Opini : Mungkinkah Pohon Kita akan Tumbang?

(Refleksi Konflik Nahdatul Ulama)

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

OPINI: 

Oleh: Jafar Ahmad (Warga NU-Asal Kerinci, Jambi)

1. Konflik Menghangat, Kekhawatiran Meningkat

Konflik di tubuh Nahdlatul Ulama terus menghangat. Perselisihan antara Rais Aam KH. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Gus Yahya Cholil Staquf menyebar ke ruang publik. Rotasi pengurus, pencopotan jabatan, dan klaim legitimasi muncul di banyak media. Akibatnya, banyak orang mulai khawatir. Mereka bertanya: apakah NU akan runtuh?

2. NU Sudah Berkali-kali Lolos dari Badai

Kekhawatiran itu wajar. Namun, sejarah NU menunjukkan hal sebaliknya. NU berulang kali menghadapi konflik yang jauh lebih besar. Situbondo 1984, tekanan Orde Baru, dan gesekan pada masa Gus Dur menjadi beberapa contohnya. Setelah setiap badai, NU justru tumbuh lebih kuat. Survei LSI 2023 memperkuat gambaran itu dengan mencatat 56,9% penduduk Indonesia berafiliasi dengan NU. Dengan demikian, benturan elit tidak cukup kuat untuk mengguncang NU.

3. Habitus: Kekuatan Kultural yang Menjaga NU

Untuk memahami ketangguhan ini, kita perlu melihat konsep habitus dari Pierre Bourdieu. Habitus tumbuh dari tradisi yang masyarakat lakukan setiap hari. Karena itu, ia tidak bergantung pada keputusan elit. Tradisi NU—tahlilan, manaqiban, istighotsah, haul wali, yasinan, dan ngaji kitab kuning—membentuk ritme hidup banyak orang. Warga menjalankan tradisi itu secara otomatis, tanpa menunggu arahan siapa pun.

Baca Juga :  Kades Merangin Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir Solok

4. Akar NU Tumbuh di Pesantren dan Komunitas

Kekuatan NU tidak berhenti di kantor PBNU. Sebaliknya, NU hidup melalui ribuan pesantren dan majelis taklim. Relasi guru–murid yang kuat menjaga tradisi tetap hidup. Kiai kampung tetap mengajar kitab kuning. Ibu-ibu tetap membaca Yasin setiap malam Jumat. Para santri tetap mengaji sebelum fajar. Dengan kata lain, kehidupan keagamaan NU berjalan seperti biasa meski elitnya berselisih.

5. Konflik Elit Tak Mampu Menggeser Jamaah

Jamaah NU tidak mudah terbelah. Sebab, mereka mengikuti kiai yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. Kiai kampung memimpin doa panen, mengurus jenazah, dan mendamaikan warga. Konflik di Jakarta tidak menyentuh hubungan sosial semacam ini. Oleh karena itu, NU menyerupai pohon tua dengan akar sangat dalam. Angin mungkin menggoyang ranting, tetapi batangnya tetap berdiri tegak.

Baca Juga :  Nyalakan Lampu Sein 5 Detik Sebelum Bermanuver, Ini Alasannya

6. Tradisi Menguatkan, Bukan Struktur yang Merapuh

Warga NU tidak perlu gelisah. Istighotsah tetap berlangsung. Sanad keilmuan tetap tersambung. Amaliyah tetap hidup di rumah-rumah dan pesantren. Singkatnya, konflik elit merupakan dinamika biasa dalam organisasi besar. Justru, kekuatan NU lahir dari tradisi yang meresap ke dalam kehidupan masyarakat.

Penutup: NU Tetap Kokoh Selama Akar Dijaga

NU akan tetap kokoh selama warganya menjaga tradisi. Akar budaya memberi kekuatan yang jauh melebihi riak konflik. Kesimpulannya, selama akar itu kuat, pohon besar bernama NU tidak akan tumbang.(AR)

Berita Terkait

Berapa Butir Telur yang Aman Dimakan Saat Diet? Ahli Ungkap Fakta yang Jarang Diketahui, Jangan Sampai Salah Konsumsi!
Rumah Belum Bersertifikat Bisa Dijual? Ini Aturan Terbaru, Risiko Besar, dan Cara Aman Agar Tidak Kehilangan Uang
Ribuan Guru PPPK Paruh Waktu Terancam Gagal Cair TPG 2026, Status Dapodik Berubah Jadi Tendik, Ini Penyebab
Asuransi Penyakit Kritis 2026: Premi Mulai Rp44 Ribu, Ini Cara Melindungi Keuangan dari Biaya Kanker, Stroke, hingga Serangan Jantung
Kredit ASN 2026: Cara Ajukan Pinjaman dengan SK, Syarat Lengkap, Bunga Rendah, Plafon Besar hingga Ratusan Juta
Pendaftaran Sekolah Ikatan Dinas 2026 Segera Dibuka, Lulusan SMA Harus Bersiap Hadapi Seleksi CAT BKN
Jangan Sampai Tertipu, Ini Batas Maksimal Denda, Aturan Debt Collector, dan Dampaknya ke SLIK OJK
BKAD Sungai Penuh Mulai Menertibkan Aset Pemkot, Kendaraan Dinas yang Masih Tercecer Segera Ditarik
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:01 WIB

Berapa Butir Telur yang Aman Dimakan Saat Diet? Ahli Ungkap Fakta yang Jarang Diketahui, Jangan Sampai Salah Konsumsi!

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Rumah Belum Bersertifikat Bisa Dijual? Ini Aturan Terbaru, Risiko Besar, dan Cara Aman Agar Tidak Kehilangan Uang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Ribuan Guru PPPK Paruh Waktu Terancam Gagal Cair TPG 2026, Status Dapodik Berubah Jadi Tendik, Ini Penyebab

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:01 WIB

Asuransi Penyakit Kritis 2026: Premi Mulai Rp44 Ribu, Ini Cara Melindungi Keuangan dari Biaya Kanker, Stroke, hingga Serangan Jantung

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:01 WIB

Kredit ASN 2026: Cara Ajukan Pinjaman dengan SK, Syarat Lengkap, Bunga Rendah, Plafon Besar hingga Ratusan Juta

Berita Terbaru