Transformasi Besar Pos Indonesia: Robot AI Operasi 24 Jam

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pos Indonesia kerahkan 1.000 robot AI, agar bisnis operasi 30% lebih efisien. (Sumber/Google)

Pos Indonesia kerahkan 1.000 robot AI, agar bisnis operasi 30% lebih efisien. (Sumber/Google)

TEKNOLOGI, JS – PT Pos Indonesia (Persero) meluncurkan langkah besar dalam transformasi digital. Perusahaan kini mengoperasikan 1.000 robot yang terintegrasi kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat operasional, mengurangi kesalahan, dan membuka peluang kolaborasi dengan industri kurir lainnya.

Robot Ubah Cara Kerja dan Hemat Tenaga Kerja

Sejak 2023, Pos Indonesia mulai memanfaatkan teknologi robot. Director of Business Development & Portfolio Management, Prasabri Pesti, menyebutkan bahwa saat ini robot-robot tersebut telah tersebar di Surabaya, Jakarta Timur, dan Yogyakarta.

Baca Juga :  Kini Berpose di Kabin First Class Bisa Dilakukan dengan AI

“Penggunaan robot memungkinkan pekerjaan yang berulang dan sederhana digantikan mesin. Dengan demikian, efisiensi tenaga kerja meningkat hingga 30%,” ujar Prasabri saat ditemui di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Selain menghemat tenaga kerja, robot juga meningkatkan akurasi operasional hingga lebih dari 99%.

Dua Jenis Robot Andalan Pos Indonesia

Pos Indonesia mengandalkan dua jenis robot untuk mendukung operasional:

  1. Robotic Sorting Machine – Robot ini menyortir paket dan menempatkannya ke kotak sesuai alamat pengiriman.
  2. Auto Labeling Robot – Robot ini menempelkan label pada paket, sehingga pekerjaan yang memakan banyak waktu dan tenaga kini selesai lebih cepat dan efisien.

Kedua robot beroperasi 24 jam sehari. Menariknya, operator kurir lain dapat menggunakan robot pada jam tertentu, sementara Pos Indonesia memanfaatkan robot pada sesi sore hingga malam. “Konsep ini kami siapkan untuk mendukung industri kurir secara keseluruhan, bukan hanya Pos Indonesia,” tambah Prasabri.

Investasi untuk satu lokasi robot mencapai sekitar Rp10 miliar.

Baca Juga :  Microsoft Bukan Lagi Sekadar Pembuat Windows, Ini Strategi Rahasia Kuasai Ekosistem Digital Dunia

Rencana AI untuk Masa Depan

Pos Indonesia juga menyiapkan beberapa inovasi berbasis AI untuk meningkatkan layanan. Salah satunya adalah geofencing, yang memastikan kurir tidak bisa memperbarui status paket sebagai “terkirim” sebelum berada dalam radius 100 meter dari alamat penerima.

Masalah pembaruan status palsu menjadi tantangan global di industri kurir. Dengan geofencing, sistem membatasi pembaruan hingga posisi kurir sesuai tujuan, sehingga meningkatkan akurasi dan kepercayaan pelanggan.

Selain itu, Pos Indonesia berencana menerapkan road optimization berbasis AI. Perusahaan memiliki sekitar 642 ribu rute aktif, termasuk rute panjang dari Aceh sampai Lombok. Teknologi AI menghitung dan menyesuaikan rute dengan lebih akurat, sehingga operasional menjadi lebih efektif dan hemat waktu.

Transformasi Digital yang Berkelanjutan

Dengan implementasi robot dan AI, Pos Indonesia membuktikan bahwa transformasi digital bukan sekadar efisiensi, tetapi juga membuka peluang untuk inovasi layanan. Ke depan, teknologi ini diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperkuat kolaborasi di industri kurir Indonesia.(*)

Berita Terkait

iPhone 18 Pro vs iPhone 18 Pro Max: Baterai Jumbo 5.567 mAh hingga Kamera Variable Aperture, Mana yang Lebih Layak Dibeli?
Engagement Instagram Turun Drastis? Ini Penyebab Utama dan Cara Menaikkannya Lagi
Pajak Marketplace Ditunda 2 Bulan! Seller Online Siap Hadapi Aturan Baru November 2026
Pendapatan YouTube AdSense Tidak Masuk? Ini Penyebab, Jadwal Pencairan, dan Cara Mengatasinya
Bareskrim Ungkap Modus Baru Judi Online: Deposit Pakai Pulsa, Anak Jadi Sasaran Risiko
Instagram Reels Tidak Dibayar per View? Ini Cara Monetisasi Terbaru agar Konten Tetap Menghasilkan Uang
Data Pribadi Bocor? Ini Cara Melindungi NIK, Rekening, OTP, dan Jejak Digital dari Penipuan Online
Limit Transfer myBCA Naik hingga Rp500 Juta, Ini Cara Atur dan Fitur Baru BCA yang Perlu Nasabah Tahu
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:01 WIB

iPhone 18 Pro vs iPhone 18 Pro Max: Baterai Jumbo 5.567 mAh hingga Kamera Variable Aperture, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Engagement Instagram Turun Drastis? Ini Penyebab Utama dan Cara Menaikkannya Lagi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Pajak Marketplace Ditunda 2 Bulan! Seller Online Siap Hadapi Aturan Baru November 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Pendapatan YouTube AdSense Tidak Masuk? Ini Penyebab, Jadwal Pencairan, dan Cara Mengatasinya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Bareskrim Ungkap Modus Baru Judi Online: Deposit Pakai Pulsa, Anak Jadi Sasaran Risiko

Berita Terbaru