Ngabuburit di Sungai Penuh Berujung Macet? Polisi Ingatkan Pengendara soal Parkir dan Keselamatan

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pasar bedug sungai penuh

Suasana pasar bedug sungai penuh

SUNGAIPENUH,JS– Aktivitas berburu takjil menjelang berbuka puasa meningkatkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan Kota Sungai Penuh. Kendaraan roda dua dan roda empat memadati kawasan penjualan makanan berbuka, sementara pengendara yang berhenti untuk berbelanja turut mempersempit ruang gerak kendaraan lain.

Situasi tersebut menuntut perhatian pengendara dan pedagang agar aktivitas Ramadan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Selain memperpanjang waktu perjalanan, kebiasaan berhenti mendadak dan parkir sembarangan juga meningkatkan risiko kecelakaan.

Satlantas Polres Kerinci mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi aturan lalu lintas selama menjalankan aktivitas ngabuburit. Kepolisian juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain, terutama ketika volume kendaraan meningkat menjelang azan Magrib.

Lalu Lintas Sungai Penuh Padat Menjelang Magrib

Menjelang waktu berbuka, masyarakat biasanya memanfaatkan sore hari untuk mencari makanan dan minuman di berbagai lokasi penjualan takjil. Aktivitas tersebut membuat sejumlah titik jalan lebih ramai daripada waktu biasa.

Pengendara sepeda motor mendominasi pergerakan menuju pusat jajanan Ramadan. Pada saat bersamaan, kendaraan pribadi juga melintas untuk mengantar keluarga, menjemput anggota keluarga, atau memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, kepadatan semakin terasa ketika pengunjung menghentikan kendaraan di dekat lapak pedagang. Sebagian pengendara memilih lokasi terdekat untuk membeli makanan tanpa mempertimbangkan ruang yang dibutuhkan kendaraan lain.

Akibatnya, arus kendaraan bergerak lebih lambat. Pengendara yang melintas juga harus lebih waspada ketika menghadapi kendaraan yang tiba-tiba mengerem, berpindah jalur, atau keluar dari area parkir.

Kondisi ini membutuhkan kedisiplinan semua pihak. Pengendara perlu memilih tempat berhenti yang aman, sedangkan pedagang dan pengunjung sebaiknya menjaga agar aktivitas jual beli tidak mengganggu badan jalan.

Baca Juga :  Kursi Kepsek Kosong, 12 SD di Sungai Penuh Tetap Jalan Normal

Satlantas Polres Kerinci Ingatkan Pengendara

Kanit Turjawali Satlantas Polres Kerinci, Ipda Debi Rusadi, mengimbau masyarakat agar tetap tertib saat berkendara selama Ramadan. Ia mengingatkan bahwa suasana berburu takjil tidak boleh membuat pengendara mengabaikan keselamatan.

Pengendara sepeda motor harus mengenakan helm, mematuhi rambu lalu lintas, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Selain itu, setiap pengendara perlu memperhatikan kondisi sekitar sebelum berhenti atau berpindah jalur.

Pengendara juga harus menghindari tindakan melawan arus. Meskipun terlihat sebagai jalan pintas untuk mencapai lokasi penjualan takjil, tindakan tersebut dapat membahayakan pengguna jalan dari arah berlawanan.

Kedisiplinan menjadi semakin penting ketika banyak kendaraan bergerak dalam ruang yang terbatas. Pengendara yang terburu-buru justru dapat memperbesar risiko tabrakan, terutama ketika kendaraan lain sulit menghindari manuver mendadak.

Karena itu, masyarakat perlu merencanakan perjalanan dengan baik. Pengendara dapat berangkat lebih awal, memilih lokasi belanja yang menyediakan tempat parkir, serta menghindari berhenti di titik yang menghambat arus kendaraan.

Parkir Sembarangan Bisa Memperparah Kemacetan

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian Satlantas Polres Kerinci ialah kebiasaan parkir di bahu jalan atau lokasi yang terlalu dekat dengan arus kendaraan. Kebiasaan tersebut dapat mengurangi lebar jalan yang tersedia dan menyulitkan kendaraan lain untuk melintas.

Ketika beberapa kendaraan berhenti secara bersamaan, ruang gerak lalu lintas semakin terbatas. Pengendara yang ingin melewati kendaraan parkir terpaksa mengambil jalur lain, sehingga berpotensi mengganggu kendaraan dari arah berlawanan.

Situasi itu juga menyulitkan pengendara sepeda motor yang bergerak di antara kendaraan. Jika seseorang membuka pintu mobil, keluar dari tempat parkir, atau menyeberang tanpa memperhatikan keadaan sekitar, risiko kecelakaan dapat meningkat.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan karena ingin cepat mendapatkan takjil, aturan lalu lintas diabaikan,” ujar Ipda Debi.

Imbauan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan kemudahan pribadi. Setiap keputusan untuk berhenti atau memarkir kendaraan turut memengaruhi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan lainnya.

Pengunjung pasar takjil sebaiknya memanfaatkan area parkir yang tersedia. Jika lokasi tujuan tidak memiliki tempat parkir memadai, pengendara dapat memilih lokasi alternatif yang lebih aman dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki apabila memungkinkan.

