Pemain Keturunan Grade Eropa Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada Nama Pascal Struijk dan Jayden Oosterwolde

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

10 Pemain Keturunan Eropa Berpotensi Perkuat Timnas Indonesia

10 Pemain Keturunan Eropa Berpotensi Perkuat Timnas Indonesia

SPORT,JS- Timnas Indonesia memiliki sejumlah opsi pemain keturunan yang berkarier di Eropa untuk memperkuat skuad dalam persaingan sepak bola internasional. Nama-nama seperti Pascal Struijk, Jayden Oosterwolde, dan Dean Zandbergen menarik perhatian karena memiliki latar belakang keluarga Indonesia serta pengalaman bersama klub masing-masing.

Di bawah arahan John Herdman, Timnas Indonesia membutuhkan pemain yang mampu meningkatkan kualitas tim di berbagai posisi. Kebutuhan tersebut mencakup lini pertahanan, gelandang, hingga sektor penyerangan.

Namun, peluang setiap pemain untuk bergabung dengan skuad Garuda berbeda-beda. Sebagian masih mengejar kesempatan bersama tim nasional negara lain, sementara beberapa nama sudah mengungkapkan ketertarikan untuk membela Indonesia.

Selain faktor keturunan, PSSI juga perlu memperhatikan dokumen kewarganegaraan, persyaratan FIFA, usia, performa klub, dan kesediaan pemain. Karena itu, masuknya nama seorang pemain dalam pemberitaan atau pembahasan publik belum otomatis menandakan proses naturalisasi telah berjalan.

Berikut sepuluh pemain keturunan yang menarik untuk dipantau dalam perkembangan Timnas Indonesia.

1. Pascal Struijk, Bek Leeds United yang Menarik Perhatian

Pascal Struijk menjadi salah satu nama yang mendapat perhatian suporter Timnas Indonesia. Bek tengah Leeds United tersebut memiliki kualitas bermain di sepak bola Inggris dan pengalaman menghadapi persaingan ketat di level klub.

Struijk juga pernah menanggapi antusiasme penggemar Indonesia yang berharap dirinya memperkuat skuad Garuda. Dalam pernyataannya kepada ESPN NL yang dikutip Kompas.com, ia mengaku senang melihat dukungan para suporter Indonesia.

Ia juga memahami besarnya perhatian publik terhadap kemungkinan dirinya mengenakan seragam Merah Putih. Meski demikian, Struijk menegaskan bahwa dirinya masih ingin mengejar kesempatan bersama Timnas Belanda.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ketertarikan suporter belum tentu sejalan dengan keputusan pribadi pemain. Karena itu, PSSI membutuhkan komunikasi yang tepat apabila ingin membuka peluang lebih jauh.

Nama Simon Grayson turut menarik perhatian setelah mantan pelatih Leeds United tersebut mengunjungi klub yang pernah ia tangani pada 2008–2012. Namun, kunjungan itu saja belum cukup untuk membuktikan bahwa ia membawa misi khusus dari Herdman guna mendekati Struijk.

2. Jayden Oosterwolde, Bek Fenerbahce dengan Darah Indonesia

Jayden Oosterwolde menjadi pilihan menarik untuk memperkuat sektor pertahanan. Pemain yang berkarier bersama Fenerbahce tersebut memiliki darah Indonesia dari ibunya dan keturunan Suriname dari ayahnya.

Dalam wawancara dengan kanal olahraga Turki A Spor, Oosterwolde mengungkapkan bahwa keluarganya kerap menanyakan kemungkinan dirinya membela Indonesia atau Suriname.

Meski begitu, ia masih memprioritaskan Timnas Belanda. Oosterwolde merasa memiliki peluang untuk menembus skuad negara tersebut dan ingin membuktikan kemampuannya di level internasional.

Situasi itu membuat peluang Indonesia bergantung pada keputusan sang pemain dan pemenuhan ketentuan FIFA. PSSI juga perlu menilai kebutuhan posisi bek tengah sebelum menentukan langkah lebih lanjut.

Namanya turut menarik perhatian setelah muncul kabar mengenai ketertarikan Paris Saint-Germain terhadap jasanya. Akan tetapi, kabar transfer klub tidak otomatis menunjukkan adanya perkembangan dalam pembicaraan dengan Timnas Indonesia.

Baca Juga :  Ranking FIFA Indonesia Terbaru: Garuda Naik ke 117 Dunia, Menanti Thailand untuk Tembus 114 Besar

3. Dean Zandbergen, Opsi Penyerang yang Mengungkapkan Ketertarikan

Dean Zandbergen termasuk nama yang menarik untuk sektor depan. Penyerang VVV-Venlo tersebut memiliki hubungan keluarga dengan Indonesia melalui ibunya, yang masih mempunyai keluarga di Depok, Jawa Barat.

