Sidak Sekda Sungai Penuh Usai Perubahan SOTK, Ini yang Jadi Perhatian Utama

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Sungai Penuh, Alpian didampingi Kepala BKPSDM Sungai Penuh, Affan saat sidak ke sejumlah SKPD pasca SOTK Baru

Sekda Sungai Penuh, Alpian didampingi Kepala BKPSDM Sungai Penuh, Affan saat sidak ke sejumlah SKPD pasca SOTK Baru

SUNGAI PENUH, JS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sungai Penuh, Alpian, SE, MM, turun langsung ke sejumlah kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Senin (2/2). Ia mengecek kesiapan aparatur, kelengkapan fasilitas kerja, hingga penyesuaian administrasi setelah Pemerintah Kota Sungai Penuh menerapkan perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).

Dalam kegiatan tersebut, Alpian didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sungai Penuh, Affan. Keduanya mengunjungi sejumlah SKPD untuk melihat secara langsung kesiapan perangkat daerah dalam menjalankan tugas dengan struktur organisasi baru.

Perubahan SOTK menuntut setiap perangkat daerah bergerak cepat. Selain menata kembali pembagian tugas, pemerintah juga perlu memastikan koordinasi antarbidang berjalan lancar agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan yang optimal.

Baca Juga :  Sekda Sungai Penuh Tegaskan Sanksi bagi Pejabat yang Abaikan LHKPN, Jabatan Bisa Terancam

Sekda Periksa Kesiapan SKPD Setelah Perubahan Organisasi

Alpian memusatkan perhatian pada kesiapan SKPD yang mengalami penggabungan. Ia ingin memastikan setiap unit kerja memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing sehingga perubahan struktur tidak menghambat aktivitas pemerintahan.

Dalam masa transisi, setiap kepala SKPD perlu mengatur pembagian pekerjaan secara jelas. Pegawai juga harus memahami tanggung jawab baru agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan maupun keterlambatan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Selain itu, koordinasi antarpimpinan bidang menjadi faktor penting. Tanpa komunikasi yang baik, perubahan organisasi berpotensi menimbulkan kendala administratif yang dapat memperlambat pengambilan keputusan.

Karena itu, pemerintah daerah perlu mengawal proses penyesuaian secara menyeluruh. Langkah ini mencakup penataan personel, pembagian kewenangan, penyesuaian alur kerja, serta penguatan komunikasi di lingkungan setiap perangkat daerah.

Pelayanan Publik Tetap Menjadi Prioritas

Di tengah perubahan struktur birokrasi, Alpian menegaskan bahwa SKPD harus tetap menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Perubahan organisasi tidak boleh menjadi alasan bagi aparatur untuk memperlambat pekerjaan atau mengabaikan kebutuhan warga.

Pelayanan administrasi, penyelesaian dokumen, koordinasi lintas instansi, serta pelaksanaan program pemerintah harus terus berjalan sesuai ketentuan. Setiap perangkat daerah perlu menjaga disiplin kerja sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas ketika mengakses layanan.

Kepastian pelayanan menjadi salah satu hal penting dalam masa transisi organisasi. Masyarakat membutuhkan prosedur yang mudah dipahami, alur layanan yang jelas, dan petugas yang mampu memberikan informasi secara tepat.

Oleh sebab itu, kepala SKPD perlu segera menyelesaikan persoalan teknis yang muncul selama penyesuaian. Jika terdapat perubahan kewenangan atau penanggung jawab layanan, perangkat daerah harus menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat agar warga tidak mengalami kebingungan.

Langkah tersebut juga penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Struktur organisasi yang lebih sederhana akan memberikan manfaat apabila mampu mendukung pelayanan yang lebih cepat, tertib, dan responsif.

Baca Juga :  Pedagang Kerinci dan Sungai Penuh Tertekan E-Commerce, Omzet Disebut Turun hingga 80 Persen

Tinjau Kantor Baru dan Fasilitas Pendukung Kerja

Selain memeriksa kesiapan pegawai, Alpian meninjau sejumlah kantor SKPD yang mengalami perubahan akibat penggabungan organisasi. Ia melihat kondisi ruang kerja serta sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas aparatur.

Ketersediaan fasilitas yang memadai membantu pegawai menjalankan tugas secara efektif. Ruang kerja, peralatan administrasi, dokumen, serta dukungan operasional perlu mengikuti kebutuhan organisasi yang baru.

Penataan kantor juga memerlukan perencanaan yang baik. Setiap perangkat daerah harus memastikan penempatan pegawai sesuai dengan tugasnya, mengatur penyimpanan dokumen, serta menjaga kelancaran komunikasi antarbidang.

Di sisi lain, pemerintah perlu memperhatikan efisiensi penggunaan fasilitas. Penggabungan organisasi seharusnya mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih terarah, bukan sekadar memindahkan pegawai atau mengubah susunan jabatan.