Baca Juga :  Dari Jakarta untuk Sungai Penuh: Sinyal Kuat Pilot Project Sampah

Polisi Siapkan Pengaturan di Titik Rawan

Untuk mengantisipasi kepadatan, Satlantas Polres Kerinci akan meningkatkan patroli dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik yang rawan kemacetan. Petugas juga bersiaga pada jam-jam sibuk menjelang berbuka puasa untuk membantu mengurai antrean kendaraan.

Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Pengaturan juga dapat membantu warga yang hendak menyeberang di kawasan ramai.

Meski demikian, kelancaran lalu lintas tidak hanya bergantung pada petugas kepolisian. Pengendara tetap memegang peran penting melalui kepatuhan terhadap rambu, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta kebiasaan berkendara dengan sabar.

Masyarakat juga perlu mengikuti arahan petugas ketika melintas di kawasan yang mengalami kepadatan. Jika petugas mengarahkan kendaraan ke jalur tertentu, pengendara sebaiknya mengikuti instruksi agar arus lalu lintas tidak semakin semrawut.

Selain itu, pengendara perlu memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian. Lampu sein, lampu rem, kaca spion, dan rem yang berfungsi dengan baik membantu pengendara berkomunikasi dengan pengguna jalan lain serta mengurangi risiko kecelakaan.

Tips Aman Berburu Takjil Saat Ramadan

Masyarakat dapat menerapkan beberapa langkah sederhana agar perjalanan menuju lokasi penjualan takjil tetap aman dan nyaman.

Pertama, gunakan helm berstandar keselamatan saat mengendarai sepeda motor dan kenakan sabuk pengaman ketika menggunakan mobil. Kedua, hindari penggunaan telepon seluler saat berkendara karena perhatian yang terpecah dapat mengurangi kemampuan merespons bahaya.

Ketiga, jangan berhenti mendadak di tengah jalan hanya untuk membeli makanan. Pilih tempat berhenti yang aman dan tidak menghalangi kendaraan lain. Keempat, hindari parkir di tikungan, persimpangan, atau lokasi yang mengganggu jarak pandang pengendara.

Kelima, berikan perhatian khusus kepada pejalan kaki, anak-anak, dan warga lanjut usia yang menyeberang di sekitar pusat jajanan. Pengendara perlu mengurangi kecepatan ketika melintasi kawasan yang ramai aktivitas masyarakat.

Masyarakat juga sebaiknya tidak terburu-buru mengejar waktu berbuka. Jika perjalanan membutuhkan waktu lebih lama akibat kemacetan, utamakan keselamatan daripada memaksakan kecepatan.

Jaga Kenyamanan Ramadan di Sungai Penuh

Aktivitas berburu takjil merupakan bagian dari kebiasaan masyarakat yang turut menghidupkan suasana Ramadan. Namun, kegiatan tersebut perlu berjalan seiring dengan ketertiban dan keselamatan di jalan raya.

Kepatuhan terhadap aturan parkir, penggunaan helm, serta kesediaan mengikuti arahan petugas dapat membantu mengurangi gangguan lalu lintas. Pedagang dan pengunjung pun perlu menjaga ruang jalan agar kendaraan tetap dapat melintas dengan aman.

Satlantas Polres Kerinci berharap masyarakat meningkatkan kesadaran berlalu lintas selama Ramadan. Dengan kerja sama antara kepolisian dan pengguna jalan, aktivitas ngabuburit di Kota Sungai Penuh dapat berlangsung lebih tertib tanpa mengabaikan keselamatan.

Pada akhirnya, tujuan berburu takjil bukan sekadar mendapatkan makanan untuk berbuka, tetapi juga menikmati Ramadan dengan nyaman bersama keluarga. Karena itu, masyarakat perlu menjadikan keselamatan sebagai prioritas setiap kali berkendara, terutama saat jalanan ramai menjelang azan Magrib.(AN)

Berita Terkait

Dapat Dukungan Guru dan Siswa, Lamia Deareni Ungkap Target Besarnya untuk SMPN 8 Sungai Penuh
BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 2.474 Nelayan Tanjab Timur, Ada Manfaat JKM Rp213 Juta
5 Kepala OPD Sungai Penuh Resmi Dilantik, Ini Pesan Penting Azhar Hamzah
Belanja Kebutuhan Pokok? Gerakan Pangan Murah Hadir di Taman Tugu 17 Sungai Penuh
5 Kepala OPD Sungai Penuh Resmi Dilantik, Ini Namanya
Siang Ini, Lima Pejabat Eselon II Pemkot Sungai Penuh Dikabarkan Dilantik, Siapa Saja?
194 Hektare Sawah di Batang Hari Gagal Panen, Kekeringan Ancam Ratusan Hektare Lainnya
Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Dapat Dukungan Guru dan Siswa, Lamia Deareni Ungkap Target Besarnya untuk SMPN 8 Sungai Penuh

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:01 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 2.474 Nelayan Tanjab Timur, Ada Manfaat JKM Rp213 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:10 WIB

5 Kepala OPD Sungai Penuh Resmi Dilantik, Ini Pesan Penting Azhar Hamzah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Belanja Kebutuhan Pokok? Gerakan Pangan Murah Hadir di Taman Tugu 17 Sungai Penuh

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:30 WIB

5 Kepala OPD Sungai Penuh Resmi Dilantik, Ini Namanya

Berita Terbaru