Dalam wawancara dengan Yussa Nugraha, Zandbergen mengungkapkan bahwa ia pernah berkomunikasi dengan sejumlah pihak yang berkaitan dengan peluang memperkuat Timnas Indonesia. Ia juga menyebut nama Fardy Bachdim dan Hamdan Hamedan dalam ceritanya.

Zandbergen mengaku senang apabila mendapat kesempatan membela Indonesia. Kedekatan keluarganya dengan Tanah Air menjadi salah satu alasan yang membuat peluang tersebut terasa istimewa.

Ia bahkan menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi Indonesia saat berusia sekitar 16–17 tahun. Menurutnya, suasana dan hubungan dengan masyarakat setempat membuat perjalanan itu terasa lebih dekat daripada sekadar liburan.

Dari sisi permainan, Zandbergen dapat memberikan opsi tambahan bagi lini serang. Meski demikian, PSSI tetap perlu memeriksa dokumen keturunan dan status kelayakannya sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

4. Daijiro Chirino, Bek Serbabisa dengan Akar Maluku

Daijiro Chirino juga menarik untuk dipantau. Pemain yang memperkuat UD Almería tersebut memiliki latar belakang keluarga Indonesia, Belanda, dan Curacao.

Chirino memperoleh garis keturunan Indonesia dari pihak ibu. Kakek dan neneknya berasal dari Maluku, masing-masing memiliki hubungan dengan Saparua dan Ihamau.

Latar belakang tersebut membuka kemungkinan bagi PSSI untuk mempelajari kelayakannya berdasarkan dokumen keluarga. Namun, federasi tetap perlu memastikan seluruh persyaratan kewarganegaraan dan regulasi sepak bola internasional.

Di lapangan, Chirino berpotensi memberikan alternatif di sektor pertahanan, terutama apabila tim membutuhkan pemain yang mampu menjalankan beberapa peran. Pengalaman di kompetisi Spanyol juga dapat menjadi pertimbangan dalam menilai kemampuannya.

Sebelum memasukkan namanya ke dalam rencana konkret, PSSI perlu memastikan status tim nasionalnya dan menilai kesesuaiannya dengan kebutuhan skuad Garuda.

5. Jenson Seelt, Bek Muda dengan Garis Keturunan Maluku

Jenson Seelt menjadi nama lain yang menarik perhatian pencinta sepak bola Indonesia. Bek kelahiran Belanda tersebut memiliki garis keturunan Maluku dari kakeknya.

Seelt pernah menceritakan kedekatannya dengan makanan Indonesia, termasuk soto yang menjadi salah satu makanan favoritnya. Ia juga mengungkapkan keinginan untuk mengunjungi tempat asal keluarganya di Indonesia.

Perhatian terhadap latar belakang keluarga tersebut membuat namanya kerap muncul dalam diskusi mengenai pemain diaspora. Bek yang berada di bawah kepemilikan Sunderland itu juga pernah memperkuat Wolfsburg melalui skema peminjaman.

Kevin Diks turut menceritakan percakapannya dengan Seelt mengenai Indonesia. Meski demikian, percakapan antarpemain tidak otomatis berarti Seelt sudah memutuskan untuk membela Timnas Indonesia.

Jika PSSI ingin mengeksplorasi peluang tersebut, federasi perlu membuka komunikasi resmi dan memeriksa dokumen keturunannya. Kualitas bermain, kondisi fisik, serta kebutuhan lini belakang juga harus masuk dalam penilaian.

6. Julian Oerip, Talenta Muda dari AZ Alkmaar

Julian Oerip menjadi salah satu nama yang layak mendapat perhatian untuk pengembangan skuad jangka panjang. Gelandang serang muda tersebut menimba ilmu sepak bola di lingkungan AZ Alkmaar dan memiliki keturunan Indonesia dari keluarga ayahnya.

Kakek dan nenek Oerip berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Latar belakang itu membuat namanya masuk dalam pembicaraan mengenai pemain muda diaspora yang berpotensi memperkuat Indonesia.

Perhatian terhadap Oerip meningkat setelah ia mengunggah foto sepatu sepak bola dengan bendera Merah Putih melalui Instagram Story pada Juli 2026. Unggahan tersebut memicu spekulasi di kalangan penggemar.

Namun, simbol atau unggahan media sosial tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa pemain telah menerima tawaran resmi atau menyetujui proses naturalisasi.

Bagi Indonesia, pemain seusia Oerip dapat menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang. PSSI perlu melihat perkembangan menit bermain, kualitas teknis, serta peluangnya menembus level senior sebelum mengambil keputusan.

