Kursi Kepsek Kosong, 12 SD di Sungai Penuh Tetap Jalan Normal

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak slah satu Sekolah Dasar di Sungai Penuh

Tampak slah satu Sekolah Dasar di Sungai Penuh

SUNGAIPENUH,JS– Sebanyak 12 Sekolah Dasar (SD) di Kota Sungai Penuh kini berada di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah. Kondisi tersebut muncul setelah masa jabatan sejumlah kepala sekolah definitif berakhir.

Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh mengambil langkah sementara untuk menjaga kelancaran pengelolaan sekolah. Melalui penunjukan Plt, pemerintah daerah berupaya memastikan kegiatan belajar mengajar, pelayanan administrasi, dan koordinasi tenaga pendidik tetap berjalan.

Kebijakan ini menjadi perhatian karena kepala sekolah memegang peran penting dalam mengatur kegiatan pendidikan. Selain mengoordinasikan guru, kepala sekolah juga bertanggung jawab terhadap administrasi, kedisiplinan, serta pelaksanaan program pembelajaran.

Disdik Pastikan Aktivitas Sekolah Tetap Berjalan

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Bobi Haryanto, menjelaskan bahwa penunjukan Plt bertujuan menjaga stabilitas pengelolaan sekolah selama proses pengisian jabatan definitif belum tuntas.

Menurut Bobi, setiap sekolah membutuhkan pemimpin yang mampu mengambil keputusan dan mengoordinasikan seluruh kegiatan pendidikan. Karena itu, Dinas Pendidikan bergerak untuk mengisi kekosongan kepemimpinan agar aktivitas sekolah tidak mengalami hambatan.

Kehadiran Plt juga membantu sekolah menjalankan agenda harian, mulai dari pengaturan tugas guru hingga koordinasi dengan orang tua dan pihak terkait. Dengan demikian, berakhirnya masa jabatan kepala sekolah tidak harus mengganggu rutinitas belajar siswa.

Meski demikian, penunjukan Plt tetap memerlukan pengawasan dan evaluasi. Dinas Pendidikan perlu memastikan setiap pejabat sementara menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya serta mampu memenuhi kebutuhan sekolah.

Baca Juga :  Dari Jakarta untuk Sungai Penuh: Sinyal Kuat Pilot Project Sampah

Mayoritas Plt Berasal dari ASN

Bobi menjelaskan bahwa sebagian besar Plt kepala sekolah berasal dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, terdapat satu sekolah yang mendapat pemimpin sementara dari unsur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menurutnya, tenaga PPPK tersebut memiliki kompetensi kepemimpinan yang dinilai memadai untuk menjalankan tugas kepala sekolah.

Bobi juga menyoroti perkembangan positif di sekolah yang dipimpin tenaga PPPK tersebut. Sekolah yang sebelumnya menghadapi persoalan jumlah siswa justru mencatat peningkatan peserta didik di bawah kepemimpinan yang bersangkutan.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa pengelolaan sekolah membutuhkan kemampuan memimpin, membangun komunikasi, dan mengembangkan kepercayaan masyarakat. Status kepegawaian bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seorang pemimpin pendidikan.

Namun, peningkatan jumlah siswa juga perlu dilihat bersama faktor lain, seperti kualitas pembelajaran, lingkungan sekolah, ketersediaan fasilitas, serta kepercayaan orang tua. Berbagai aspek tersebut dapat memengaruhi keputusan keluarga ketika memilih sekolah untuk anak mereka.

Tantangan Pengelolaan Sekolah Selama Masa Transisi

Penunjukan Plt memberi ruang bagi sekolah untuk tetap menjalankan kegiatan rutin. Meski begitu, masa transisi kepemimpinan tetap membutuhkan perhatian agar pengelolaan sekolah berjalan konsisten.

Seorang Plt perlu memahami kondisi sekolah, memetakan kebutuhan tenaga pendidik, serta menjaga komunikasi dengan guru dan orang tua. Selain itu, pemimpin sementara harus memastikan program pembelajaran tetap mengikuti kalender pendidikan dan ketentuan yang berlaku.

Pengelolaan administrasi juga menjadi bagian penting. Sekolah harus menjaga ketertiban dokumen, pelaporan kegiatan, serta koordinasi dengan Dinas Pendidikan agar seluruh urusan berjalan sesuai prosedur.

Di sisi lain, guru perlu tetap fokus pada proses pembelajaran. Siswa harus memperoleh layanan pendidikan secara optimal tanpa terbebani perubahan kepemimpinan di lingkungan sekolah.

