Kebakaran Sungai Penuh Dini Hari Tadi, Damkar Kerahkan 4 Armada Damkar

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Usaha pemadaman kebakaran yang dilakukan petugas damkar kota sungai penuh

Usaha pemadaman kebakaran yang dilakukan petugas damkar kota sungai penuh

SUNGAIPENUH,JS- Suasana dini hari di Larik Koto Pinang, Desa Koto Dian, Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh, mendadak berubah ketika api membakar sebuah rumah yang juga menjalankan usaha toko kelontong, Sabtu dini hari.

Kobaran api memicu kepanikan warga sekitar. Masyarakat langsung bergerak membantu penanganan sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Sungai Penuh menerima laporan mengenai kejadian tersebut pada pukul 02.55 WIB.

Petugas tidak membuang waktu. Tim langsung bergerak dari sejumlah titik pada pukul 03.00 WIB. Sepuluh menit kemudian, armada pemadam tiba di lokasi dan langsung menghadapi titik kebakaran.

Petugas mengerahkan 35 personel dan empat unit armada untuk menangani kobaran api. Personel berasal dari Mako Damkar serta sejumlah pos, yakni Pos Hamparan Rawang, Pos Pesisir Bukit, dan Pos Tanah Kampung.

Komandan Peleton memimpin langsung operasi pemadaman bersama jajaran petugas di lapangan.

Laporan Masuk Pukul 02.55 WIB

Kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran. Begitu laporan masuk pada pukul 02.55 WIB, petugas segera menyiapkan personel dan armada.

Lima menit kemudian, tepat pukul 03.00 WIB, tim meninggalkan kesatuan menuju lokasi.

Jarak tempuh yang relatif singkat membuat petugas tiba sekitar pukul 03.10 WIB. Sesampainya di lokasi, personel segera mengambil posisi dan melakukan upaya pemadaman.

Kondisi dini hari tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Selain minim pencahayaan, petugas juga harus memastikan proses pemadaman tidak membahayakan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Warga setempat ikut membantu petugas. Dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses penanganan, terutama dalam memberikan ruang bagi armada dan personel untuk bekerja.

Rumah Sekaligus Toko Kelontong Terbakar

Kebakaran tersebut menimpa rumah milik Ibu Santi. Bangunan itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi lokasi usaha toko kelontong.

Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja secara cepat dan terukur. Barang-barang yang berada di dalam toko dapat memperbesar risiko penyebaran api apabila terdapat material yang mudah terbakar.

Karena itu, petugas langsung berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke bagian bangunan lain maupun rumah warga di sekitar lokasi.

Petugas terus melakukan penyiraman hingga kondisi api benar-benar terkendali.

Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan, tim menyelesaikan penyiraman sekitar pukul 05.00 WIB.

Dengan demikian, petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam sejak tiba di lokasi untuk menyelesaikan seluruh proses pemadaman dan penyiraman.

Baca Juga :  Kisruh Bimtek BPD Se-Sungai Penuh, Kinerja Dinas PMD dan LAPIN Dicibir Masyarakat

Empat Armada Damkar Dikerahkan

Penanganan kebakaran kali ini melibatkan empat unit armada dari beberapa titik pelayanan Damkar Kota Sungai Penuh.

Armada dari Mako bergerak bersama unit dari Pos Hamparan Rawang, Pos Pesisir Bukit, dan Pos Tanah Kampung.

Pengerahan beberapa armada sekaligus menunjukkan pentingnya koordinasi dalam menghadapi house fire atau kebakaran bangunan permukiman.

Petugas tidak hanya berfokus pada sumber api. Mereka juga harus memperhatikan potensi rambatan api, kondisi bangunan, keselamatan warga, serta keamanan personel selama proses operasi.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses penyiraman untuk memastikan tidak ada lagi titik panas yang dapat memicu kebakaran susulan.

Tim kemudian meninggalkan lokasi pada pukul 05.15 WIB untuk kembali ke kesatuan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali.

Penyebab Kebakaran Masih Menunggu Penyelidikan

Hingga proses penanganan selesai, petugas belum menyampaikan penyebab pasti kebakaran.

Tim terkait masih perlu melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber awal munculnya api.

Begitu pula dengan nilai kerugian. Pihak terkait masih menghitung dampak kerusakan bangunan serta barang-barang yang berada di dalam rumah dan toko kelontong.

Karena itu, masyarakat sebaiknya menunggu hasil pemeriksaan dari pihak yang memiliki kewenangan sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kebakaran.

Informasi mengenai sumber api juga penting karena dapat menjadi bahan evaluasi bagi masyarakat untuk meningkatkan fire prevention atau pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing.

