Sekolah di Jambi Larang Ponsel, Kepala Sekolah Dites Kejiwaan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Larangan penggunaan HP di sekolah dan Kepala Sekolah di Tes Kejiwaan

Ilustrasi Larangan penggunaan HP di sekolah dan Kepala Sekolah di Tes Kejiwaan

JAMBI,JS- Untuk meningkatkan disiplin dan kualitas pembelajaran, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi memperketat aturan penggunaan telepon genggam di sekolah. Sesuai surat edaran yang tengah disiapkan, siswa hanya boleh menggunakan ponsel saat pembelajaran daring atau setelah mendapat izin dari guru. Selain itu, sekolah wajib menyediakan loker atau kotak khusus agar siswa menyimpan ponsel selama kegiatan belajar mengajar.

Kebijakan ini bertujuan mengurangi distraksi, mendorong interaksi langsung di kelas, dan membangun budaya penggunaan teknologi yang lebih bertanggung jawab. Dengan demikian, suasana belajar menjadi lebih fokus dan produktif.

Baca Juga :  Disdik Pemprov Jambi Susun Regulasi Sekolah Anti Radikalisme

Tes Kejiwaan untuk Kepala Sekolah

Selain itu, Dinas Pendidikan menyiapkan tes kejiwaan bagi ratusan kepala sekolah negeri tingkat SMA dan SMK. Pada tahap awal, 289 kepala sekolah menjadi peserta di seluruh kabupaten dan kota.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Muhammad Umar, tes psikologis tidak hanya menilai kondisi mental, tetapi juga menyoroti kesiapan kepemimpinan, kemampuan mengambil keputusan, serta kecakapan mengelola dinamika sekolah. “Langkah ini penting agar kepala sekolah dapat mengelola sekolah secara profesional, sehat, dan bebas dari praktik yang merugikan siswa,” ujarnya.

Baca Juga :  Tolak IRET, Dinas Pendidikan Jambi Gandeng Densus 88

Mencegah Masalah Sejak Awal

Program evaluasi ini muncul sebagai respons terhadap beberapa peristiwa pelanggaran disiplin dan kekerasan di lingkungan pendidikan. Dengan melakukan pemetaan kondisi psikologis pimpinan sekolah, Dinas Pendidikan berharap sekolah dapat mencegah potensi konflik, tekanan kerja berlebihan, dan keputusan yang keliru sejak awal.

Sejalan dengan Tren Nasional

Secara keseluruhan, pendekatan ini sejalan dengan tren nasional yang mulai menempatkan kesehatan mental sebagai salah satu indikator utama kualitas layanan pendidikan.(*)

Berita Terkait

179 ASN Bungo Pensiun Tahun Ini, Pemkab Terancam Krisis Guru dan Pegawai Teknis
Ribuan Pelamar Gigit Jari, CPNS 2026 di Muaro Jambi Dipastikan Nihil
Jelang Iduladha 2026, Pemkot Jambi Turunkan Harga Sembako Lewat Operasi Pasar Murah
Banjir Bandang Kerinci 2026: Rumah Warga Terendam, Akses Jalan Depati Parbo Lumpuh Total
Sri Kartini Alfin Gaspol Perangi Stunting, TP PKK Sungai Penuh Perkuat Posyandu 2026
RSUD Abundjani Bangko Kini Punya CT Scan dan Mamografi Modern, Warga Merangin Tak Perlu Lagi Berobat ke Jambi atau Padang
PT Tren Gen Horizon Kantongi HAKI Resmi dari DJKI, Bisnis Iklan Digital Berbasis Website Kian Dipercaya
Wako Alfin Turun Langsung ke Kantor Camat, Disiplin ASN Sungai Penuh Jadi Perhatian Serius
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:02 WIB

179 ASN Bungo Pensiun Tahun Ini, Pemkab Terancam Krisis Guru dan Pegawai Teknis

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:05 WIB

Jelang Iduladha 2026, Pemkot Jambi Turunkan Harga Sembako Lewat Operasi Pasar Murah

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:31 WIB

Banjir Bandang Kerinci 2026: Rumah Warga Terendam, Akses Jalan Depati Parbo Lumpuh Total

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:13 WIB

Sri Kartini Alfin Gaspol Perangi Stunting, TP PKK Sungai Penuh Perkuat Posyandu 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:08 WIB

RSUD Abundjani Bangko Kini Punya CT Scan dan Mamografi Modern, Warga Merangin Tak Perlu Lagi Berobat ke Jambi atau Padang

Berita Terbaru

PGRI

Nasional

Nasib Guru PPPK, PGRI Desak Pemerintah Angkat Jadi PNS Tetap

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:07 WIB