Air Danau Kerinci Menyusut, Nelayan Kesulitan Dapatkan Ikan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi air Danau Kerinci yang semakin menyusut

Kondisi air Danau Kerinci yang semakin menyusut

KERINCI,JS– Volume air Danau Kerinci terus menyusut secara signifikan. Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian besar pinggiran danau di kawasan Jembatan Sanggaran Agung kini memperlihatkan dasar danau hingga ke arah sungai.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga setempat. Yudi, warga Sanggaran Agung, menyebut penyusutan air kali ini terjadi di luar kebiasaan. Ia menilai air danau surut lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Gasak Motor Warga, Sepasang Kekasih Diamankan Polres Kerinci

“Iya, sebagian tepian danau sudah terlihat bagian dasarnya. Ini bukti air Danau Kerinci terus menyusut,” ujar Yudi.

Lebih lanjut, Yudi mengaku heran dengan situasi tersebut. Menurutnya, penyusutan air tidak pernah mencapai kondisi seperti sekarang, meskipun Kabupaten Kerinci sebelumnya mengalami musim kemarau panjang.

Baca Juga :  Kasus DBD Teror Warga Kerinci dan Sungai Penuh

“Kami heran, karena biasanya tidak sampai seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, para nelayan Danau Kerinci merasakan dampak langsung dari penyusutan air. Sejumlah nelayan mengaitkan penurunan volume air dengan keberadaan bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Turunnya volume air mendorong ikan bergerak ke bagian tengah danau. Kondisi tersebut membuat nelayan kesulitan menjangkau lokasi tangkapan. Akibatnya, hasil tangkapan nelayan turun drastis.

“Sekarang ikan banyak lari ke tengah. Biasanya kami mendapatkan 5 hingga 20 kilogram per hari. Sekarang paling hanya sekitar 2 kilogram,” keluh seorang nelayan.

Baca Juga :  Swasembada Pangan, Pemkab Kerinci Manfaatkan Lahan Tidur

Oleh karena itu, para nelayan mendesak pihak terkait segera melakukan kajian dan evaluasi menyeluruh. Mereka berharap pemerintah segera menemukan penyebab utama penyusutan air Danau Kerinci dan mengambil langkah konkret agar kondisi ini tidak terus merugikan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan danau.(AN)

Berita Terkait

Bupati Kerinci Tunjuk Maya Novefri Jadi Plt Direktur Perumda Tirta Sakti, Ini Tugas dan Target Besarnya
Debit Sungai Meluap, Jembatan Penghubung Unit 6 dan Unit 7 Rimbo Bujang Terancam Putus
Peluk Duka Warga Koto Tinggi, Sri Kartini Alfin Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Sungai Penuh
Harga Sawit Jambi Turun Lagi! TBS Periode 15–21 Mei 2026 Kini Rp3.860/Kg, Petani Mulai Khawatir
BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Angin Kencang di Jambi, Ini Daftar Daerah yang Diguyur Hujan
Banjir Jalan Sapat Ujung Unit 6 Rimbo Bujang Tebo Viral di Facebook, Warga Keluhkan Akses Lumpuh dan Kerugian Meningkat
Musda PPNI Kota Sungai Penuh 2026 Bahas Masa Depan Pelayanan Kesehatan Modern
Banjir Bungo Hari Ini: Sungai Batang Mampun Meluap, 200 Rumah Terendam di Desa Bedaro, TNI Turun Evakuasi Warga
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:05 WIB

Bupati Kerinci Tunjuk Maya Novefri Jadi Plt Direktur Perumda Tirta Sakti, Ini Tugas dan Target Besarnya

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:02 WIB

Debit Sungai Meluap, Jembatan Penghubung Unit 6 dan Unit 7 Rimbo Bujang Terancam Putus

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:35 WIB

Peluk Duka Warga Koto Tinggi, Sri Kartini Alfin Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Sungai Penuh

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:02 WIB

Harga Sawit Jambi Turun Lagi! TBS Periode 15–21 Mei 2026 Kini Rp3.860/Kg, Petani Mulai Khawatir

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:04 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Angin Kencang di Jambi, Ini Daftar Daerah yang Diguyur Hujan

Berita Terbaru

Ilustrasigaji ke-13 PPPK

Nasional

Gaji Ke-13 PNS Cair Bulan Depan, Bagaimana dengan PPPK?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:03 WIB