SOLOKSELATAN,JS– Akhirnya, operasi pencarian terhadap seorang warga asal Kabupaten Kerinci yang dilaporkan hanyut di Sungai Pulau Lebar, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, resmi dihentikan. Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif selama tujuh hari tanpa menemukan tanda keberadaan korban.
Sebelumnya, korban diketahui bernama Asmadi (45), warga Desa Lubuk Pauh, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Ia dilaporkan hilang sejak Senin, 2 Februari 2026, saat memancing bersama beberapa rekannya di lokasi kejadian.
Hilang Saat Memancing di Tengah Debit Air Tinggi
Pada awal kejadian, korban bersama rekan-rekannya tengah memancing di Sungai Pulau Lebar. Namun demikian, saat hendak berpindah lokasi, korban diduga terpeleset di tepian sungai.
Pada saat bersamaan, debit air sungai meningkat tajam akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Akibatnya, korban langsung terseret arus deras dan menghilang dari pandangan.
Tim SAR Gabungan Langsung Turun ke Lokasi
Menindaklanjuti laporan warga, tim SAR gabungan segera bergerak ke lokasi kejadian. Dalam operasi ini, sejumlah unsur dilibatkan, mulai dari Kantor SAR Kelas A Padang, TNI, Polri, BPBD Solok Selatan dan Kerinci, relawan, hingga masyarakat setempat.
Selanjutnya, tim melakukan penyisiran awal dengan membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor guna memperluas jangkauan pencarian.
Penyisiran Dilakukan Hingga Beberapa Kilometer ke Hilir
Seiring berjalannya waktu, pencarian difokuskan dari titik awal korban diduga hanyut hingga beberapa kilometer ke arah hilir sungai. Untuk itu, petugas mengerahkan perahu karet, peralatan selam, serta melakukan penyisiran manual di sepanjang tepian sungai.
Selain itu, upaya pencarian dilakukan secara berkelanjutan setiap hari dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan.
Karakter Sungai Jadi Kendala Utama Pencarian
Di sisi lain, kondisi alam di lokasi kejadian menjadi tantangan tersendiri. Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa karakter Sungai Pulau Lebar menyulitkan proses pencarian.
Menurutnya, alur sungai yang sempit, tebing curam, serta banyaknya bebatuan besar membuat ruang gerak tim terbatas. “Arus sungai cukup ekstrem. Selain itu, di beberapa titik kami mengalami kendala komunikasi karena wilayah blank spot,” ujarnya.
Evaluasi Hari Ketujuh, Operasi Resmi Dihentikan
Memasuki hari ketujuh, tim SAR bersama seluruh unsur terkait melakukan evaluasi menyeluruh. Hingga Minggu (9/2/2026) sekitar pukul 18.30 WIB, pencarian belum membuahkan hasil.
Oleh karena itu, berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) serta kesepakatan bersama pihak keluarga korban, operasi pencarian resmi dihentikan.
SAR Tegaskan Operasi Bisa Dibuka Kembali
Meski demikian, Abdul Malik menegaskan bahwa penghentian operasi bukan berarti pencarian ditutup sepenuhnya. Ia menyatakan, apabila ke depan terdapat informasi baru yang dapat ditindaklanjuti, operasi pencarian dapat kembali dibuka.
“Kami telah mengerahkan seluruh kemampuan maksimal selama tujuh hari,” tegasnya.
Warga Diminta Waspada dan Aktif Melapor
Sementara itu, pihak SAR tetap mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Pulau Lebar agar segera melapor jika menemukan petunjuk atau benda yang diduga berkaitan dengan korban.
Dengan demikian, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, khususnya pada musim hujan ketika debit air mudah meningkat dan sulit diprediksi.(*)









