklukkan Espanyol 2-1

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Real Madrid Incar Erling Haaland pada 2027, Manchester City Mulai Waspada dengan Masa Depan Sang Striker

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Cristiano Ronaldo Resmi Menikahi Georgina Rodriguez, Ini Momen Pernikahan Privat yang Jadi Sorotan Dunia

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Vinicius Junior Kantongi Gaji Fantastis hingga 2032, Setara Cristiano Ronaldo di Real Madrid

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Bukan Soal Produktivitas, Ini Alasan Timnas Indonesia Gagal Lolos Semifinal Piala AFF 2026

Berita Terbaru