Sulit Dapat Solar, Pengemudi Dump Truck Kerinci dan Sungai Penuh Minta Pemerintah Awasi Distribusi BBM

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, terutama pemilik kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak atau BBM jenis solar, mengaku semakin kesulitan mendapatkan pasokan dalam beberapa waktu terakhir.

Keluhan tersebut muncul setelah antrean kendaraan terlihat hampir setiap hari di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian masyarakat berada di SPBU Kumun, Kota Sungai Penuh.

Di lokasi tersebut, antrean dump truck dan kendaraan roda empat berbahan bakar solar terlihat memanjang. Sejumlah pengemudi bahkan harus menunggu selama berjam-jam agar bisa memperoleh solar untuk mendukung aktivitas kerja dan operasional kendaraan.

Kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran karena solar memiliki peran penting dalam berbagai sektor. Selain mendukung kegiatan transportasi, solar juga menjadi kebutuhan utama bagi kendaraan pengangkut material, distribusi barang, usaha konstruksi, pertanian, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Seorang pemilik dump truck bernama Son mengaku mengalami kesulitan saat mencari solar di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.

“Ya, kami sangat kesulitan untuk mendapatkan solar. Bahkan, kami harus antre berjam-jam untuk bisa mendapatkan BBM jenis solar,” ungkap Son saat ditemui.

Menurutnya, persoalan sulitnya memperoleh solar tidak hanya terjadi dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebut kondisi tersebut sudah dirasakan masyarakat selama kurang lebih satu bulan.

Akibatnya, sejumlah pemilik kendaraan harus mendatangi lebih dari satu SPBU untuk mencari ketersediaan solar. Namun, kendaraan yang membutuhkan bahan bakar tersebut sering kali harus kembali mengantre dalam waktu cukup lama.

Antrean Solar Terlihat Setiap Hari di SPBU Kumun

Pantauan di kawasan SPBU Kumun menunjukkan sejumlah dump truck dan kendaraan roda empat mengantre untuk mendapatkan solar. Antrean tersebut menjadi pemandangan yang sering terlihat, terutama ketika kebutuhan bahan bakar meningkat.

Para pengemudi memilih datang lebih awal agar memiliki peluang memperoleh solar. Meski demikian, mereka tetap harus menunggu karena jumlah kendaraan yang membutuhkan bahan bakar cukup banyak.

Kondisi tersebut turut memengaruhi waktu kerja para pengemudi. Waktu yang seharusnya digunakan untuk mengangkut material atau menjalankan kegiatan usaha justru habis di area SPBU.

Selain itu, antrean panjang juga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi. Ketika jumlah kendaraan meningkat, ruang gerak kendaraan lain dapat menjadi lebih terbatas.

Bagi pemilik dump truck, ketersediaan solar menjadi bagian penting dalam menjaga kelangsungan pekerjaan. Kendaraan tersebut biasanya mendukung pengangkutan pasir, batu, tanah, material bangunan, serta berbagai kebutuhan proyek.

Karena itu, keterlambatan memperoleh solar dapat memengaruhi jadwal pengiriman dan produktivitas usaha.

“Kalau solar sulit didapat, pekerjaan kami juga ikut terganggu. Kendaraan tidak bisa berjalan seperti biasa,” kata Son.

Kelangkaan Solar Berpotensi Mengganggu Aktivitas Ekonomi

Kesulitan mendapatkan solar tidak hanya berdampak pada pemilik kendaraan. Persoalan tersebut juga berpotensi memengaruhi berbagai sektor ekonomi di Kerinci dan Sungai Penuh.

Dump truck dan kendaraan angkutan memiliki peran penting dalam mendukung distribusi barang serta pengiriman material. Ketika kendaraan mengalami keterlambatan akibat sulit memperoleh BBM, biaya operasional dapat meningkat.

Selain itu, pengusaha dapat menghadapi tambahan pengeluaran karena kendaraan menghabiskan waktu lebih lama di lokasi antrean. Pengemudi juga harus mengatur ulang jadwal perjalanan agar tetap dapat menyelesaikan pekerjaan.

Baca Juga :  Pasokan BBM Stabil, Kekhawatiran Warga Buat Antrean Mengular

Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, biaya transportasi berpotensi mengalami kenaikan. Selanjutnya, kenaikan biaya logistik dapat memengaruhi harga material dan berbagai kebutuhan masyarakat.

Sektor konstruksi juga dapat merasakan dampak apabila kendaraan pengangkut material tidak memperoleh solar secara lancar. Pengiriman pasir, batu, tanah, dan bahan bangunan berpotensi mengalami keterlambatan.

