Soal Longsor di Lokasi PETI di Sarolangun, Ini Kata WALHI

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Lokasi Longsor PETI Sarolangun yang memakai korban jiwa

Foto : Lokasi Longsor PETI Sarolangun yang memakai korban jiwa

SAROLANGUN,JS – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyoroti insiden pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Insiden tersebut merenggut nyawa delapan orang penambang. WALHI menilai tragedi ini mencerminkan buruknya tata kelola sumber daya alam serta lemahnya penegakan hukum.

Aktivitas PETI Berlangsung Tanpa Kendali

Baca Juga :  Walhi, Banjir di Jambi Bukan Sekedar Bencana Alam

Dalam beberapa tahun terakhir, pelaku tambang ilegal terus menjalankan aktivitas PETI di kawasan tersebut tanpa pengawasan memadai. Akibat kondisi itu, risiko kecelakaan fatal terus meningkat. Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jambi, Oscar Anugrah, menegaskan bahwa pembiaran terhadap PETI pada akhirnya akan berujung pada korban jiwa.

“Tragedi ini menunjukkan kegagalan negara mencegah praktik berbahaya yang publik ketahui sejak lama,” kata Oscar di Jambi.

Lemahnya Tata Kelola SDA Picu Tragedi

Baca Juga :  Longsor PETI Terjadi di Sarolangun, 8 Korban Meninggal Dunia

Sejalan dengan itu, Oscar menilai lemahnya tata kelola sumber daya alam memicu jatuhnya korban jiwa. Di sisi lain, aparat menjalankan penegakan hukum secara tidak konsisten. Kondisi tersebut membuat pemerintah hanya menangani tambang ilegal secara sporadis dan reaktif.

Sementara itu, penertiban yang aparat lakukan dari waktu ke waktu belum menyelesaikan akar persoalan.

Aktor Utama Tambang Ilegal Tak Tersentuh

Pada saat yang sama, WALHI menilai aparat penegak hukum belum mengusut aktor utama di balik keberlangsungan PETI. Padahal, sejumlah pihak memperoleh keuntungan ekonomi besar dari aktivitas tambang ilegal.

Akibatnya, ketika aparat hanya menyasar pekerja lapangan, praktik PETI terus berulang dan kembali merenggut korban.

Longsor Merupakan Risiko yang Melekat

Oleh karena itu, Oscar menegaskan masyarakat tidak boleh memandang peristiwa ini sebagai kecelakaan kerja semata. Sejak awal, aktivitas PETI menyimpan risiko tinggi. Pelaku tambang menjalankan kegiatan tanpa standar keselamatan dan tanpa kajian lingkungan.

Lebih dari itu, mereka beroperasi di luar sistem pengawasan negara.

WALHI Mendesak Negara Hadirkan Solusi

Pada akhirnya, WALHI mendesak negara hadir secara nyata untuk melindungi masyarakat. Untuk itu, Oscar menekankan perlunya kebijakan yang adil dan berpihak pada warga. Pemerintah harus menyediakan alternatif mata pencaharian yang aman, berkelanjutan, serta tidak membahayakan keselamatan dan lingkungan.

“Tanpa kehadiran negara melalui solusi konkret, tragedi serupa akan terus terulang,” tutup Oscar.(TIM)

Berita Terkait

Kinerja DPRD Kerinci Dipertanyakan, Aktivis Soroti Fungsi Pengawasan
Warga Kerinci-Sungai Penuh Soroti 6 Anggota DPRD Jambi, “Kita Belum Merasakan Punya Wakil”
Wako Alfin Kukuhkan 30 Paskibraka Sungai Penuh, Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI
Bupati Merangin Murka! PETI Garap Aset Pemkab di Talangkawo, Polisi Diminta Usut Tuntas
PETI Jambi Capai 60.323 Hektare, DPRD Soroti Ancaman Kerusakan Lingkungan dan Masa Depan Warga
Bupati Muaro Jambi Turun Langsung Padamkan Karhutla, Posko Dapur Umum dan Kesehatan Dibuka
Wali Kota Sungai Penuh Alfin Tegaskan ASN Jangan Terlibat Judi Online, BKSPDM ; Kedapatan Akan Ditindak Tegas
HUT ke-81 RI, Wali Kota Alfin Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan Aisyiyah Sungai Penuh
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kinerja DPRD Kerinci Dipertanyakan, Aktivis Soroti Fungsi Pengawasan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Warga Kerinci-Sungai Penuh Soroti 6 Anggota DPRD Jambi, “Kita Belum Merasakan Punya Wakil”

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:31 WIB

Wako Alfin Kukuhkan 30 Paskibraka Sungai Penuh, Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Bupati Merangin Murka! PETI Garap Aset Pemkab di Talangkawo, Polisi Diminta Usut Tuntas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:01 WIB

PETI Jambi Capai 60.323 Hektare, DPRD Soroti Ancaman Kerusakan Lingkungan dan Masa Depan Warga

Berita Terbaru