JAKARTA, JS – Pemerintah mengalokasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp50 triliun bagi peternak ayam dengan bunga rendah sebesar 3 persen. Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya memperkuat pasokan telur dan daging ayam secara nasional.
Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan pembekalan kepada ratusan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Kegiatan ini berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan, Cibodas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Peternak Wajib Menyuplai Program MBG
Dalam kesempatan itu, Amran menegaskan bahwa peternak penerima KUR memiliki peran strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah secara khusus menugaskan mereka untuk memenuhi kebutuhan telur dan daging ayam bagi 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
“Karena itu, kami mengeluarkan KUR Rp50 triliun agar peternak ayam dapat menyuplai kebutuhan MBG,” ujar Amran.
Pemerintah Libatkan Koperasi dan UMKM
Selain peternak mandiri, pemerintah juga menyalurkan KUR kepada koperasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor peternakan ayam. Dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha, pemerintah berharap rantai pasok pangan nasional semakin kuat dan merata.
Sejalan dengan langkah tersebut, pemerintah menargetkan produksi telur nasional mencapai 1 juta ton pada 2026.
Mayoritas Produksi Difokuskan untuk MBG
Dari total produksi tersebut, sebagian besar akan difokuskan untuk mendukung program MBG. Pemerintah mengalokasikan sekitar 700 ribu ton telur khusus untuk program ini. Sementara itu, kebutuhan daging ayam untuk MBG diperkirakan mencapai 1,1 juta ton.
Pemerintah Tambah Investasi Rp20 Triliun
Tak hanya mengandalkan KUR, pemerintah juga memperkuat sektor ini melalui investasi tambahan sebesar Rp20 triliun.
BUMN Bangun Infrastruktur dari Hulu ke Hilir
Melalui perusahaan-perusahaan BUMN, Danantara membangun berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari pabrik pakan, pabrik pembibitan anak ayam atau day old chicken (DOC), hingga pabrik vaksin. Selain itu, BUMN juga mengembangkan fasilitas pengolahan produk, gudang pendingin (cold storage), sistem logistik, serta jaringan pemasaran.
“Kami akan meluncurkan program ini dalam waktu dekat, sebelum Ramadan. Seluruh dana Rp20 triliun tersebut berasal dari BUMN,” jelas Amran.
Tahap Pertama Berjalan di 12 Provinsi
Pada tahap awal, pemerintah menjalankan proyek pengembangan ekosistem ini di 12 provinsi. Wilayah tersebut meliputi Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, dan Jawa Timur.
Amran Tegaskan Solusi Permanen
Lebih lanjut, Amran menilai pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi ini sebagai solusi jangka panjang bagi sektor peternakan ayam nasional. Menurutnya, ketersediaan infrastruktur yang lengkap mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan jutaan peternak.
“Kami membangun pabrik pakan, DOC, dan vaksin untuk melayani jutaan peternak. Dengan begitu, langkah ini menjadi solusi permanen bagi persoalan ayam dan telur,” pungkasnya.(*)