Di sisi lain, kegiatan pertanian juga membutuhkan dukungan distribusi yang stabil. Kendaraan pengangkut hasil pertanian menggunakan BBM untuk membawa produk dari wilayah produksi menuju pasar atau pusat penjualan.

Oleh sebab itu, masyarakat berharap ketersediaan solar tetap terjaga agar kegiatan ekonomi tidak mengalami gangguan.

Masyarakat Minta Distribusi Solar Diawasi

Son berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memberikan perhatian terhadap keluhan masyarakat. Menurutnya, pengawasan distribusi solar perlu berjalan secara rutin agar penyaluran BBM dapat tepat sasaran.

“Kita berharap ke depan ada kemudahan. Kalau bisa, distribusi BBM jenis solar di seluruh SPBU di Kerinci dan Sungai Penuh dapat dikontrol oleh aparat terkait agar tidak terjadi penyelewengan BBM solar,” sebutnya.

Ia menilai pengawasan dapat membantu memastikan masyarakat yang membutuhkan solar memperoleh akses sesuai ketentuan.

Selain itu, masyarakat juga berharap pihak terkait dapat memantau ketersediaan stok di setiap SPBU. Informasi mengenai jadwal pasokan dan ketersediaan BBM dapat membantu pengemudi mengatur waktu perjalanan.

Dengan informasi yang lebih jelas, pemilik kendaraan tidak perlu berpindah-pindah dari satu SPBU ke SPBU lain hanya untuk mencari solar.

Pengawasan juga dapat membantu menjaga kelancaran distribusi serta mencegah praktik yang berpotensi merugikan masyarakat.

Pentingnya Transparansi Stok BBM Solar

Ketersediaan informasi menjadi salah satu kebutuhan penting ketika masyarakat menghadapi kesulitan memperoleh BBM.

Apabila SPBU dapat memberikan informasi mengenai stok solar secara terbuka, pengemudi dapat menyesuaikan jadwal pengisian bahan bakar. Selain itu, masyarakat dapat mengurangi waktu tunggu dan menghindari antrean yang terlalu panjang.

Informasi tersebut dapat mencakup jadwal kedatangan pasokan, perkiraan waktu pengisian, serta kondisi ketersediaan solar.

Transparansi juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses distribusi BBM.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan transportasi, sistem informasi yang mudah diakses dapat membantu masyarakat memperoleh layanan yang lebih efisien.

Selain itu, koordinasi antara pengelola SPBU, pemerintah daerah, aparat pengawas, serta pihak yang menangani distribusi energi dapat mendukung kelancaran penyaluran solar.

Pemilik Kendaraan Harapkan Solusi Cepat

Para pemilik kendaraan berharap persoalan tersebut segera mendapatkan solusi. Mereka menginginkan pasokan solar yang lebih stabil agar aktivitas kerja dapat kembali berjalan normal.

Bagi pengemudi dump truck, waktu memiliki nilai ekonomi yang besar. Setiap jam yang digunakan untuk mengantre dapat mengurangi waktu operasional kendaraan.

Ketika kendaraan tidak dapat bekerja, pendapatan pengemudi dan pemilik usaha juga berpotensi mengalami penurunan.

Karena itu, masyarakat berharap pihak terkait dapat mengevaluasi kondisi distribusi solar di Kerinci dan Sungai Penuh.

Evaluasi tersebut dapat mencakup jumlah kebutuhan harian, tingkat konsumsi kendaraan, jadwal pengiriman, serta ketersediaan pasokan di setiap SPBU.

Baca Juga :  MTQ ke-54 Provinsi Jambi 2025 di Muaro Jambi: Jadwal, Lokasi, dan Tausiah Das'ad Latief yang Ditunggu Umat

Dengan data yang akurat, pihak terkait dapat menentukan langkah yang sesuai untuk menjaga ketersediaan BBM.

Solar Memiliki Peran Penting bagi Transportasi dan Logistik

Solar menjadi salah satu sumber energi utama bagi kendaraan angkutan dan sektor logistik.

Di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh, kendaraan berbahan bakar solar mendukung berbagai aktivitas, mulai dari pengangkutan material bangunan hingga distribusi hasil pertanian.

Selain itu, kendaraan besar juga membantu memenuhi kebutuhan proyek infrastruktur dan pembangunan.

Ketika pasokan solar mengalami gangguan, dampaknya dapat meluas ke berbagai bidang.

Biaya operasional kendaraan dapat meningkat. Jadwal pengiriman dapat berubah. Sementara itu, pelaku usaha harus menyesuaikan aktivitas dengan kondisi ketersediaan bahan bakar.

Karena itu, kelancaran distribusi BBM menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pergerakan ekonomi daerah.

