Gaji ke-13 Cair Bulan Depan, Ini Rincian Nominal PNS, PPPK, hingga Pensiunan

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pembayaran Gaji ke 13 bagi ASN

Ilustrasi pembayaran Gaji ke 13 bagi ASN

JAKARTA,JS- Pemerintah memastikan pencairan gaji ke-13 bagi aparatur negara akan dimulai pada Juni 2026. Kebijakan ini langsung menarik perhatian karena tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pegawai, tetapi juga berperan sebagai stimulus ekonomi nasional.

Langkah ini muncul di tengah upaya menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di kisaran 5,4 persen sepanjang 2026. Pemerintah memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya dari kalangan ASN.

Gaji ke-13 Jadi Senjata Pemerintah Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah tidak sekadar mencairkan gaji tambahan. Mereka menyusun strategi besar untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari paket stimulus yang lebih luas. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp55 triliun khusus untuk pembayaran gaji ke-13.

Dana tersebut akan langsung berputar di masyarakat melalui konsumsi, sehingga mendorong sektor riil.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan langkah lanjutan seperti:

  • Percepatan bantuan sosial
  • Penyaluran bantuan pangan untuk jutaan keluarga
  • Subsidi energi tetap tinggi
  • Revitalisasi sektor pendidikan dan perumahan

Kombinasi kebijakan ini memperlihatkan arah jelas: menjaga daya beli sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Siapa Saja yang Berhak Menerima Gaji ke-13?

Pemerintah menetapkan penerima gaji ke-13 secara luas. Kebijakan ini mencakup hampir seluruh aparatur negara.

Kelompok penerima meliputi:

  • Pegawai Negeri Sipil (PNS)
  • Calon PNS (CPNS)
  • Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
  • Prajurit TNI
  • Anggota Polri
  • Pejabat negara
  • Pensiunan

Dengan cakupan luas ini, dampak ekonomi dari pencairan gaji ke-13 menjadi semakin signifikan.

Komponen Gaji ke-13 yang Diterima ASN

Gaji ke-13 tidak hanya berupa gaji pokok. Pemerintah menyusun komponen lengkap agar nilai yang diterima terasa optimal.

Komponen tersebut meliputi:

  • Gaji pokok
  • Tunjangan keluarga
  • Tunjangan pangan
  • Tunjangan jabatan atau tunjangan umum
  • Tunjangan kinerja (untuk instansi tertentu)

Menariknya, pemerintah tidak mengenakan potongan tertentu pada gaji ke-13. Artinya, pegawai menerima nominal hampir penuh.

Baca Juga :  Regulasi Baru PPPK 2026 Segera Terbit! Nasib PPPK Paruh Waktu, Gaji, dan BUP Jadi Sorotan

Rincian Nominal Gaji ke-13 Berdasarkan Jabatan

Besaran gaji ke-13 sangat bervariasi. Nilainya tergantung jabatan dan posisi pegawai.

Pejabat Lembaga Nonstruktural

  • Ketua/Kepala: sekitar Rp31,4 juta
  • Wakil Ketua: sekitar Rp29,6 juta
  • Sekretaris/Anggota: sekitar Rp28,1 juta

Pejabat Struktural

  • Eselon I: sekitar Rp24,8 juta
  • Eselon II: sekitar Rp19,5 juta
  • Eselon III: sekitar Rp13,8 juta
  • Eselon IV: sekitar Rp10,6 juta

Nominal ini menunjukkan bahwa gaji ke-13 bisa menjadi tambahan pendapatan yang sangat signifikan.

Gaji ke-13 Non-ASN dan Berdasarkan Pendidikan

Pemerintah juga mengatur besaran untuk pegawai non-ASN berdasarkan pendidikan dan masa kerja.

Rinciannya sebagai berikut:

  • SD–SMP: Rp4,2 juta – Rp5 juta
  • SMA–D1: Rp4,9 juta – Rp5,8 juta
  • D2–D3: Rp5,4 juta – Rp6,5 juta
  • D4/S1: Rp6,5 juta – Rp7,8 juta
  • S2–S3: Rp7,7 juta – Rp9 juta

Rentang ini mencerminkan pendekatan berbasis kompetensi dan pengalaman.

