SELEBRITIS,JS – Noe Letto, vokalis band Letto dan putra budayawan Emha Ainun Najib alias Cak Nun, resmi bergabung sebagai tenaga ahli di Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Keputusan ini menuai perhatian publik karena Noe menegaskan langkahnya bukan untuk mencari pengaruh politik, melainkan sebagai eksperimen untuk menguji respons pemerintah terhadap kritik dari dalam sistem.
Eksperimen Kritis di Dalam Sistem
Dalam pernyataan di kanal Youtube @sabrangmdp_official pada Rabu (21/1/2025), Noe menjelaskan bahwa tujuan kehadirannya di DPN adalah melihat apakah pemerintah dapat menerima kritik yang disampaikan secara metodis dan objektif. Ia menekankan, sikap kritisnya terhadap pemerintah tidak berubah meski kini berada di lembaga negara.
“Apa yang kita lakukan tetap sama. Bedanya, sekarang ada kebutuhan tertentu berhubungan dengan eksperimen,” ujar Noe. Oleh karena itu, ia mencoba menyampaikan masukan secara sistematis dari posisi tenaga ahli.
Peran Tenaga Ahli
Noe menegaskan bahwa jabatan tenaga ahli tidak memberi wewenang membuat kebijakan atau peraturan. Ia bertugas memberi masukan mengenai situasi aktual, risiko, dan rekomendasi kepada pemerintah. “Posisi tenaga ahli tidak mengubah apapun. Yang penting adalah bagaimana koneksi antara diskusi di maiyah sampai ke pihak yang bisa mendengarkan, tanpa gangguan,” kata Noe.
Selain itu, ia memahami skeptisisme publik terhadap keputusannya. Menurut Noe, wajar masyarakat ragu karena banyak figur publik sebelumnya masuk ke sistem pemerintah justru gagal mewakili kepentingan rakyat. Ia berjanji tetap objektif dan menuntaskan eksperimennya dengan jujur. “Kalau masukan saya ditolak karena terlalu jujur, itu bagus. Tapi jika diterima, berarti saya benar-benar harus bertanggung jawab,” ujarnya.
Tentang Dewan Pertahanan Nasional
Dewan Pertahanan Nasional merupakan lembaga nonstruktural di bawah presiden yang memberikan pertimbangan strategis terkait pertahanan negara. Presiden Republik Indonesia langsung memimpin lembaga ini. Anggota tetap DPN meliputi Wakil Presiden, Menteri Pertahanan, Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, dan Panglima TNI.(TIM)