7. Tristan Gooijer, Bek Kanan yang Pernah Dikaitkan dengan Indonesia

Tristan Gooijer juga pernah menarik perhatian setelah sejumlah pemberitaan media Belanda mengaitkannya dengan Timnas Indonesia.

Pemain yang memiliki keturunan Indonesia dari pihak ibu tersebut pernah menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan sepak bola Indonesia. Ia menunjukkan rasa hormat terhadap kemajuan tim nasional, meskipun saat itu fokus utamanya berada pada pemulihan kondisi dan karier klub.

Gooijer memiliki pengalaman dalam lingkungan sepak bola Belanda dan dapat menjadi opsi yang patut dipelajari untuk sektor pertahanan, khususnya posisi bek kanan.

Kehadirannya berpotensi menambah persaingan jika suatu saat ia memenuhi persyaratan dan bersedia memperkuat Indonesia. Namun, PSSI perlu memeriksa perkembangan karier serta status tim nasionalnya sebelum menilai peluang secara lebih jauh.

Fokus pada performa klub tetap menjadi faktor penting. Pemain yang rutin memperoleh menit bermain akan memiliki kesempatan lebih besar untuk menunjukkan kesiapan menghadapi persaingan internasional.

8. Demiane Agustien, Talenta Arsenal yang Bisa Menambah Kreativitas

Demiane Agustien menjadi nama menarik dari kelompok pemain muda. Gelandang serang yang memperkuat Arsenal U-21 tersebut memiliki garis keturunan Indonesia melalui keluarga ibunya, yang mempunyai leluhur dari Jakarta.

Agustien pernah mencuri perhatian lewat penampilan produktif bersama tim muda Arsenal, termasuk ketika mencetak hattrick dalam pertandingan melawan Leeds United U-21.

Kemampuan menyerang dan kreativitasnya berpotensi memberikan pilihan tambahan bagi tim nasional. Namun, performa di level kelompok usia tetap perlu dinilai secara menyeluruh sebelum menjadi dasar pemanggilan ke tim senior.

Agustien juga pernah menjelaskan bahwa dirinya telah berbicara dengan sejumlah pihak mengenai Indonesia. Meski begitu, ia memilih memprioritaskan Timnas Belanda kelompok usia ketika menghadapi agenda kualifikasi Euro.

Ia bahkan meminta pihak yang menghubunginya untuk kembali berkomunikasi setelah agenda tersebut selesai. Pernyataan itu menunjukkan bahwa peluang Indonesia masih bergantung pada perkembangan karier dan keputusan pribadinya.

PSSI perlu menghormati prioritas sang pemain sembari memantau perkembangannya bersama Arsenal.

9. Damian van Dijk, Pemain Muda yang Mengaku Pernah Berkomunikasi dengan PSSI

Damian van Dijk menjadi nama lain yang patut diperhatikan. Pemain berusia 21 tahun tersebut memiliki darah Indonesia dari ayahnya yang berasal dari Bogor.

Dalam wawancara dengan Yussa Nugraha, van Dijk menceritakan bahwa dirinya pernah berkomunikasi dengan pihak PSSI. Ia mengaku sempat menanyakan kelanjutan pembicaraan setelah memperoleh kesempatan tampil dan berlatih bersama tim senior.

Menurut penuturannya, komunikasi tersebut belum menghasilkan kepastian mengenai peluang membela Indonesia. Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa dirinya kembali menjalin kontak pada musim berikutnya.

Van Dijk juga menyampaikan keinginannya untuk terus meningkatkan kemampuan dan memberikan kontribusi bagi Timnas Indonesia apabila mendapat kesempatan.

Pengalaman bermain di level senior dapat menjadi modal penting bagi perkembangan seorang pemain muda. Kendati demikian, PSSI tetap perlu menilai posisi, konsistensi performa, dan kelayakan administratif sebelum menentukan langkah selanjutnya.

10. Jahnoah Markelo dan Tristan Schenkuizen, Dua Nama yang Patut Dipantau

Jahnoah Markelo menjadi salah satu nama yang muncul dalam pembicaraan terbaru mengenai opsi pemain diaspora. Pemain sayap tersebut memiliki latar belakang keluarga Indonesia, Suriname, dan Curacao.

Markelo memperoleh garis keturunan Indonesia melalui neneknya yang lahir di Indonesia. Ia juga pernah menimba ilmu sepak bola di lingkungan Ajax Amsterdam sebelum melanjutkan kariernya.

Posisi sayap menjadi salah satu sektor yang dapat menambah variasi serangan Timnas Indonesia. Kecepatan, kemampuan melewati lawan, serta kontribusi dalam menciptakan peluang menjadi faktor yang perlu dinilai dari penampilannya.