Masyarakat Minta Pemerintah dan Aparat Turun Memantau

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat melakukan pemantauan langsung di sejumlah SPBU.

Pemantauan tersebut dapat membantu mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, termasuk jumlah kendaraan yang mengantre dan kebutuhan solar setiap hari.

Selain itu, aparat dapat memastikan proses penyaluran berjalan sesuai aturan.

Masyarakat juga meminta pihak terkait menindaklanjuti laporan apabila menemukan dugaan penyimpangan dalam distribusi BBM.

Pengawasan yang konsisten diharapkan dapat menjaga ketersediaan solar bagi kendaraan yang memiliki kebutuhan operasional.

Dengan demikian, aktivitas pengangkutan barang, proyek pembangunan, perdagangan, dan sektor ekonomi lainnya dapat berjalan lebih lancar.

Antrean Panjang Menjadi Keluhan Utama Pengemudi

Selain sulit mendapatkan solar, lamanya waktu antrean menjadi keluhan utama para pengemudi.

Beberapa pengemudi harus menunggu selama berjam-jam. Kondisi tersebut membuat jadwal kerja berubah dan meningkatkan beban operasional.

Bagi pengemudi yang memiliki target pengiriman, keterlambatan dapat memengaruhi pekerjaan berikutnya.

Mereka berharap ketersediaan solar dapat kembali normal sehingga kendaraan tidak perlu mengantre terlalu lama.

Masyarakat juga berharap setiap SPBU memiliki pasokan yang memadai sesuai kebutuhan wilayah.

Dengan distribusi yang lancar, antrean dapat berkurang dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik.

Harapan Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh

Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh berharap persoalan sulitnya mendapatkan solar segera mendapat perhatian.

Mereka meminta pihak terkait memastikan distribusi BBM berjalan lancar, merata, dan sesuai ketentuan.

Selain itu, masyarakat berharap pengawasan terhadap penyaluran solar dapat dilakukan secara rutin agar tidak muncul dugaan penyalahgunaan atau penyelewengan.

Ketersediaan solar yang stabil dinilai penting untuk menjaga aktivitas transportasi, perdagangan, pembangunan, dan distribusi kebutuhan masyarakat.

Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, pengelola SPBU, aparat pengawas, serta pihak yang menangani distribusi energi, masyarakat berharap antrean panjang dapat berkurang.

Hingga saat ini, para pemilik kendaraan masih berharap adanya perbaikan distribusi agar mereka dapat memperoleh solar tanpa harus mengantre selama berjam-jam.

Masyarakat juga berharap pemerintah dan instansi terkait segera memberikan penjelasan mengenai kondisi pasokan serta langkah yang akan dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM solar di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.(*)

Berita Terkait

Kabar Terbaru dari Kemenag Kerinci Soal Nasib Ribuan PPPK, Ini Pesan Penting Kakankemenag
TP PKK Kota Sungai Penuh Optimistis Raih Juara Provinsi Jambi 2026, Rumah Dilan dan UMKM Jadi Sorotan Tim Penilai
Jalan Penghubung Sungai Hangat–Perikan Tengah Rusak Berat, Ancam Keselamatan Pengguna Jalan
BMKG Beri Peringatan, Kemarau 2026 di Jambi Makin Parah: Sungai Batanghari Surut, Risiko Karhutla Meningkat
Dokter Masuk Dusun Tebo Jadi Solusi Layanan Kesehatan Gratis, Warga Tak Perlu Lagi Jauh ke Puskesmas
Kabar Terbaru CPNS 2026! BKPSDM Sungai Penuh Kejar Persetujuan 31 Formasi, Ini Perkembangan Terbarunya
Sudah Diusulkan Tapi Belum Dapat Bansos? Dinsos Sungai Penuh Ungkap 4 Penyebab Utamanya
Jangan Sampai Kena Denda! Batas Bayar PBB Sungai Penuh 31 Oktober 2026, Ini Cara Mudah Lunasi SPPT
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Kabar Terbaru dari Kemenag Kerinci Soal Nasib Ribuan PPPK, Ini Pesan Penting Kakankemenag

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:01 WIB

TP PKK Kota Sungai Penuh Optimistis Raih Juara Provinsi Jambi 2026, Rumah Dilan dan UMKM Jadi Sorotan Tim Penilai

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Jalan Penghubung Sungai Hangat–Perikan Tengah Rusak Berat, Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Sulit Dapat Solar, Pengemudi Dump Truck Kerinci dan Sungai Penuh Minta Pemerintah Awasi Distribusi BBM

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Dokter Masuk Dusun Tebo Jadi Solusi Layanan Kesehatan Gratis, Warga Tak Perlu Lagi Jauh ke Puskesmas

Berita Terbaru