Mangrove Pangkal Babu Jadi Sorotan Nasional, Kementerian Kehutanan Turun Langsung—Program Besar Segera Disetujui?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Wakil Bupati Tanjabbar bersama Tim Verifikasi dan Asistensi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia

Foto bersama Wakil Bupati Tanjabbar bersama Tim Verifikasi dan Asistensi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia

TANJABBAR,JS- Kawasan Wisata Mangrove Pangkal Babu di Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, kembali menjadi pusat perhatian. Kali ini, perhatian datang langsung dari pemerintah pusat melalui kunjungan Tim Verifikasi dan Asistensi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Selasa (5/5/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Tim kementerian melakukan verifikasi lapangan terhadap proposal strategis terkait pengelolaan mangrove berkelanjutan untuk ketahanan pesisir Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Program ini berpotensi menjadi salah satu proyek prioritas nasional di sektor lingkungan dan ekonomi berbasis pesisir.

Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., turun langsung mendampingi rombongan dalam peninjauan tersebut. Kehadiran pejabat pusat ini menandakan keseriusan pemerintah dalam melihat potensi besar kawasan mangrove di daerah tersebut.

Perjalanan Panjang Jadi Bukti Keseriusan Pemerintah

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Katamso menekankan bahwa kunjungan ini mencerminkan perhatian nyata pemerintah pusat terhadap daerah.

Ia menggambarkan perjalanan tim kementerian yang tidak mudah—mulai dari pesawat, perjalanan darat, hingga berjalan kaki menyusuri kawasan mangrove. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam memahami kondisi lapangan secara langsung.

Katamso juga menegaskan bahwa pemerintah daerah siap bersinergi penuh demi menyukseskan program pengembangan mangrove. Ia melihat peluang besar dari program ini, tidak hanya untuk menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Baca Juga :  Kabar Besar Pendidikan! Jambi Ajukan Dua Lokasi Pembangunan Sekolah Unggul Garuda

Mangrove Jadi Kunci Ketahanan Pesisir

Kawasan mangrove memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain menahan abrasi, mangrove juga berfungsi sebagai pelindung alami dari gelombang laut dan perubahan iklim.

Melalui program yang diusulkan, pemerintah menargetkan penguatan ketahanan pesisir berbasis ekosistem. Langkah ini menjadi sangat penting, terutama bagi wilayah seperti Tanjung Jabung Barat yang memiliki garis pantai cukup panjang dan rentan terhadap kerusakan lingkungan.

Tak hanya itu, mangrove juga menyimpan potensi ekonomi yang besar. Pengelolaan yang tepat dapat membuka peluang di sektor wisata, perikanan, hingga produk olahan berbasis mangrove.

Dukungan Penuh dari Kementerian Kehutanan

Tim verifikasi yang dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Fahrizal Fitri, memberikan sinyal positif terhadap usulan program tersebut.

Setelah melakukan peninjauan langsung, Fahrizal menyampaikan bahwa kondisi lapangan sesuai dengan paparan yang diajukan sebelumnya. Ia menilai kawasan Mangrove Pangkal Babu memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihak kementerian memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Bahkan, keputusan terkait realisasi program diperkirakan akan segera keluar dalam waktu dekat.

Pernyataan ini menjadi angin segar bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat yang selama ini berharap adanya dukungan konkret dari pemerintah pusat.

Lingkungan dan Ekonomi Berjalan Bersama

Program pengelolaan mangrove berkelanjutan ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan. Pemerintah juga memasukkan peningkatan ekonomi masyarakat sebagai bagian utama dari rencana tersebut.

Beberapa ruang lingkup program meliputi:

  • Penguatan kebijakan dan kelembagaan pengelolaan mangrove
  • Rehabilitasi lanskap mangrove secara berkelanjutan
  • Peningkatan mata pencaharian masyarakat pesisir

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya ingin menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan masyarakat sekitar merasakan manfaat langsung.

Dengan kata lain, program ini mengusung konsep ekonomi hijau yang menggabungkan konservasi dan kesejahteraan.