Meski demikian, kabar yang mengaitkan Markelo dengan Timnas Indonesia belum otomatis menunjukkan adanya kesepakatan. PSSI perlu memastikan status tim nasionalnya, dokumen keturunan, serta kesediaannya untuk membela Indonesia.

Sementara itu, Tristan Schenkuizen juga masuk dalam daftar pemain yang patut dipantau. Gelandang bertahan berusia 22 tahun yang memperkuat VVV-Venlo tersebut memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ayah.

Kakek dan neneknya memiliki hubungan keluarga dengan Surabaya, Jawa Timur, serta Yogyakarta. Latar belakang tersebut membuat Schenkuizen menarik untuk dipelajari apabila Timnas Indonesia membutuhkan tambahan opsi di sektor tengah.

Sebagai gelandang bertahan, ia berpotensi menambah persaingan dalam perebutan posisi yang berperan penting menjaga keseimbangan permainan. Namun, penilaian tetap harus mengacu pada performa klub, kebutuhan taktik, dan kelayakan untuk membela Indonesia.

Peluang Naturalisasi Bergantung pada Keputusan Pemain dan Regulasi

Sepuluh nama tersebut menawarkan gambaran mengenai luasnya pilihan pemain keturunan yang berkarier di Eropa. Akan tetapi, setiap pemain memiliki situasi berbeda, mulai dari prioritas membela negara lain hingga tahap komunikasi dengan pihak Indonesia.

PSSI perlu membedakan antara pemain yang sekadar masuk pembicaraan publik, pemain yang mengaku pernah berkomunikasi, dan pemain yang benar-benar menjalani proses administrasi. Pembedaan ini penting agar publik tidak menganggap semua nama tersebut sudah mendekati naturalisasi.

Selain itu, pemerintah dan federasi harus memeriksa dokumen garis keturunan, status kewarganegaraan, serta aturan FIFA yang berlaku. Kebijakan kewarganegaraan Indonesia juga menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi proses administrasi setiap pemain.

Jika peluang tersebut berkembang, John Herdman memiliki kesempatan untuk mengevaluasi pemain sesuai kebutuhan taktik Timnas Indonesia. Namun, pemilihan skuad tidak hanya bergantung pada nama besar atau klub yang menaungi pemain.

Konsistensi penampilan, kebugaran, pengalaman bertanding, dan komitmen terhadap tim nasional tetap menjadi pertimbangan utama.

Pada akhirnya, keberhasilan memperkuat skuad Garuda tidak ditentukan oleh banyaknya nama diaspora yang masuk daftar pembicaraan. Keputusan yang tepat, proses administrasi yang jelas, serta kemampuan pemain untuk memberikan kontribusi nyata akan menjadi faktor penting bagi perkembangan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027.(*)

Berita Terkait

Final Indonesia vs Thailand Diserbu Suporter, 55 Ribu Tiket Terjual! Ini Harga dan Cara Beli Resmi
Ranking FIFA Indonesia Terbaru: Garuda Naik ke 117 Dunia, Menanti Thailand untuk Tembus 114 Besar
Klasemen Asian Games 2026 Terbaru: Indonesia Raih 30 Medali, Ini Posisi Merah Putih
Timnas Indonesia vs Malaysia Berakhir 0-0, Thom Haye Kartu Merah dan Garuda Tertahan di Posisi Kedua
Update Asian Games 2026: Indonesia Peringkat 19, Ini Daftar Lengkap Perolehan Medali dan Atlet Peraih Medali
Drama Final Asian Games 2026: Alwi Farhan Buka Jalan, Indonesia Tekuk China 3-2
Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 Hari Ini 23 September: Badminton Semifinal, Esports hingga Renang
Timnas Indonesia Amankan Tiket World Championship 2027 Usai Tampil di ANMC Asia Cup 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Pemain Keturunan Grade Eropa Masuk Radar Timnas Indonesia, Ada Nama Pascal Struijk dan Jayden Oosterwolde

Minggu, 4 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Final Indonesia vs Thailand Diserbu Suporter, 55 Ribu Tiket Terjual! Ini Harga dan Cara Beli Resmi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:31 WIB

Ranking FIFA Indonesia Terbaru: Garuda Naik ke 117 Dunia, Menanti Thailand untuk Tembus 114 Besar

Rabu, 30 September 2026 - 09:15 WIB

Klasemen Asian Games 2026 Terbaru: Indonesia Raih 30 Medali, Ini Posisi Merah Putih

Senin, 28 September 2026 - 21:47 WIB

Timnas Indonesia vs Malaysia Berakhir 0-0, Thom Haye Kartu Merah dan Garuda Tertahan di Posisi Kedua

Berita Terbaru