KERINCI,JS– Warga petani di empat desa Sungai Abu dan beberapa desa lain di Kecamatan Air Hangat Timur kesulitan mendapatkan pasokan air irigasi. Petugas membuka pintu irigasi dari Batang Air Muara Air Dua, wilayah Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) jalur Koto Tebat, hanya sebagian kecil sehingga aliran air tersendat.
Sampah menumpuk di pintu irigasi dan menghambat aliran air ke sawah. Seorang petani setempat menjelaskan, “Pintu airnya dibuka kecil saja, wajar air irigasi tidak mengalir dengan lancar.”ungkap salah seorang warga.
Kondisi ini membuat beberapa lahan sawah warga kering. Warga khawatir tanaman padi mereka rusak dan gagal panen jika mereka tidak segera mendapatkan pasokan air.
Warga meminta Pemerintah Kabupaten Kerinci turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. “Jika tidak segera ditangani, musim panen kami bisa gagal total,” ujar petani tersebut.
Masalah ini menekankan pentingnya pengelolaan irigasi yang tepat, terutama di wilayah yang sangat bergantung pada aliran sungai utama. Dengan manajemen irigasi lebih baik, petani bisa menyalurkan air ke sawah dengan lancar dan mengurangi risiko gagal panen.
Dampak Krisis Air Irigasi bagi Warga:
-
Warga kesulitan menyalurkan air ke sawah
-
Tanaman padi berisiko rusak dan gagal panen
-
Petani semakin bergantung pada aliran sungai utama.(AN)









