Karhutla Bukit Telasih Merangin Meluas, Bupati M Syukur Minta Warga Hentikan Bakar Lahan

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Merangin, M Syukur saat meninjau karhutla

Bupati Merangin, M Syukur saat meninjau karhutla

MERANGIN,JS- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Merangin, Jambi. Kali ini, api membakar kawasan Bukit Telasih yang berada di sekitar Desa Pasar Muara Siau dan Desa Teluk Sikumbang, Kecamatan Muara Siau.

Kebakaran tersebut diperkirakan telah menghanguskan lahan seluas 10 hektare. Kondisi medan yang berada di kawasan perbukitan membuat proses pemadaman menghadapi tantangan cukup berat.

Bupati Merangin M Syukur turun langsung meninjau lokasi karhutla pada Jumat (18/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meminta masyarakat menghentikan sementara seluruh aktivitas pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.

Menurut Syukur, kondisi cuaca yang panas membuat api lebih mudah menyebar. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Panas cuaca saat ini luar biasa sekali. Tolong kepada masyarakat jangan ada yang bakar-membakar lahan, apa pun alasannya sementara ini hentikan dulu,” kata M Syukur, Jumat (18/9/2026).

Karhutla Merangin Sulit Dipadamkan karena Medan Perbukitan

Kebakaran di Bukit Telasih memiliki tantangan tersendiri. Lokasi titik api berada cukup jauh dari akses jalan yang dapat dilalui kendaraan pemadam.

Selain itu, kontur perbukitan dan medan terjal membuat petugas tidak bisa mengandalkan armada pemadam dari jalur darat untuk menjangkau seluruh titik kebakaran.

M Syukur mengatakan kondisi tersebut membuat proses penanganan karhutla membutuhkan dukungan tambahan, terutama untuk menjangkau area yang sulit dicapai petugas.

“Hari ini kita meninjau lokasi kebakaran. Ini lokasinya cukup jauh di bukit, tidak bisa dilalui oleh armada pemadam yang kita punya,” ujarnya.

Karena itu, tim gabungan memilih menggunakan pendekatan pemadaman dari udara untuk membantu mengendalikan titik api di kawasan perbukitan.

Helikopter Sikorsky UH60A Lakukan Water Bombing

Upaya pemadaman karhutla Bukit Telasih kemudian mendapat dukungan helikopter pemadam dari BNPB Provinsi Jambi.

Helikopter Aircraft Sikorsky UH60A melakukan operasi water bombing pada Kamis siang. Strategi tersebut memungkinkan petugas menjangkau area yang sulit dicapai dari darat.

Operasi penyiraman udara berlangsung mulai sekitar pukul 12.00 WIB hingga 14.40 WIB.

Tim menggunakan helikopter untuk menyiram sejumlah titik yang masih berpotensi menimbulkan kobaran api. Pada saat yang sama, masyarakat bersama aparat keamanan ikut melakukan penanganan dari area yang dapat mereka jangkau.

“Alhamdulillah kita dibantu helikopter pemadam dari provinsi, dan masyarakat bersama Kapolsek serta Danramil sudah bergotong royong,” kata Syukur.

Penggunaan helikopter menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla Jambi, khususnya ketika titik api berada di kawasan yang memiliki akses darat terbatas.

Baca Juga :  Bupati Muaro Jambi Larang Lahan Bekas Karhutla Ditanami Selama 2 Tahun, Pelanggar Terancam Pidana

Api Muncul Sejak 6 September 2026

Karhutla di kawasan Bukit Telasih bukan kejadian yang baru muncul. Api pertama kali terlihat pada Minggu, 6 September 2026.

Petugas sempat berhasil mengendalikan kebakaran. Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama.

Api kembali muncul pada Sabtu, 12 September 2026. Kobaran kemudian meluas hingga mendekati wilayah Desa Teluk Sikumbang.

Situasi tersebut membuat penanganan karhutla membutuhkan pemantauan berkelanjutan. Petugas harus memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar setelah proses pemadaman.

Kondisi lahan yang kering serta cuaca panas juga meningkatkan potensi munculnya api baru apabila masyarakat tetap melakukan aktivitas pembakaran.

Bupati Merangin Ingatkan Bahaya Membuka Lahan dengan Cara Dibakar

M Syukur kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api ketika membuka maupun membersihkan lahan.

Menurutnya, kebiasaan membakar lahan dapat menimbulkan persoalan lebih besar ketika kondisi cuaca sangat panas dan angin membantu mempercepat penyebaran api.

“Kalau sudah terjadi begini, kita semua yang repot, apalagi di daerah bukit seperti ini peralatan kita terbatas untuk menjangkau,” tegasnya.

Karena itu, pemerintah daerah meminta masyarakat memilih metode pembukaan lahan yang tidak menimbulkan risiko kebakaran.

Syukur juga menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan terhadap masyarakat yang tetap melakukan pembakaran lahan.

“Tolong masyarakat jangan ada yang bakar-membakar lahan. Apa pun alasannya, saya minta hentikan, jika tidak akan ditindak tegas jika kedapatan,” tegasnya.

Imbauan tersebut menjadi penting karena penanganan kebakaran di kawasan perbukitan membutuhkan tenaga, waktu, serta peralatan khusus.

Luas Karhutla Jambi Tembus 3.048 Hektare

Kebakaran di Bukit Telasih menjadi bagian dari persoalan karhutla yang terjadi di berbagai wilayah Provinsi Jambi sepanjang 2026.

Berdasarkan data BNPB hingga 16 September 2026, luas lahan terbakar di Provinsi Jambi mencapai 3.048,68 hektare.

Kebakaran tersebut tersebar di sembilan kabupaten dan dua kota.

Angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla masih membutuhkan perhatian serius, terutama ketika sejumlah wilayah menghadapi kondisi cuaca panas dan kering.

Selain luas lahan terbakar, jumlah titik panas atau hotspot juga menunjukkan angka tinggi.

Data Satgas Karhutla mencatat 8.602 hotspot kumulatif di Jambi sepanjang 2026 hingga 16 September.

Pada 16 September saja, petugas mencatat 449 hotspot dalam periode pemantauan mulai pukul 00.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Data tersebut memperlihatkan bahwa potensi kebakaran masih muncul di berbagai wilayah.

Kabut Asap Mulai Berdampak pada Kualitas Udara

Karhutla juga membawa dampak lain yang perlu mendapat perhatian, yaitu penurunan kualitas udara.

Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, termasuk Kabupaten Merangin. Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat apabila konsentrasi asap meningkat.

Karena itu, upaya pengendalian karhutla tidak hanya bertujuan menghentikan api. Pemerintah dan tim gabungan juga perlu mencegah munculnya titik api baru.

Masyarakat memiliki peran penting dalam upaya tersebut. Salah satunya dengan tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama ketika kondisi cuaca panas dan angin cukup kuat.

Mengapa Karhutla Cepat Meluas?

Karhutla dapat berkembang dengan cepat ketika beberapa faktor bertemu dalam waktu yang sama.

Lahan yang kering menyediakan material yang mudah terbakar. Kemudian, cuaca panas membuat kelembapan vegetasi menurun. Angin juga dapat membawa api dari satu titik menuju area lain.

Kondisi semakin sulit ketika kebakaran muncul di kawasan perbukitan.

Petugas tidak selalu dapat membawa kendaraan pemadam ke lokasi. Jalur yang terjal dan sempit dapat menghambat mobilisasi personel serta peralatan.

Dalam situasi seperti itu, pemadaman dari udara dapat membantu petugas menjangkau area yang sulit dicapai dari darat.

Namun, pencegahan tetap menjadi langkah penting. Masyarakat dapat membantu dengan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

Pemerintah Kabupaten Merangin kembali menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat selama periode rawan karhutla.

Aktivitas membersihkan semak, membuka perkebunan, atau menyiapkan lahan dengan menggunakan api memiliki risiko tinggi ketika kondisi lingkungan kering.

Api yang awalnya terlihat kecil dapat berkembang menjadi kebakaran besar apabila masyarakat kehilangan kendali.

Karena itu, masyarakat perlu menggunakan metode lain yang tidak melibatkan pembakaran.

Selain itu, warga yang menemukan titik api sebaiknya segera melaporkannya kepada petugas. Laporan lebih cepat dapat membantu tim melakukan penanganan sebelum api meluas.

Baca Juga :  Kota Jambi Jadi Kota Wakaf Nasional 2026, Peluang Wakaf Uang dan Ekonomi Syariah Makin Besar

Karhutla Bukit Telasih Jadi Peringatan bagi Warga Merangin

Kebakaran Bukit Telasih menjadi pengingat bahwa kondisi cuaca panas membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi.

Dengan luas area yang terbakar mencapai sekitar 10 hektare dan lokasi berada di kawasan perbukitan, proses pemadaman membutuhkan koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, serta tim penanggulangan bencana.

Dukungan helikopter pemadam membantu petugas menjangkau titik yang sulit dicapai dari darat. Namun, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada proses pemadaman.

Pencegahan dari masyarakat tetap menjadi bagian penting.

Bupati Merangin M Syukur kembali meminta masyarakat untuk sementara menghentikan seluruh aktivitas pembakaran lahan.

Pemerintah juga mengingatkan bahwa pembakaran lahan dapat menimbulkan dampak lebih luas, mulai dari kerusakan lingkungan hingga gangguan kualitas udara.

Dengan kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Jambi, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mencegah kebakaran baru.(*)

Berita Terkait

Festival Kopi Kerinci 2026 Jadi Momentum Angkat Kopi Lokal, Alfin Dorong Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani
Ironis! Permukiman Warga Hanya 2,5 Km dari Jaringan PLN, Bertahun-tahun Masih Pakai Genset
Kemarau Panjang Melanda Sarolangun, 7 Desa di Pauh Darurat Air Bersih
Sejumlah Sekolah Dipimpin PLT, BKPSDM Sungai Penuh: Sudah Sesuai Aturan
Safari Jumat Wako Alfin: Serahkan Bantuan Masjid Rp5 Juta hingga Himbauan Kabut Asap
Kerinci Mau Tambah OPD Saat Anggaran Diperketat, Publik Soroti Beban APBD
Pendaftaran Lelang 5 Jabatan Kepala OPD Sungai Penuh Ditutup Hari Ini, Ini Pesan Kepala BKPSDM
Bupati Muaro Jambi Larang Lahan Bekas Karhutla Ditanami Selama 2 Tahun, Pelanggar Terancam Pidana
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:01 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Jadi Momentum Angkat Kopi Lokal, Alfin Dorong Nilai Tambah dan Kesejahteraan Petani

Sabtu, 19 September 2026 - 14:01 WIB

Ironis! Permukiman Warga Hanya 2,5 Km dari Jaringan PLN, Bertahun-tahun Masih Pakai Genset

Sabtu, 19 September 2026 - 13:01 WIB

Kemarau Panjang Melanda Sarolangun, 7 Desa di Pauh Darurat Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 10:01 WIB

Karhutla Bukit Telasih Merangin Meluas, Bupati M Syukur Minta Warga Hentikan Bakar Lahan

Jumat, 18 September 2026 - 23:28 WIB

Sejumlah Sekolah Dipimpin PLT, BKPSDM Sungai Penuh: Sudah Sesuai Aturan

Berita Terbaru