JAKARTA,JS- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyerukan gerakan nasional untuk memperkuat peran penyuluh pertanian sebagai garda terdepan mewujudkan swasembada pangan.
Dalam arahannya, Mentan Amran menegaskan bahwa pertanian adalah sektor strategis yang menjadi penopang kedaulatan dan masa depan ekonomi bangsa.
“Tidak ada yang lebih ingin melihat Indonesia berdaulat pangan selain kita sendiri. Pasarnya besar, potensinya luar biasa. Karena itu, kita harus bergerak cepat. Kalau kita diam, rakyat kita yang akan menderita,” tegasnya.
Amran juga menyoroti pentingnya fungsi penyuluh dalam memastikan kebijakan pertanian berjalan efektif di lapangan, mulai dari distribusi pupuk, alsintan, hingga pendampingan petani. Ia berjanji akan menindak tegas praktik mafia pupuk dan memastikan distribusi subsidi berjalan bersih serta tepat sasaran.
“Penyuluh adalah pertahanan terdepan kita. Saya ingin seluruh penyuluh merasa terhormat, karena kalau saya menghormati Anda, maka seluruh Indonesia akan menghormati Anda,” ujarnya.
Mereka menyatakan siap satu komando mendukung peningkatan produksi dan ketahanan pangan nasional.
Koordinator penyuluh asal Kalimantan Barat, Heru Chandra mengaku terharu bisa diterima langsung oleh Menteri.
“Kebijakan yang beliau ambil benar-benar dirasakan petani, seperti penurunan harga pupuk hingga 20 persen dan kenaikan harga gabah menjadi Rp6.500 per kilogram,” katanya.
Sementara itu, Omi Dwi Nurami, penyuluh dari Bengkulu, menilai perhatian pemerintah terhadap peran penyuluh semakin nyata.
“Ini menunjukkan bahwa penyuluh memang ujung tombak swasembada pangan. Kami siap bergerak satu komando mendukung program nasional,” ujarnya.
Ia menilai kebijakan Mentan Amran membawa dampak langsung bagi petani.
“Petani jadi semangat menanam dua sampai tiga kali setahun. Ini hasil nyata dari kebijakan yang berpihak kepada petani,” tuturnya.
Menutup pertemuan, Mentan Amran kembali menegaskan rasa bangganya terhadap para penyuluh yang telah berjuang di lapangan.
“Saya tahu persis perjuangan penyuluh karena saya juga pernah berada di posisi itu. Tapi sekarang, saya ingin penyuluh merasa bangga — karena Anda semua adalah Breaujung tombak kemajuan bangsa,” tegas Amran.(AN)









