Regulasi Baru PPPK 2026 Segera Terbit! Nasib PPPK Paruh Waktu, Gaji, dan BUP Jadi Sorotan

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nasib PPPK

Ilustrasi nasib PPPK

JAKARTA,JS- Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tengah menyusun regulasi terbaru sebagai pengganti KepmenPANRB Nomor 16 Tahun 2025. Kebijakan ini langsung menjadi perhatian luas, terutama bagi tenaga honorer dan Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK.

Rencana pembukaan rekrutmen CASN 2026 memperkuat dorongan dari berbagai forum tenaga honorer agar aturan baru tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu memberikan kepastian status dan kesejahteraan.

Forum Honorer Non-Kategori Dua Indonesia Tenaga Kependidikan (FHNK2I Tendik) menyuarakan aspirasi yang cukup tegas. Mereka menilai regulasi baru harus menjawab persoalan mendasar yang selama ini belum terselesaikan.

PPPK Paruh Waktu dan Downgrade Jadi Fokus Utama

Salah satu poin paling krusial dalam regulasi baru adalah pengakuan terhadap PPPK paruh waktu (P3K PW) serta status PPPK downgrade.

Selama ini, banyak tenaga PPPK paruh waktu menerima penghasilan yang jauh dari layak. Bahkan, sebagian belum mendapatkan gaji penuh dari APBD. Kondisi ini menciptakan kesenjangan yang cukup besar dibandingkan ASN lainnya.

Forum honorer mendorong agar pemerintah:

  • Memberikan pengakuan status yang lebih jelas
  • Menyusun skema penggajian yang lebih layak
  • Menjamin keberlanjutan kerja hingga masa pensiun

Jika regulasi baru mampu mengakomodasi poin tersebut, maka status PPPK paruh waktu tidak lagi dianggap “setengah ASN”.

Gaji PPPK Masih Jadi Persoalan Serius

Masalah gaji menjadi isu paling sensitif dalam pembahasan regulasi baru PPPK 2026. Banyak daerah masih bergantung pada kemampuan APBD, sementara aturan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30% menjadi hambatan besar.

Kondisi ini menyebabkan:

  • Gaji PPPK paruh waktu belum optimal
  • Pembayaran sering tidak merata antar daerah
  • Potensi ketimpangan kesejahteraan semakin besar

Forum honorer mengusulkan solusi konkret, yaitu:

1. Pengalihan Sumber Gaji ke APBN

Pemerintah pusat diharapkan mengambil peran lebih besar dengan mengalihkan sebagian beban gaji dari APBD ke APBN secara bertahap.

2. Skema Penggajian dari Pos Barang dan Jasa

Seperti yang pernah diterapkan saat transisi tenaga honorer ke ASN, skema ini dinilai bisa menjadi solusi cepat tanpa melanggar batas belanja pegawai.

Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa membebani keuangan daerah secara berlebihan.

Ancaman Outsourcing Jadi Kekhawatiran Baru

Jika regulasi baru tidak memberikan solusi konkret, muncul kekhawatiran bahwa pemerintah daerah akan memilih jalur alternatif, yaitu:

  • Mengurangi rekrutmen ASN
  • Mengalihkan tenaga kerja ke sistem outsourcing
  • Memperbanyak tenaga lepas

Situasi ini justru berpotensi memperpanjang masalah tenaga honorer dan mengurangi kepastian kerja.

Baca Juga :  Gaji PPPK Tidak Aman? Sejumlah Daerah Mulai Kekurangan Anggaran 2026

Karena itu, forum honorer menegaskan bahwa penyelesaian tenaga honorer harus tetap melalui jalur ASN, bukan sistem kerja fleksibel tanpa kepastian.

Jaminan Kerja hingga Batas Usia Pensiun (BUP)

Selain gaji, aspek jaminan kerja juga menjadi tuntutan utama. Banyak PPPK saat ini masih terikat kontrak jangka pendek yang tidak memberikan kepastian masa depan.

Forum honorer mengusulkan agar regulasi baru mengatur:

  • Perpanjangan kontrak otomatis berdasarkan kinerja
  • Penerbitan SK kerja hingga BUP
  • Kepastian status ASN jangka panjang

Dengan sistem ini, PPPK tidak lagi hidup dalam ketidakpastian kontrak tahunan.

Jaminan Hari Tua (JHT) untuk PPPK

Isu lain yang tidak kalah penting adalah jaminan sosial. Saat ini, ASN PPPK belum mendapatkan fasilitas yang setara dengan PNS, terutama dalam hal Jaminan Hari Tua (JHT).

Forum honorer menilai bahwa:

  • PPPK memiliki beban kerja yang sama dengan PNS
  • Risiko pekerjaan juga setara
  • Maka, hak jaminan sosial harus setara

Regulasi baru diharapkan mampu menghadirkan sistem JHT bagi PPPK sebagai bentuk perlindungan jangka panjang.

