JAKARTA,JS – Pemerintah memastikan bahwa mantan Presiden RI, Soeharto, akan menerima gelar Pahlawan Nasional.
Pengumuman secara resmi disampaikan besok, Senin (10/11/2025) bertepatan dengan Hari Pahlawan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Besok, insya Allah akan diumumkan,” ujar Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Rapat terbatas tersebut membahas finalisasi penganugerahan gelar Pahlawan Nasional, yang rencananya akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo.
“Iya, (pengumuman) oleh Presiden,” jelas Prasetyo.
Dalam rapat, Prasetyo memastikan bahwa salah satu dari 10 nama yang akan menerima gelar adalah Presiden kedua RI, Soeharto. Keputusan ini sebelumnya menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
“Ya masuk, masuk (Soeharto),” tambahnya.
Menurut Prasetyo, dalam memutuskan gelar pahlawan nasional, Presiden Prabowo menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Ketua MPR Ahmad Muzani.
“Bapak Presiden menugaskan untuk berkomunikasi dengan tokoh-tokoh, sehingga keputusan yang diambil sudah melalui pertimbangan matang,”sebutnya.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyerahkan berkas 40 nama calon Pahlawan Nasional ke Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Fadli Zon.
Beberapa nama yang diusulkan :
-
Presiden kedua RI, Soeharto
-
Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
-
Aktivis buruh, Marsinah
Selain itu, beberapa tokoh lain yang diusulkan antara lain:
-
Syaikhona Muhammad Kholil
-
KH Bisri Syamsuri
-
KH Muhammad Yusuf Hasyim
-
Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf
-
Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin
Gus Ipul menjelaskan bahwa pengusulan nama dimulai dari masyarakat dan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD). Dokumen usulan ditandatangani bupati/wali kota setempat, kemudian gubernur, dan diteruskan ke Kemensos untuk kajian lebih lanjut oleh tim TP2GP.(AN)