Melalui peninjauan tersebut, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi kebutuhan yang perlu segera ditangani. Dengan begitu, kendala fasilitas tidak mengganggu pelaksanaan program maupun pelayanan kepada masyarakat.

Alpian Minta Koordinasi Antarbidang Diperkuat

Perubahan SOTK juga menuntut setiap aparatur menyesuaikan pola kerja. Alpian menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi agar seluruh bidang mampu menjalankan tanggung jawab secara terarah.

“Seluruh SKPD harus segera menyesuaikan diri dan menjalankan tugas sesuai tupoksi masing-masing. Karena itu, koordinasi dan sinergi antarbidang harus terus diperkuat,” tegas Alpian.

Arahan tersebut menekankan bahwa keberhasilan perubahan organisasi tidak hanya bergantung pada susunan jabatan. Setiap pegawai juga perlu memahami alur kerja, membangun komunikasi dengan unit terkait, serta menyelesaikan tanggung jawab sesuai target.

Koordinasi yang kuat akan membantu perangkat daerah menangani pekerjaan lintas bidang secara lebih efektif. Sebaliknya, komunikasi yang lemah dapat memicu keterlambatan, pekerjaan berulang, dan ketidakjelasan tanggung jawab.

Untuk menghindari persoalan tersebut, setiap kepala SKPD perlu memberikan arahan yang jelas kepada pegawai. Mereka juga perlu memantau pelaksanaan pekerjaan secara berkala dan segera menyelesaikan kendala yang muncul selama masa penyesuaian.

Dengan demikian, perubahan organisasi dapat mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih terarah dan efisien.

Administrasi dan Penataan Personel Harus Segera Tuntas

Alpian juga meminta para kepala SKPD mempercepat penyesuaian administrasi. Penataan tersebut mencakup pembagian tugas pegawai, pengaturan ruang kerja, serta penyelarasan proses kerja dengan struktur organisasi yang berlaku.

Administrasi yang tertib menjadi dasar penting bagi kelancaran pemerintahan. Setiap perangkat daerah perlu memastikan dokumen, arsip, dan urusan kedinasan mengikuti kewenangan masing-masing setelah perubahan organisasi.

Selain itu, penataan personel harus memperhatikan kebutuhan kerja setiap bidang. Pemerintah perlu memastikan setiap pegawai memahami tanggung jawabnya sehingga tidak terjadi kekosongan fungsi maupun penumpukan pekerjaan pada unit tertentu.

Kepala SKPD juga perlu mengevaluasi kebutuhan sarana pendukung berdasarkan kondisi aktual. Jika terdapat kendala dalam pengaturan ruang kerja atau distribusi tugas, mereka harus segera mencari solusi sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut dapat membantu menjaga profesionalisme aparatur sekaligus memperkuat akuntabilitas pelaksanaan tugas. Setiap unit kerja perlu menjalankan tanggung jawab secara terukur dan memastikan proses administrasi mendukung pencapaian target organisasi.

Baca Juga :  Resmi! Daftar Nama dan Jabatan Pejabat Eselon III-IV Pemkot Sungai Penuh, Cek PDF Lengkapnya

Perubahan SOTK Diharapkan Perkuat Kinerja Birokrasi

Sidak yang dilakukan Sekda Sungai Penuh ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengawal pelaksanaan perubahan struktur organisasi. Pemerintah perlu memastikan penyesuaian berjalan tidak hanya pada tingkat administrasi, tetapi juga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Keberhasilan perubahan SOTK pada akhirnya bergantung pada kemampuan setiap perangkat daerah menerjemahkan struktur baru menjadi pola kerja yang lebih efektif. Pembagian tugas yang jelas, koordinasi yang konsisten, serta pemanfaatan sumber daya secara efisien menjadi faktor penting dalam proses tersebut.

Selain itu, evaluasi berkala dapat membantu pemerintah mengidentifikasi kendala dan menentukan langkah perbaikan. Pemerintah daerah perlu melihat apakah perubahan organisasi mampu mempercepat pekerjaan, meningkatkan kedisiplinan, dan menjaga mutu pelayanan publik.

Masyarakat juga membutuhkan hasil nyata dari penataan birokrasi, terutama melalui pelayanan yang lebih mudah, proses administrasi yang tertib, dan respons aparatur yang semakin baik.

Melalui pengawasan langsung dan percepatan penyesuaian internal, Pemerintah Kota Sungai Penuh menargetkan perubahan SOTK mampu memperkuat kinerja birokrasi. Dengan koordinasi yang baik dan komitmen seluruh aparatur, struktur organisasi baru diharapkan mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (AN)

Berita Terkait

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya
133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak
Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan
Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas
4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas
Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031
MTQH Jambi 2026, Merangin Bidik Tiga Besar dengan 62 Kafilah
Bukan Cuma Cek Bangunan! Aktivis Minta Proyek P3-TGAI Kerinci dan Sungai Penuh Diaudit APH Hingga BPK
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:31 WIB

133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:01 WIB

4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas

Berita Terbaru