Damkar Ingatkan Bahaya Api dan Listrik

Kasat Pol PP dan Damkar Kota Sungai Penuh, Dafri Dailami, S.Pd., M.Si., mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber yang dapat memicu kebakaran.

Menurutnya, masyarakat perlu memberikan perhatian lebih terhadap penggunaan api, instalasi listrik, serta peralatan memasak di dalam rumah.

Kewaspadaan tersebut tidak hanya penting ketika seseorang sedang memasak. Pemeriksaan instalasi listrik dan kondisi peralatan rumah tangga juga perlu dilakukan secara berkala.

Langkah sederhana dapat membantu mengurangi risiko house fire, terutama pada kawasan permukiman yang memiliki bangunan berdekatan.

Jangan Tinggalkan Kompor Saat Memasak

Salah satu kebiasaan yang perlu masyarakat perhatikan yaitu meninggalkan makanan yang sedang dimasak.

Aktivitas memasak sering berlangsung bersamaan dengan pekerjaan lain. Namun, masyarakat sebaiknya tetap berada di sekitar area dapur selama proses memasak berlangsung.

Jika harus meninggalkan dapur, matikan kompor terlebih dahulu.

Langkah sederhana tersebut dapat mencegah api membesar tanpa pengawasan.

Selain itu, masyarakat perlu memastikan posisi kompor jauh dari bahan yang mudah terbakar seperti kain, kertas, plastik, minyak, maupun bahan lainnya.

Periksa Kabel dan Beban Listrik

Sumber risiko lainnya berasal dari instalasi listrik.

Kabel yang rusak, sambungan yang tidak aman, serta penggunaan stopkontak secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan listrik.

Karena itu, masyarakat perlu memeriksa kondisi kabel secara berkala.

Hindari menumpuk terlalu banyak perangkat pada satu sumber listrik. Gunakan peralatan listrik sesuai kapasitas dan petunjuk penggunaannya.

Apabila menemukan kabel terkelupas, panas berlebihan, atau soket yang mengalami kerusakan, segera lakukan pemeriksaan.

Masyarakat juga perlu menghindari penggunaan peralatan listrik yang sudah rusak.

Jauhkan Barang Mudah Terbakar dari Api

Rumah yang sekaligus menjalankan usaha seperti toko kelontong memerlukan perhatian ekstra.

Pemilik usaha perlu mengatur penyimpanan barang dengan baik. Bahan yang mudah terbakar sebaiknya tidak berada terlalu dekat dengan kompor, sumber panas, maupun instalasi listrik.

Penataan barang juga perlu memperhatikan akses keluar masuk bangunan.

Jalur evakuasi jangan sampai tertutup oleh barang dagangan atau perabot rumah tangga.

Dengan begitu, penghuni dapat bergerak lebih cepat apabila terjadi keadaan darurat.

APAR Penting untuk Rumah dan Usaha

Damkar juga mengingatkan pentingnya menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

APAR dapat menjadi perlengkapan awal ketika api masih berukuran kecil.

Namun, masyarakat perlu mengetahui cara penggunaannya. Jangan sampai seseorang mencoba memadamkan api tanpa memahami kondisi dan jenis kebakaran.

Jika api sudah membesar, keselamatan manusia harus menjadi prioritas.

Segera tinggalkan lokasi dan hubungi petugas pemadam kebakaran.

Masyarakat juga perlu memastikan seluruh anggota keluarga mengetahui jalur keluar rumah ketika terjadi kebakaran.

Baca Juga :  Mutasi Kejaksaan September 2026: Antonius Despinola Putra Sungai Penuh Dapat Jabatan Baru, Ini Daftar 16 Pejabat dalam SK Terbaru

Hindari Membakar Sampah Saat Cuaca Kering

Risiko kebakaran tidak hanya muncul dari dalam rumah.

Pembakaran sampah maupun aktivitas pembakaran lahan juga dapat menimbulkan masalah ketika masyarakat melakukannya saat cuaca panas, kering, dan angin bertiup cukup kuat.

Api kecil dapat menyebar apabila masyarakat tidak mengawasinya.

Karena itu, pembakaran terbuka perlu masyarakat hindari, terutama ketika kondisi lingkungan sangat kering.

Kesadaran tersebut menjadi bagian penting dalam fire prevention dan menjaga keamanan lingkungan.

Kecepatan Laporan Sangat Penting

Kejadian di Koto Dian kembali menunjukkan pentingnya kecepatan laporan ketika masyarakat melihat asap atau api.

Warga tidak perlu menunggu api membesar sebelum menghubungi petugas.

Semakin cepat masyarakat memberikan informasi, semakin cepat pula petugas dapat bergerak menuju lokasi.

Selain memberikan informasi mengenai lokasi, masyarakat sebaiknya menyampaikan kondisi yang terlihat secara jelas.