Baca Juga :  Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi! Pertamax Turbo Tembus Rp20.350 di Jambi, Ini Dampaknya untuk Masyarakat

Potensi Besar Wisata Mangrove Pangkal Babu

Mangrove Pangkal Babu selama ini sudah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Tanjung Jabung Barat. Namun, pengelolaannya masih memiliki ruang untuk berkembang lebih jauh.

Dengan adanya program dari pemerintah pusat, kawasan ini berpeluang menjadi destinasi ekowisata unggulan di tingkat nasional.

Pengembangan infrastruktur, promosi wisata, hingga pelibatan masyarakat lokal akan menjadi kunci sukses dalam meningkatkan daya tarik kawasan ini.

Jika dikelola secara optimal, wisata mangrove dapat menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Dampaknya tentu akan langsung terasa pada peningkatan pendapatan masyarakat setempat.

Peran Akademisi dan Stakeholder Lokal

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah pihak turut hadir dan memberikan dukungan, termasuk akademisi dari Universitas Jambi.

Kehadiran para ahli lingkungan menunjukkan bahwa program ini dirancang dengan pendekatan ilmiah dan berbasis data. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang.

Selain itu, pemerintah daerah juga melibatkan berbagai instansi terkait, seperti dinas pariwisata, perikanan, dan kelompok organisasi wanita. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi faktor penting dalam keberhasilan program.

Momentum Strategis untuk Tanjung Jabung Barat

Kunjungan ini menjadi momentum strategis bagi Tanjung Jabung Barat untuk mempercepat pembangunan berbasis lingkungan.

Dengan dukungan dari pemerintah pusat, daerah memiliki peluang besar untuk mengembangkan kawasan pesisir secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Selain itu, program ini juga dapat meningkatkan citra daerah sebagai wilayah yang peduli terhadap lingkungan dan inovatif dalam pengelolaan sumber daya alam.

Optimisme Menuju Realisasi Program

Pemerintah daerah menyambut kunjungan ini dengan penuh optimisme. Harapan besar kini tertuju pada keputusan kementerian yang akan menentukan langkah selanjutnya.

Jika program ini terealisasi, maka Mangrove Pangkal Babu tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga contoh sukses pengelolaan mangrove di Indonesia.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi tersebut.

Baca Juga :  Strategi Al Haris Bangun Jambi: Otonomi Daerah dan SDM Unggul Jadi Kunci

Masa Depan Pesisir Dimulai dari Mangrove

Pengelolaan mangrove bukan sekadar menjaga pohon di pesisir. Lebih dari itu, ini merupakan investasi jangka panjang untuk lingkungan, ekonomi, dan generasi mendatang.

Langkah yang diambil hari ini akan menentukan kondisi pesisir di masa depan. Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak menjadi sangat penting.

Mangrove Pangkal Babu kini berada di titik penting. Dengan perhatian dari pemerintah pusat, kawasan ini memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat ekowisata dan ketahanan pesisir yang berkelanjutan.

Jika semua berjalan sesuai rencana, Tanjung Jabung Barat bisa menjadi contoh nyata bagaimana lingkungan dan ekonomi dapat tumbuh bersama.(TIM)

Berita Terkait

Sri Kartini Alfin Hadiri Indonesia City Expo 2026 di Medan, Promosikan UMKM dan Kerajinan Unggulan Kota Sungai Penuh
Wali Kota Alfin Bawa Misi Investasi di Rakernas APEKSI 2026
Hadiri Gala Dinner APEKSI di Medan, Wali Kota Alfin Perkuat Kerja Sama Antar Kota
Isu Pelantikan Kepala Sekolah Kerinci Makin Riuh, Beberapa Guru Ngaku Dapat ‘Bisikan’
Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran
Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini
Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:52 WIB

Sri Kartini Alfin Hadiri Indonesia City Expo 2026 di Medan, Promosikan UMKM dan Kerajinan Unggulan Kota Sungai Penuh

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:31 WIB

Wali Kota Alfin Bawa Misi Investasi di Rakernas APEKSI 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:02 WIB

Hadiri Gala Dinner APEKSI di Medan, Wali Kota Alfin Perkuat Kerja Sama Antar Kota

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:01 WIB

Isu Pelantikan Kepala Sekolah Kerinci Makin Riuh, Beberapa Guru Ngaku Dapat ‘Bisikan’

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:01 WIB

Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran

Berita Terbaru