Skema Khusus untuk PPPK dan CPNS

Pemerintah menerapkan aturan berbeda untuk PPPK dan CPNS agar tetap adil dan proporsional.

PPPK

  • Masa kerja kurang dari 1 tahun → dihitung proporsional
  • Masa kerja kurang dari 1 bulan → tidak menerima gaji ke-13

CPNS

  • Menerima 80% dari gaji pokok
  • Mendapat tambahan tunjangan sesuai jabatan

Pendekatan ini menjaga keseimbangan antara hak dan masa kerja.

Gaji ke-13 untuk ASN Daerah dan Pensiunan

ASN daerah menerima komponen serupa dengan tambahan fleksibilitas dari pemerintah daerah.

Komponen ASN daerah:

  • Gaji pokok
  • Tunjangan keluarga
  • Tunjangan pangan
  • Tunjangan jabatan
  • Tambahan penghasilan daerah

Sementara itu, pensiunan tetap menerima:

  • Pensiun pokok
  • Tunjangan keluarga
  • Tunjangan pangan
  • Tambahan penghasilan

Kebijakan ini memastikan seluruh kelompok tetap merasakan manfaat.

Baca Juga :  Bikin Kaget! Segini Gaji Karyawan Koperasi Desa 2026, Banyak yang Belum Tahu

Stimulus Tambahan: Subsidi, Perumahan, dan Energi

Selain gaji ke-13, pemerintah menggelontorkan berbagai program pendukung.

Beberapa di antaranya:

  • Subsidi energi: Rp356,8 triliun
  • Revitalisasi sekolah: Rp13,4 triliun
  • Program perumahan: Rp37,1 triliun
  • Bantuan perumahan swadaya: Rp8,9 triliun

Di sektor energi, pemerintah juga akan mulai menerapkan biodiesel B50 pada Juli 2026, yang diproyeksikan mampu menghemat impor solar hingga Rp48 triliun.

Deregulasi untuk Dorong Dunia Usaha

Pemerintah tidak berhenti pada bantuan langsung. Mereka juga mempercepat reformasi regulasi.

Langkah yang dilakukan meliputi:

  • Penurunan bea masuk bahan baku
  • Reformasi kebijakan impor
  • Penyederhanaan perizinan melalui OSS

Strategi ini bertujuan menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif.

Dampak Gaji ke-13 terhadap Ekonomi Nasional

Pencairan gaji ke-13 memiliki efek domino yang kuat.

Beberapa dampak positif:

  • Meningkatkan konsumsi rumah tangga
  • Mendorong sektor UMKM
  • Mempercepat perputaran uang di daerah
  • Menjaga stabilitas ekonomi

Dengan kata lain, kebijakan ini tidak hanya menguntungkan ASN, tetapi juga masyarakat luas.

Kesimpulan

Pencairan gaji ke-13 pada Juni 2026 membawa dampak besar bagi ekonomi Indonesia. Pemerintah tidak hanya memberikan tambahan pendapatan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi melalui berbagai stimulus terintegrasi.

Dengan anggaran besar, cakupan penerima luas, serta dukungan kebijakan lainnya, gaji ke-13 berpotensi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini.(*)

Berita Terkait

BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu
Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya
Gempa NTT M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 94 Cm, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini
Pidato Kenegaraan Prabowo 2026: 121 Kebijakan Transformatif, Swasembada Pangan, MBG hingga Koperasi Merah Putih
PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PPPK Penuh Waktu, BKN Ungkap 1.147 ASN Sudah Beralih Status
2.722 ASN Mundur pada Semester I 2026, Mayoritas Baru Bekerja hingga 5 Tahun: Alarm Serius bagi Pemerintah
Pajak ETF Emas Bisa Dibebaskan? Ini Strategi Baru Pemerintah untuk Dongkrak Investasi Gold ETF
Orang Kaya Dilarang Beli Pertalite, Pemerintah Siapkan Sistem Baru Berdasarkan Desil
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:01 WIB

BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Gempa NTT M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 94 Cm, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Pidato Kenegaraan Prabowo 2026: 121 Kebijakan Transformatif, Swasembada Pangan, MBG hingga Koperasi Merah Putih

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PPPK Penuh Waktu, BKN Ungkap 1.147 ASN Sudah Beralih Status

Berita Terbaru