Rupiah Tertekan di Kisaran Tinggi Sepanjang 2026

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Nilai Tukar Rupiah

Ilustrasi Nilai Tukar Rupiah

JAKARTA,JS – Sejumlah ekonom memperkirakan tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan berlanjut sepanjang 2026. Proyeksi ini melebihi asumsi pemerintah. Dalam UU APBN 2026, pemerintah menetapkan nilai tukar rupiah di Rp 16.500/US$, naik dari asumsi APBN 2025 di Rp 16.000/US$. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menetapkan asumsi rupiah Rp 16.430/US$ dalam ATBI 2026.

Tiga Faktor Tekan Rupiah Sepanjang Tahun

Baca Juga :  Sentimen Global, Rupiah Melemah di Tengah Penguatan Dolar AS

Victor George Petrus Matindas, Head of Banking Research & Analytics Economy BCA, menyebut tiga faktor utama menekan rupiah hingga kisaran atas Rp 16.800/US$: pelebaran defisit fiskal, tekanan inflasi, dan melemahnya surplus neraca perdagangan.

Selain itu, investor global menanyakan outlook inflasi dan surplus perdagangan kepada Victor.

Defisit Fiskal Meningkatkan Risiko Outflow

Realisasi defisit APBN 2025 mencapai Rp 695,1 triliun atau 2,92% PDB, melampaui target Rp 616,2 triliun (2,53% PDB). Akibatnya, pemerintah menghadapi biaya penerbitan obligasi yang lebih tinggi, sementara investor asing menarik modal dari pasar domestik.

Sebagai ilustrasi, BI mencatat keluar modal asing Rp 1,38 triliun dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) pada pekan pertama Januari 2026.

Inflasi dan Neraca Perdagangan Jadi Perhatian Investor

Baca Juga :  Tren Bisnis Tanaman Hias, Peluang Untung Jutaan Rupiah

Selain faktor fiskal, investor khawatir inflasi bisa naik di atas 3%. Kenaikan ini muncul karena harga emas meningkat dan efek diskon listrik pada kuartal I-2025.

Sementara itu, surplus perdagangan kemungkinan mengecil karena China menambah pasokan barang secara global dan mitra dagang utama menyesuaikan permintaan mereka.

Proyeksi Kurs Rupiah Sepanjang 2026

BCA memproyeksikan kurs rupiah bergerak di skenario terbaik Rp 16.565/US$, skenario dasar Rp 16.842/US$, dan skenario terburuk Rp 17.334/US$. Sementara itu, ekonom UOB Kay Hian, Surya Wijaksana, memprediksi rupiah bisa mencapai Rp 17.234/US$ di akhir 2026 karena kebijakan moneter BI yang longgar.

Meski demikian, Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, memperkirakan rupiah bisa menguat terbatas di kisaran Rp 16.500–16.700/US$. Penguatan ini terjadi jika investor memasukkan modal lebih banyak saat suku bunga global menguntungkan. Namun, defisit transaksi berjalan dan risiko kebijakan yang terlalu longgar tetap menahan rupiah.

Pergerakan Rupiah 2025 Melenceng dari Target

Sepanjang 2025, rupiah bergerak jauh di atas perkiraan pemerintah dan BI. Sebagai gambaran, pemerintah mencatat kurs rata-rata Rp 16.475/US$ sepanjang tahun, sedangkan di akhir tahun mencapai Rp 16.782/US$. Angka ini melebihi asumsi APBN Rp 16.000 dan ATBI Rp 15.285/US$.(AN)

Berita Terkait

Pertalite Makin Dibatasi Berdasarkan Jenis Kendaraan? Ini Kriteria yang Sedang Dikaji Pemerintah
Harga BBM Pertamina Turun 21 Agustus 2026, Pertamax Jadi Rp15.950 per Liter, Cek Daftar Lengkapnya
PPPK Nakes dan Tenaga Teknis Kecewa, Merasa Dianaktirikan: Siap Turun Aksi
BPNT Tahap 3 2026 Mulai Cair, Cek Bansos Rp600 Ribu Pakai NIK KTP dari HP, Termasuk untuk KPM di Jambi
Pemerintah Buka Jalan Guru PPPK Jadi PNS 2027, Ini Ketentuan yang Perlu Disiapkan
Tinggal 6 Hari Lagi, Promo Tambah Daya PLN 50 Persen Agustus 2026, Cek Syarat dan Cara Klaim Voucher Merdeka Daya hingga 7.700 VA
Jelang Demo Besar September, DPR dan Pemerintah Umumkan Nasib PPPK Paruh Waktu hingga CPNS 2027
Gaji ASN 2027 Naik atau Tidak? Ini Besaran Gaji PNS dan PPPK 2026, Cek Golongan I hingga XVII
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Pertalite Makin Dibatasi Berdasarkan Jenis Kendaraan? Ini Kriteria yang Sedang Dikaji Pemerintah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Harga BBM Pertamina Turun 21 Agustus 2026, Pertamax Jadi Rp15.950 per Liter, Cek Daftar Lengkapnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:01 WIB

PPPK Nakes dan Tenaga Teknis Kecewa, Merasa Dianaktirikan: Siap Turun Aksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:01 WIB

BPNT Tahap 3 2026 Mulai Cair, Cek Bansos Rp600 Ribu Pakai NIK KTP dari HP, Termasuk untuk KPM di Jambi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Pemerintah Buka Jalan Guru PPPK Jadi PNS 2027, Ini Ketentuan yang Perlu Disiapkan

Berita Terbaru