SPORT,JS- Kejuaraan dunia MotoGP bersiap mencetak sejarah baru mulai musim depan. Untuk pertama kalinya dalam era modern, MotoGP akan menggelar balapan di sirkuit jalan raya, dengan Australia sebagai panggung pembuka inovasi tersebut.
Langkah ini sekaligus mengakhiri kebiasaan MotoGP yang selama puluhan tahun mengandalkan sirkuit permanen demi alasan keselamatan.
Sebagai konsekuensi dari perubahan besar ini, seri Grand Prix Australia tidak lagi berlangsung di Phillip Island Circuit. Padahal, sirkuit tersebut telah lama menjadi ikon MotoGP berkat karakter lintasannya yang cepat, mengalir, dan menantang.
Namun demikian, minimnya pembaruan fasilitas selama lebih dari satu dekade membuat MotoGP menilai Phillip Island tak lagi ideal untuk kebutuhan kejuaraan modern.
Kontrak Berakhir, MotoGP Pilih Arah Baru
Seiring berakhirnya kontrak dengan pengelola sirkuit dan pemerintah negara bagian Victoria pada tahun ini, MotoGP langsung menentukan tujuan baru. Kali ini, paddock balap motor dunia bergeser ke Australia Selatan.
Berbeda dari Phillip Island, Adelaide tidak memiliki sirkuit permanen. Oleh karena itu, penyelenggara akan mengubah kawasan hijau Park Lands di pusat kota menjadi sirkuit jalan raya sementara.
Menurut Direktur Olahraga MotoGP, Carlos Ezpeleta, keputusan tersebut membawa makna strategis bagi masa depan kejuaraan.
“Membawa MotoGP ke Adelaide menandai tonggak penting dalam perkembangan kejuaraan kami. Kota ini memiliki reputasi global dalam menyelenggarakan event olahraga besar,” ujarnya.
Adelaide Bukan Pendatang Baru di Motorsport
Lebih lanjut, Ezpeleta menilai Adelaide sebagai lokasi ideal karena sejarah panjangnya di dunia balap. Sirkuit jalan raya kota ini pernah menjadi tuan rumah Formula 1 pada periode 1985 hingga 1995 serta ajang Supercars.
MotoGP akan mengadaptasi tata letak sirkuit Formula 1 tersebut dengan sejumlah penyesuaian teknis agar sesuai dengan kebutuhan balap motor.
Tantangan Keselamatan Jadi Sorotan Utama
Meski demikian, balapan motor di sirkuit jalan raya langsung memicu perdebatan. Balap motor menuntut ruang keselamatan yang lebih luas dibandingkan balap mobil.
Pembalap mobil terlindungi oleh rangka kendaraan saat terjadi benturan. Sebaliknya, pembalap motor hanya mengandalkan helm dan pakaian pelindung. Bahkan, pemilihan area run-off—antara kerikil atau aspal—kerap memicu perbedaan pandangan antara MotoGP dan Formula 1.
MotoGP Pernah Menjauh dari Sirkuit Jalan Raya
Dalam beberapa dekade terakhir, MotoGP justru meninggalkan sirkuit jalan raya demi menekan risiko kecelakaan fatal. Contoh paling ekstrem muncul dari Isle of Man TT, yang pernah masuk kalender Grand Prix sebelum pembalap memboikotnya pada era 1970-an akibat tingginya angka korban jiwa.
Fakta tersebut membuat rencana balapan di Adelaide menuai perhatian ekstra.
MotoGP Tegaskan Keselamatan Tak Bisa Ditawar
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Ezpeleta menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama sejak tahap perencanaan awal. MotoGP bekerja sama dengan FIM untuk memastikan seluruh desain sirkuit memenuhi standar tertinggi.
“Sejak awal, kami memastikan setiap elemen sirkuit dirancang khusus untuk balap motor modern,” kata Ezpeleta.
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini memungkinkan pembalap bertarung secara agresif tanpa mengorbankan rasa aman.
Ujian Masa Depan MotoGP Dimulai di Adelaide
Dengan digelarnya GP Australia di sirkuit jalan raya Adelaide, MotoGP tak sekadar memindahkan lokasi balapan. Kejuaraan ini juga menguji arah baru masa depan balap motor: memadukan tantangan sirkuit kota dengan standar keselamatan modern.
Musim depan, Adelaide bukan hanya menjadi tuan rumah balapan, tetapi juga saksi eksperimen terbesar MotoGP dalam beberapa dekade terakhir.(*)