Informasi tersebut membantu petugas menyiapkan personel dan armada sesuai kebutuhan.

Pada situasi darurat, masyarakat juga perlu memberikan akses kepada armada pemadam agar petugas dapat mencapai titik kebakaran tanpa hambatan.

Keselamatan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Kebakaran bukan hanya persoalan ketika api sudah muncul. Pencegahan harus dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar.

Pemeriksaan instalasi listrik, penggunaan peralatan memasak secara aman, penyimpanan barang mudah terbakar, serta kesiapan menghadapi keadaan darurat dapat menjadi langkah awal.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu memahami pentingnya nomor darurat pemadam kebakaran di wilayah masing-masing.

Jangan menunda laporan ketika melihat tanda-tanda kebakaran.

Asap yang muncul dari sebuah bangunan, percikan listrik, maupun bau terbakar dapat menjadi tanda awal masalah yang lebih besar.

Segera lakukan tindakan yang aman dan hubungi petugas.

Damkar Apresiasi Peran Petugas dan Warga

Dafri Dailami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang menjalankan tugas dalam penanganan kebakaran tersebut.

Ia mengapresiasi kerja petugas yang tetap menjalankan operasi dengan penuh tanggung jawab.

Selain petugas, masyarakat di sekitar lokasi juga memberikan dukungan selama proses pemadaman.

Kolaborasi antara petugas dan warga menjadi bagian penting dalam menciptakan respons darurat yang cepat.

Kebakaran di Larik Koto Pinang, Desa Koto Dian, akhirnya dapat dikendalikan hingga seluruh proses penyiraman selesai sekitar pukul 05.00 WIB.

Petugas kemudian kembali ke kesatuan pada pukul 05.15 WIB.

Sementara itu, penyebab kebakaran dan nilai kerugian masih menunggu informasi dari tim terkait.

Bagi masyarakat Kota Sungai Penuh, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat terjadi kapan saja, termasuk ketika sebagian besar warga sedang beristirahat.

Karena itu, kewaspadaan perlu menjadi kebiasaan.

Pastikan kompor dalam keadaan aman, periksa instalasi listrik, jauhkan benda mudah terbakar dari sumber api, dan siapkan perlengkapan pemadam apabila memungkinkan.

Jika melihat asap atau api, jangan menunggu hingga kobaran membesar.

Segera hubungi layanan darurat pemadam kebakaran dan berikan informasi lokasi secara jelas.

Mencegah kebakaran selalu membutuhkan kewaspadaan sejak awal. Keselamatan keluarga dan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.(*)

Berita Terkait

Pembangunan Pasar Beringin Sungai Penuh Dikebut, Wako Alfin Minta Target Proyek Dievaluasi Tiap Pekan
Sempat Cerah Beberapa Hari, Kota Jambi Kembali Diselimuti Kabut Asap dengan Udara yang Masuk Kategori Tidak Sehat
Petani Kerinci Buka Suara soal P3-TGAI Tahap I, BWSS VI Jambi Diminta Turun Langsung: Jangan Terima Kelompok Tani Titipan di Tahap II
‘Berebut Tuah’, 7 Nama Lolos Administrasi, Siapa Dirut Perumda Tirta Sakti Kerinci Selanjutnya
Kisruh Bimtek BPD Se-Sungai Penuh, Kinerja Dinas PMD dan LAPIN Dicibir Masyarakat
Kasus ISPA di Jambi Turun Jadi 7.236 Kasus, Warga Diminta Tetap Jaga Kesehatan
Usulan Penambahan OPD oleh Pemkab Kerinci, Kebutuhan Atau Desakan?
Di Tengah Efisiensi Anggaran! Bimtek BPD Sungai Penuh Dinilai Pemborosan
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 20:50 WIB

Pembangunan Pasar Beringin Sungai Penuh Dikebut, Wako Alfin Minta Target Proyek Dievaluasi Tiap Pekan

Sabtu, 26 September 2026 - 19:01 WIB

Sempat Cerah Beberapa Hari, Kota Jambi Kembali Diselimuti Kabut Asap dengan Udara yang Masuk Kategori Tidak Sehat

Sabtu, 26 September 2026 - 14:01 WIB

Petani Kerinci Buka Suara soal P3-TGAI Tahap I, BWSS VI Jambi Diminta Turun Langsung: Jangan Terima Kelompok Tani Titipan di Tahap II

Sabtu, 26 September 2026 - 10:15 WIB

‘Berebut Tuah’, 7 Nama Lolos Administrasi, Siapa Dirut Perumda Tirta Sakti Kerinci Selanjutnya

Sabtu, 26 September 2026 - 08:01 WIB

Kisruh Bimtek BPD Se-Sungai Penuh, Kinerja Dinas PMD dan LAPIN Dicibir Masyarakat

Berita Terbaru