Peran Pemerintah Daerah dan Pusat Harus Seimbang

Penyelesaian tenaga honorer memang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Namun, keterbatasan anggaran membuat proses ini berjalan lambat.

Karena itu, diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara:

  • Pemerintah pusat (melalui kebijakan dan anggaran)
  • Pemerintah daerah (melalui implementasi)

Langkah sinergis ini akan mempercepat transformasi tenaga honorer menjadi ASN secara menyeluruh.

Baca Juga :  Terungkap! Nasib PPPK 2026 Bisa Berubah Total Tahun Ini

Dampak Besar untuk CASN 2026

Regulasi baru ini akan menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan rekrutmen CASN 2026. Jika aturan lebih jelas dan berpihak pada kesejahteraan, maka:

  • Minat pelamar akan meningkat
  • Kualitas ASN semakin baik
  • Stabilitas birokrasi lebih terjaga

Sebaliknya, jika regulasi masih setengah matang, maka persoalan klasik akan terus berulang.

FAQ

1. Kapan regulasi baru PPPK 2026 akan diterbitkan?

Pemerintah saat ini masih dalam tahap penyusunan. Namun, regulasi diperkirakan terbit sebelum pembukaan CASN 2026.

2. Apakah PPPK paruh waktu akan dihapus?

Tidak. Justru regulasi baru diharapkan memperjelas status dan meningkatkan kesejahteraan PPPK paruh waktu.

3. Apakah gaji PPPK akan naik?

Ada peluang peningkatan, terutama jika skema penggajian dari APBN atau pos barang dan jasa disetujui.

4. Apakah PPPK bisa mendapatkan pensiun?

Belum seperti PNS, tetapi ada dorongan kuat agar PPPK mendapatkan JHT atau jaminan serupa.

5. Apa dampak regulasi ini bagi honorer?

Regulasi ini menjadi peluang besar untuk mempercepat pengangkatan honorer menjadi ASN.

Baca Juga :  Gaji & Pensiun PPPK Jadi Sorotan! Kebijakan Baru 2026 Bisa Ubah Segalanya

Kesimpulan

Regulasi baru pengganti KepmenPANRB Nomor 16 Tahun 2025 menjadi titik krusial dalam reformasi sistem ASN di Indonesia. Harapan besar tertuju pada kebijakan yang lebih adil, terutama bagi PPPK paruh waktu dan tenaga honorer.

Fokus utama regulasi meliputi:

  • Pengakuan status PPPK paruh waktu
  • Perbaikan sistem penggajian
  • Jaminan kerja hingga BUP
  • Penyediaan jaminan sosial

Jika pemerintah mampu merancang kebijakan yang tepat, maka reformasi birokrasi tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi jutaan tenaga honorer di Indonesia.(*)

Berita Terkait

Hasil CAT PPPK Sekolah Rakyat 2026 Kapan Keluar? Ini Jadwal Terbaru Kemensos
Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair, Cek NIK Sekarang! Ini Nominal, Desil dan Cara Pencairannya
ASN Daerah Akhirnya Bernapas Lega! Pemerintah Kucurkan Rp20,5 Triliun untuk Gaji PNS dan PPPK, Ini Daftar Daerah Penerima
Kabar Baik untuk PPPK! Mendagri Tito Siapkan 3 Solusi Atasi Krisis Gaji ASN di Daerah
Harga Bioetanol Agustus 2026 Resmi Naik, Pemerintah Siapkan E10 dan E20, Harga Pertamax Green 95 Jadi Sorotan
Kabar Terbaru PPPK 2026: DPR Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Merumahkan PPPK
Promo PLN Agustus 2026 Diskon Tambah Daya 50 Persen, Biaya Naik Daya Listrik Jadi Lebih Hemat
BPJS Nonaktif Saat Mau Berobat? Tenang Ada Program Rehab, Ini Cara Aktifkan Kembali
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Hasil CAT PPPK Sekolah Rakyat 2026 Kapan Keluar? Ini Jadwal Terbaru Kemensos

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair, Cek NIK Sekarang! Ini Nominal, Desil dan Cara Pencairannya

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:01 WIB

ASN Daerah Akhirnya Bernapas Lega! Pemerintah Kucurkan Rp20,5 Triliun untuk Gaji PNS dan PPPK, Ini Daftar Daerah Penerima

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Kabar Baik untuk PPPK! Mendagri Tito Siapkan 3 Solusi Atasi Krisis Gaji ASN di Daerah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Harga Bioetanol Agustus 2026 Resmi Naik, Pemerintah Siapkan E10 dan E20, Harga Pertamax Green 95 Jadi Sorotan

Berita Terbaru