Peneliti Kembangkan Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan

Freon bagi AC dan Kulkas Berbasis Garam

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi peneliti temukan pengganti freon berbasis garam

Ilustrasi peneliti temukan pengganti freon berbasis garam

JAKARTA,JS- Peneliti menemukan metode baru untuk mendinginkan ruangan tanpa bahan kimia berbahaya seperti hydrofluorocarbons (HFC) atau freon. Mereka menggunakan garam sebagai komponen utama sistem pendingin.

Menurut IFL Science, sistem pendingin konvensional memindahkan panas dengan cairan penyerap panas. Cairan itu menguap, mengalir dalam sistem tertutup, lalu kembali menjadi cairan untuk mengulang proses pendinginan. Meskipun efektif, bahan pendingin seperti HFC menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.

Siklus Ionokalori sebagai Teknologi Baru

Tim dari Lawrence Berkeley National Laboratory di University of California, Berkeley, memperkenalkan teknologi siklus ionokalori (ionocaloric cycle). Mereka memanfaatkan energi yang muncul ketika material berubah bentuk, seperti saat es mencair.

Baca Juga :  DPRD Kerinci Gelar Sidang Paripurna Istimewa

Untuk memicu perubahan bentuk tanpa menaikkan suhu, tim menambahkan ion—partikel bermuatan—ke dalam material. Prinsip ini menyerupai cara garam mencairkan es di jalanan ketika musim dingin.

“Sampai sekarang, kami belum menemukan alternatif pendingin yang aman, efisien, dan ramah lingkungan. Kami menilai siklus ionokalori mampu memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Drew Lilley dari Lawrence Berkeley National Laboratory.

Garam dan CO₂ Menjadi Kunci Pendinginan

Tim menyiapkan garam berbasis yodium dan natrium untuk mencairkan etilena karbonat, cairan yang memanfaatkan karbon dioksida. Mereka juga memakai cairan ini dalam baterai lithium-ion. Dengan proses itu, mereka tidak hanya menghindari emisi tambahan, tetapi juga menyerap CO₂.

Baca Juga :  Cerita Sohari, Honorer yang Mengabdi 34 Tahun

Uji coba menunjukkan perubahan temperatur hingga 25 derajat Celsius dengan energi hanya 1 volt.

Garam Berbasis Nitrat Paling Efisien (Update 2025)

Pada 2025, tim menemukan bahwa garam berbasis nitrat menarik panas paling efektif. Mereka sekarang merancang sistem pendingin yang siap digunakan secara komersial.

Teknologi ini membuka peluang besar untuk menggantikan freon dengan solusi yang lebih aman bagi lingkungan.(AN)

Berita Terkait

Kabar Baik Seller Shopee! Pungutan PPh 22 Ditunda, Cek Jadwal Refund
Cara Membuat Reels Viral di Instagram dan Facebook 2026: Strategi Watch Time, Share, SEO hingga Monetisasi
Harga Bitcoin Hari Ini Anjlok atau Bakal Rebound? BTC Masih di Bawah US$65.000, Ini 5 Pemicu Utamanya
Cara Aktifkan Kuota Rollover Telkomsel, XL dan Indosat 2026 agar Sisa Internet Tidak Hangus
Cara Dapat Uang dari TikTok LIVE 2026: 3 Strategi Monetisasi yang Bisa Bikin Cuan dari Rumah
Info Terbaru ; Views Jutaan Tapi FB Pro Tak Menghasilkan? Ini yang Harus Dicek Sekarang
Runway AI Terbaru: Cara Membuat Video Sinematik dengan AI, Fitur dan Cara Menggunakannya
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 8 Agustus 2026: 24 Karat Tembus Rp2,18 Juta per Gram
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Kabar Baik Seller Shopee! Pungutan PPh 22 Ditunda, Cek Jadwal Refund

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini Anjlok atau Bakal Rebound? BTC Masih di Bawah US$65.000, Ini 5 Pemicu Utamanya

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Cara Aktifkan Kuota Rollover Telkomsel, XL dan Indosat 2026 agar Sisa Internet Tidak Hangus

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Cara Dapat Uang dari TikTok LIVE 2026: 3 Strategi Monetisasi yang Bisa Bikin Cuan dari Rumah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Info Terbaru ; Views Jutaan Tapi FB Pro Tak Menghasilkan? Ini yang Harus Dicek Sekarang

Berita Terbaru