Karena itu, evaluasi berkala dapat membantu Dinas Pendidikan mengetahui perkembangan setiap sekolah selama masa penugasan Plt. Evaluasi tersebut juga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan kebutuhan dan prioritas pengisian jabatan definitif.

Menunggu Penetapan Kepala Sekolah Definitif

Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh masih perlu menuntaskan tahapan pengisian jabatan kepala sekolah definitif untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan dalam jangka panjang.

Kepala sekolah definitif memiliki tanggung jawab untuk menyusun arah pengembangan sekolah secara berkelanjutan. Tugas tersebut mencakup peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kompetensi guru, pengelolaan sumber daya, dan penciptaan lingkungan belajar yang aman bagi siswa.

Sementara itu, para Plt perlu menjalankan amanah secara profesional selama masa penugasan. Mereka juga perlu menjaga koordinasi dengan jajaran Dinas Pendidikan agar persoalan sekolah dapat segera ditangani.

Bobi berharap seluruh Plt kepala sekolah mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ia juga mendorong mereka untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat tata kelola sekolah.

Menurutnya, pelayanan pendidikan harus tetap menjadi prioritas, meskipun sejumlah sekolah tengah menghadapi pergantian kepemimpinan.

Baca Juga :  RUPS Bank Jambi Bahas Dividen dan Dana CSR 2026, Ini Peran Wali Kota Alfin

Mutu Pendidikan Tetap Menjadi Prioritas

Keberadaan Plt di 12 SD menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh untuk memastikan setiap sekolah tetap berfungsi optimal selama masa transisi.

Keberhasilan langkah ini tidak hanya bergantung pada penunjukan pemimpin sementara. Pengawasan, koordinasi, dan perhatian terhadap kebutuhan guru serta siswa juga memegang peranan penting.

Masyarakat tentu berharap pergantian kepemimpinan tidak mengurangi kualitas pelayanan pendidikan. Sebaliknya, masa transisi harus tetap memberi ruang bagi sekolah untuk memperbaiki manajemen, meningkatkan partisipasi siswa, dan mengembangkan proses pembelajaran.

Dinas Pendidikan pun perlu menjaga keterbukaan informasi mengenai perkembangan pengisian jabatan definitif agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai arah kebijakan tersebut.

Dengan kepemimpinan yang berjalan dan pengawasan yang konsisten, 12 SD di Kota Sungai Penuh diharapkan tetap mampu memberikan layanan pendidikan secara optimal sembari menunggu penetapan kepala sekolah definitif.

Bagi pemerintah daerah, menjaga keberlangsungan pendidikan bukan sekadar mengisi jabatan yang kosong. Langkah tersebut juga menyangkut kepastian pengelolaan sekolah, kualitas pembelajaran, serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan di Kota Sungai Penuh.(AN)

Berita Terkait

Dapat Dukungan Guru dan Siswa, Lamia Deareni Ungkap Target Besarnya untuk SMPN 8 Sungai Penuh
BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 2.474 Nelayan Tanjab Timur, Ada Manfaat JKM Rp213 Juta
5 Kepala OPD Sungai Penuh Resmi Dilantik, Ini Pesan Penting Azhar Hamzah
Aturan Guru Honorer 2027 Berubah, Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Gaji Mereka
Belanja Kebutuhan Pokok? Gerakan Pangan Murah Hadir di Taman Tugu 17 Sungai Penuh
5 Kepala OPD Sungai Penuh Resmi Dilantik, Ini Namanya
Siang Ini, Lima Pejabat Eselon II Pemkot Sungai Penuh Dikabarkan Dilantik, Siapa Saja?
194 Hektare Sawah di Batang Hari Gagal Panen, Kekeringan Ancam Ratusan Hektare Lainnya
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Dapat Dukungan Guru dan Siswa, Lamia Deareni Ungkap Target Besarnya untuk SMPN 8 Sungai Penuh

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:01 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 2.474 Nelayan Tanjab Timur, Ada Manfaat JKM Rp213 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:10 WIB

5 Kepala OPD Sungai Penuh Resmi Dilantik, Ini Pesan Penting Azhar Hamzah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Aturan Guru Honorer 2027 Berubah, Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Gaji Mereka

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Belanja Kebutuhan Pokok? Gerakan Pangan Murah Hadir di Taman Tugu 17 Sungai Penuh

Berita Terbaru