Tak Bisa Berhenti Cek Ponsel? Ilmuwan Sebut Ini Bukan Sekadar Kebiasaan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kecanduan internet.

Ilustrasi kecanduan internet.

TEKNOLOGI,JS- Saat ini, banyak orang tanpa sadar sering membuka ponsel hanya untuk melihat sesuatu yang baru. Mereka berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, meskipun tidak memiliki tujuan yang jelas.

Kebiasaan ini tidak hanya terjadi pada remaja. Orang dewasa hingga pekerja profesional juga mengalaminya. Bahkan, sebagian orang melakukannya secara refleks saat merasa bosan, cemas, atau menunggu sesuatu.

Penelitian Ilmiah Mengungkap Penyebabnya

Menariknya, perilaku ini memiliki penjelasan ilmiah. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences meneliti mengapa manusia terus mencari informasi, meskipun tidak selalu membutuhkannya.

Tim peneliti dari Haas School of Business UC Berkeley memimpin riset tersebut. Mereka fokus memahami hubungan antara rasa ingin tahu dan sistem penghargaan di otak.

Baca Juga :  Tak Perlu Jago Coding, Google Gemini Bisa Bikin Gim dan Lagu

Otak Menganggap Informasi Sebagai Hadiah

Menurut peneliti utama, Ming Hsu, otak manusia memperlakukan informasi seperti hadiah. Setiap kali seseorang menemukan informasi baru, otak merespons dengan rasa senang.

Selain itu, otak tidak membedakan secara ketat antara informasi penting dan informasi sepele. Selama informasi tersebut baru, sistem penghargaan tetap aktif.

Akibatnya, seseorang bisa merasa puas hanya dengan membaca berita ringan atau melihat unggahan media sosial, meskipun tidak mendapatkan manfaat nyata.

Peran Dopamin dalam Rasa Ingin Tahu

Dopamin merupakan neurotransmiter yang berperan besar dalam emosi, motivasi, dan rasa senang. Saat seseorang menerima sesuatu yang dianggap bernilai, otak melepaskan dopamin sebagai bentuk penghargaan.

Proses ini tidak hanya terjadi saat seseorang mendapatkan uang atau makanan. Otak juga melepaskan dopamin ketika seseorang memperoleh informasi baru.

Dengan kata lain, rasa ingin tahu dan rasa senang memiliki jalur saraf yang sama. Oleh sebab itu, aktivitas sederhana seperti scrolling dapat terasa menyenangkan.

Eksperimen: Peserta Rela Membayar Demi Informasi

Untuk menguji teori tersebut, para peneliti melakukan eksperimen dengan permainan berbasis taruhan. Peserta diminta memilih apakah mereka ingin membayar untuk mengetahui peluang menang.

Selanjutnya, peneliti memindai aktivitas otak peserta selama mereka membuat keputusan. Hasilnya menunjukkan bahwa banyak peserta tetap memilih membeli informasi, meskipun informasi itu tidak selalu meningkatkan peluang mereka secara signifikan.

Baca Juga :  Street View Naik Level, Google Maps Uji Fitur AI Kreatif

Temuan ini menunjukkan bahwa manusia tidak hanya mencari manfaat praktis. Mereka juga mencari sensasi mengetahui sesuatu lebih dulu.

Bagian Otak yang Aktif Saat Mencari Informasi

Pemindaian otak memperlihatkan bahwa aktivitas mencari informasi mengaktifkan dua area penting, yaitu striatum dan ventromedial prefrontal cortex (VMPFC). Kedua area ini berperan dalam sistem penghargaan dan pengambilan keputusan.

Ketika area tersebut aktif, otak melepaskan dopamin. Respons ini sama dengan saat seseorang menerima hadiah nyata, seperti uang atau makanan.

Dengan demikian, otak benar-benar memperlakukan informasi sebagai sesuatu yang bernilai.

Internet Memperkuat Siklus Kecanduan Informasi

Di masa lalu, manusia harus berusaha keras untuk mendapatkan informasi. Namun sekarang, internet menyediakan informasi dalam jumlah hampir tak terbatas dan dapat diakses dalam hitungan detik.

Kondisi ini membuat otak menerima rangsangan penghargaan secara terus-menerus. Setiap notifikasi, judul berita, atau unggahan baru berpotensi memicu pelepasan dopamin.

Akibatnya, seseorang terdorong untuk terus mengecek ponsel, bahkan ketika tidak ada kebutuhan yang jelas.

Mirip Junk Food: Mudah, Cepat, dan Sulit Dihentikan

Para peneliti membandingkan konsumsi informasi dengan kebiasaan mengonsumsi junk food. Keduanya sama-sama memberikan kepuasan instan, tetapi tidak selalu memberikan manfaat jangka panjang.

Karena itu, otak cenderung menginginkan lebih banyak informasi, sama seperti tubuh yang sering menginginkan makanan tinggi gula atau lemak.

Analogi ini membantu menjelaskan mengapa banyak orang merasa kesulitan berhenti scrolling, meskipun mereka sadar waktu mereka terbuang.(*)

Berita Terkait

Bukan Laptop Biasa, Cyberdeck Jadi Tren Teknologi Baru Gen Z, Apa Keunggulannya?
Cara Mendapatkan Banyak Endorse di TikTok: Strategi Kreator Pemula Agar Dilirik Brand Besar 2026
Pajak Marketplace Resmi Berlaku! Seller Shopee dan Tokopedia Mulai Dipotong Otomatis per Agustus 2026
Samsung Galaxy Ring 2 Segera Hadir? Dukungan iPhone dan AI Kesehatan Jadi ‘Senjata’ Baru
Bank Jago Aman atau Tidak? Ini Panduan Lengkap Agar Rekening Tetap Aman di Era Bank Digital
Cara Transfer Uang di Bank Jago Gratis Biaya Admin, Begini Trik Hemat Transfer Antarbank Pakai BI-FAST
3 Tahun Main TikTok Tapi Belum Pernah Gajian? Ini Penyebab Utama dan Cara Cepat Monetisasi Agar Cuan Tiap Bulan
Pendapatan FB Pro Tiba-Tiba Turun? Ini Penyebab Utama dan Cara Ampuh Mengatasinya
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:02 WIB

Cara Mendapatkan Banyak Endorse di TikTok: Strategi Kreator Pemula Agar Dilirik Brand Besar 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:01 WIB

Pajak Marketplace Resmi Berlaku! Seller Shopee dan Tokopedia Mulai Dipotong Otomatis per Agustus 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:00 WIB

Samsung Galaxy Ring 2 Segera Hadir? Dukungan iPhone dan AI Kesehatan Jadi ‘Senjata’ Baru

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:01 WIB

Bank Jago Aman atau Tidak? Ini Panduan Lengkap Agar Rekening Tetap Aman di Era Bank Digital

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:01 WIB

Cara Transfer Uang di Bank Jago Gratis Biaya Admin, Begini Trik Hemat Transfer Antarbank Pakai BI-FAST

Berita Terbaru