TEKNOLOGI,JS- Pelaku siber kini menargetkan platform kecerdasan buatan (AI). Peningkatan penggunaan AI dalam bisnis dan operasional perusahaan membuat teknologi ini menarik bagi penjahat digital.
Laporan 2026 X-Force Threat Intelligence Index dari IBM mencatat, malware mencuri lebih dari 300.000 akun ChatGPT sepanjang 2025. Tim keamanan IBM X-Force menegaskan, pelaku siber memanfaatkan kredensial ini untuk mengakses akun, memanipulasi hasil AI, mengekstrak data sensitif pengguna, dan menyisipkan malicious prompt.
Perusahaan Perlu Strategi Keamanan Proaktif
Mark Hughes, Global Managing Partner for Cybersecurity Services di IBM, menekankan bahwa perusahaan harus memperkuat sistem keamanan identitas dan akses pengguna. “Para pemimpin keamanan harus beralih ke strategi proaktif. Mereka bisa menggunakan deteksi dan respons ancaman berbasis agen untuk menemukan celah dan menghentikan serangan sebelum berkembang lebih besar,” ujarnya, dikutip dari Bisnis, Jumat (6/3/2026).
AI Mempercepat Serangan Siber
IBM melaporkan, AI membantu pelaku siber mempercepat serangan. Penyerang menggunakan AI untuk menganalisis data dalam jumlah besar, mempercepat pengintaian sistem target, dan mengeksekusi jalur serangan secara otomatis.
Di Asia Tenggara, beberapa sindikat penipuan mengoperasikan AI dalam kegiatan mereka. Mereka memanfaatkan chatbot multibahasa untuk menjangkau korban di berbagai negara.
Kawasan Asia Pasifik menempati posisi kedua sebagai wilayah dengan jumlah serangan siber tertinggi di dunia. Wilayah ini menyumbang sekitar 27% dari total insiden yang diamati tim X-Force. Pertumbuhan digital yang cepat dan ketegangan geopolitik membuat kawasan ini menarik bagi pelaku ancaman. Mereka mencari keuntungan strategis, finansial, dan efek disruptif.
Metode Serangan Paling Sering Digunakan
Pelaku siber di Asia Pasifik mengandalkan malware sebagai metode utama (45%). Selanjutnya, mereka menggunakan spam (15%), alat sah (legitimate tools) (15%), dan akses ke server (10%). Kombinasi teknik tradisional dan modern ini memungkinkan mereka mencapai target lebih cepat.
Industri Manufaktur Paling Rawan
Sektor manufaktur menjadi target utama selama lima tahun berturut-turut. Sektor ini menyumbang sekitar 27,7% dari insiden global. Penyerang biasanya mencuri data, yang dapat mengganggu operasi perusahaan dan rantai pasok secara signifikan.
IBM menekankan, perusahaan harus memperkuat strategi keamanan, meningkatkan kesadaran karyawan, dan menerapkan teknologi deteksi dini. Langkah ini akan membantu mereka mencegah serangan siber dan melindungi data penting.(*)









