SURABAYA,JS – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melangkah strategis dalam reformasi birokrasi dengan bekerja sama bersama Pemkot Surabaya. Kolaborasi ini fokus pada penguatan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis kinerja dan teknologi.
Penandatanganan PKS Tanda Komitmen Konkret
Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, dan Kepala BKPSDMD Kota Surabaya, Ira Tursilowati, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Wali Kota Jambi, Maulana, dan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyaksikan langsung acara tersebut.
Melalui PKS ini, Pemkot Jambi akan meniru sistem manajemen ASN Surabaya. Tujuannya jelas: meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas pelayanan publik berbasis digital.
Sistem Kinerja Individual ASN Jadi Fokus
Wali Kota Maulana menegaskan, kerja sama ini lahir dari kajian teknis matang, bukan sekadar formalitas. Tim Pemkot Jambi mempelajari sistem manajemen ASN Surabaya selama dua hari, mulai dari teknologi informasi, pengawasan, hingga tata kelola kinerja.
“Sistem ini memungkinkan setiap ASN memiliki akun kinerja individual. Saya bisa memantau capaian kerja tiap pegawai secara langsung, bukan hanya berdasarkan laporan unit organisasi,” ujar Maulana. Ia menekankan bahwa manajemen ASN harus transparan dan terukur.
Belajar dari Praktik Baik Surabaya
Selain pengelolaan ASN, Pemkot Jambi menargetkan pembelajaran soal optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Maulana menjelaskan, “Sebagai kota perdagangan dan jasa, pengalaman Surabaya dalam meningkatkan PAD menjadi referensi penting agar Jambi lebih mandiri secara ekonomi.”
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menambahkan bahwa sistem yang direplikasi menekankan Manajemen Talenta ASN. Penilaian berbasis individu mencakup beban kerja, capaian, dan dampak nyata setiap pegawai.
Kolaborasi Timbal Balik dan Pendampingan Langsung
Kerja sama ini bersifat timbal balik. Surabaya juga akan belajar dari inovasi Jambi, misalnya pengembangan susur sungai sebagai penggerak ekonomi lokal.
BKPSDMD Surabaya akan memberikan pelatihan, pendampingan, dan monitoring agar implementasi sistem di Jambi berjalan optimal. Selain itu, tim ahli Surabaya akan hadir langsung untuk mendampingi peluncuran sistem.
Model Sinergi Nasional
Kolaborasi antara Jambi dan Surabaya diharapkan menjadi model nasional. Dengan pendekatan ini, reformasi birokrasi berjalan lebih cepat, dan pelayanan publik menjadi profesional, adaptif, dan berbasis kinerja nyata.(AN)









