KESEHATAN,JS- Overthinking atau berpikir berlebihan muncul saat seseorang terlalu lama merenungkan masalah hingga sulit berhenti. Akibatnya, hal ini sering menimbulkan kecemasan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Faktor Pemicu Overthinking
Beberapa hal memicu overthinking, antara lain:
-
Takut Membuat Kesalahan: Pikiran terus menilai kemungkinan terburuk agar tidak salah.
-
Pengalaman Buruk di Masa Lalu: Trauma atau kegagalan membuat seseorang lebih waspada.
-
Kurang Percaya Diri: Rasa ragu pada kemampuan diri membuat seseorang mempertanyakan setiap keputusan.
-
Perfeksionisme: Keinginan segalanya sempurna membuat pikiran terus mengulang “seharusnya aku…”.
-
Kecemasan Berlebih: Seseorang fokus pada hal yang belum terjadi dan membayangkan skenario negatif.
-
Takut Penolakan atau Penilaian Orang Lain: Seseorang menganalisis setiap perkataan dan tindakan secara berlebihan.
-
Kurangnya Kontrol Emosi, Terlalu Banyak Waktu Sendiri, Lingkungan Menekan, dan Kebiasaan Berpikir Negatif juga ikut memicu.
“Orang yang overthinking sering memikirkan skenario terburuk dan mempertanyakan setiap keputusan,” jelas psikolog klinis Dr. Rina Santoso. Oleh karena itu, penting mengenali pemicu agar pikiran lebih terkendali.
Cara Mengatasi Overthinking
Berikut beberapa langkah praktis yang bisa membantu:
-
Sadari Pola Overthinking: Perhatikan kapan pikiran mulai berputar tanpa henti.
-
Batasi Waktu untuk Berpikir: Sediakan 10–15 menit, lalu alihkan fokus ke aktivitas lain. Dengan cara ini, pikiran tidak terus mengulang.
-
Tulis Isi Pikiran: Menulis membantu melegakan kepala dan melihat masalah lebih rasional.
-
Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan: Gunakan energi untuk hal nyata, bukan yang di luar kontrol.
-
Latih Pernapasan dan Mindfulness: Teknik ini menenangkan sistem saraf.
-
Ubah Pola Pikir Negatif dan Kurangi Membayangkan Skenario Terburuk.
-
Alihkan Energi ke Aktivitas Fisik: Jalan kaki atau olahraga ringan mengalihkan fokus dari pikiran.
-
Kurangi Membandingkan Diri dengan Orang Lain: Batasi media sosial yang memicu rasa “tidak cukup baik.”
-
Bicarakan dengan Orang Terpercaya: Mendapatkan perspektif baru meringankan beban mental.
Kapan Perlu Bantuan Profesional?
Dr. Rina menekankan, jika overthinking mengganggu tidur, menimbulkan kecemasan berlebihan, atau menghambat aktivitas sehari-hari, segera cari bantuan profesional. Ingat, meminta bantuan bukan tanda kelemahan.(AN)









