Rupiah Kian Tertekan, Mendekati level Rp 17.000

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nilai tukar rupiah  terhadap dollar kian melemah

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dollar kian melemah

JAKARTA,JS – Rupiah Kian Tertekan, Mendekati level Rp 17.000

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS kembali melemah dan mendekati level Rp 17.000. Bank Indonesia (BI) menyebut tekanan ini muncul dari meningkatnya gejolak di pasar keuangan global.

Tekanan Global Jadi Faktor Utama

Baca Juga :  Rupiah Tertekan di Kisaran Tinggi Sepanjang 2026

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea, menjelaskan, pelemahan rupiah terjadi akibat eskalasi tensi geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi bank sentral di negara maju, dan ketidakpastian arah kebijakan The Fed. Selain itu, permintaan valuta asing domestik meningkat pada awal tahun, memperkuat tekanan pada rupiah.

Rupiah ditutup pada Rp 16.860 per dollar AS pada Selasa (13/1/2026), terdepresiasi 1,04 persen secara year-to-date. “Pergerakan mata uang global, termasuk rupiah, sangat dipengaruhi oleh tekanan di pasar keuangan dunia,” ujar Erwin.

Rupiah Tidak Sendirian

Baca Juga :  Sentimen Global, Rupiah Melemah di Tengah Penguatan Dolar AS

Pelemahan rupiah sejalan dengan tren regional. Misalnya, won Korea turun 2,46 persen dan peso Filipina melemah 1,04 persen secara year-to-date. “Rupiah bergerak sejalan dengan nilai tukar regional yang juga terdampak sentimen global,” tambah Erwin.

BI Jaga Stabilitas dengan Intervensi Aktif

BI menegaskan tetap menjaga stabilitas rupiah melalui kebijakan stabilisasi yang konsisten. Bank sentral melakukan intervensi NDF di pasar off-shore di Asia, Eropa, dan AS. Di pasar domestik, BI aktif melalui transaksi spot, DNDF, dan pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder.

Erwin menekankan, BI akan terus berada di pasar untuk memastikan rupiah bergerak sesuai fundamental dan mekanisme pasar yang sehat. Bank sentral juga mengoptimalkan instrumen operasi moneter pro-market untuk menjaga likuiditas, mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan mencapai sasaran inflasi.

Rupiah Menguat Tipis di Pasar Spot

Pada perdagangan Rabu pagi pukul 10.36 WIB, rupiah menguat 0,08 persen ke level Rp 16.863 per dollar AS. Pergerakan ini menunjukkan adanya stabilisasi meskipun tekanan global masih terasa.

Berita Terkait

Pertamina Tebar Diskon BBM Rp450/Liter, Cek Cara Dapat Promo MyPertamina HUT RI ke-81
PPPK Paruh Waktu Kecewa Pidato Prabowo, Tuntut Diangkat Penuh Waktu dan Gaji Beralih ke APBN
BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu
Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya
Gempa NTT M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 94 Cm, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini
Pidato Kenegaraan Prabowo 2026: 121 Kebijakan Transformatif, Swasembada Pangan, MBG hingga Koperasi Merah Putih
PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PPPK Penuh Waktu, BKN Ungkap 1.147 ASN Sudah Beralih Status
2.722 ASN Mundur pada Semester I 2026, Mayoritas Baru Bekerja hingga 5 Tahun: Alarm Serius bagi Pemerintah
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Pertamina Tebar Diskon BBM Rp450/Liter, Cek Cara Dapat Promo MyPertamina HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Kecewa Pidato Prabowo, Tuntut Diangkat Penuh Waktu dan Gaji Beralih ke APBN

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:01 WIB

BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Gempa NTT M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga 94 Cm, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini

Berita Terbaru