Rencana Damai AS Picu Konflik Panas di Pemerintahan Trump

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi rencana damai, konflik rusia-ukraina

Ilustrasi rencana damai, konflik rusia-ukraina

INTERNASIONAL,JS- Menteri Angkatan Darat AS, Daniel Driscoll, memberi peringatan keras kepada pejabat Ukraina saat bertemu di Kyiv. Ia mengatakan bahwa Ukraina berada dalam posisi yang sangat sulit dan harus mempertimbangkan proposal damai yang Amerika Serikat ajukan.

Driscoll memaparkan rencana itu kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada 20 November. Empat hari kemudian, ia bertemu pejabat Rusia di Abu Dhabi untuk melanjutkan pembicaraan.

Driscoll: Posisi Ukraina Melemah

Dalam pertemuan di Kyiv, Driscoll menyebut kondisi pasukan Ukraina semakin memburuk. Ia menegaskan bahwa Rusia terus meningkatkan serangan udara dan masih memiliki cukup sumber daya untuk bertahan dalam perang jangka panjang. Sementara itu, Ukraina kekurangan amunisi dan personel.

Ia meminta Kyiv mempertimbangkan kesepakatan damai selagi posisi tawar mereka belum jatuh lebih jauh.

Baca Juga :  Alfin Dukung Penguatan Manajemen ASN di Rakornas BKN 2025

Perpecahan di Pemerintahan Trump

Rencana damai ini memicu konflik internal di pemerintahan Trump. Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan beberapa pejabat lain mendorong Ukraina untuk membuat konsesi besar demi mengakhiri perang.

Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menilai Rusia sebagai pihak agresor. Ia mendesak lebih banyak tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap Moskow.

Kedua kubu berlomba memengaruhi Presiden Trump. Dalam unggahan di media sosial, Trump mengatakan bahwa timnya telah menyempurnakan rencana damai dan hanya menyisakan beberapa poin yang belum selesai.

Ukraina Minta Revisi

Kebocoran dokumen rencana damai yang berisi 28 poin menimbulkan kegaduhan. Dokumen itu memuat tuntutan Rusia, termasuk penyerahan wilayah dan larangan Ukraina bergabung dengan NATO. Isi dokumen juga membatasi aktivitas militer AS di Polandia, yang bertentangan dengan kebijakan Washington sebelumnya.

Baca Juga :  Ketegangan di Karibia, Erdogan Telepon Maduro

Zelensky mengaku ragu terhadap rancangan itu, namun ia tetap membuka ruang dialog. Setelah berkonsultasi dengan Ukraina dan negara Eropa, Rubio terbang ke Jenewa dan menegosiasikan banyak perubahan.

Rubio mengatakan bahwa dokumen tersebut terus berkembang. Ukraina kemudian menyampaikan penilaian positif terhadap rencana baru yang berisi 19 poin. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, menyebut bahwa kedua pihak sudah menyepakati inti pembahasan.

AS dan Rusia Lanjutkan Kontak

Usai mengunjungi Kyiv, Driscoll terbang ke Abu Dhabi untuk bertemu delegasi Rusia. Pemerintah AS menyebut langkah ini sebagai bagian dari proses menuju kesepakatan damai.

Trump mengatakan bahwa ia siap bertemu Zelensky dan Putin ketika rancangan perdamaian mendekati tahap akhir.(AN)

Berita Terkait

Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah
Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka
Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?
Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI
Iran Pastikan Jalur Minyak Strategis Tetap Terbuka, India Lega!
Investor Malaysia Tinjau Sabang, Rencana Bangun Hub Bunkering Internasional
Tiket Mahal dan Penerbangan Terbatas, Ini Dampak Konflik Timur Tengah
Dukung Pramuka, Wali Kota Jambi Terima Penghargaan dari PPM Malaysia
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:00 WIB

Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka

Jumat, 20 Maret 2026 - 06:00 WIB

Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:00 WIB

Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI

Senin, 16 Maret 2026 - 06:00 WIB

Iran Pastikan Jalur Minyak Strategis Tetap Terbuka, India Lega!

Berita Terbaru