Bareskrim Ungkap Modus Baru Judi Online: Deposit Pakai Pulsa, Anak Jadi Sasaran Risiko

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi waspada modus baru Judol yang menyerang anak

Ilustrasi waspada modus baru Judol yang menyerang anak

TEKNOLOGI,JS- Modus perjudian online terus berkembang. Jika sebelumnya pemain harus menggunakan rekening bank, dompet digital, atau metode pembayaran tertentu, kini pelaku jaringan judi online memanfaatkan pulsa telepon seluler sebagai alat deposit.

Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengingatkan orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan telepon seluler dan aktivitas internet anak. Polisi menilai metode deposit menggunakan pulsa dapat memperluas akses perjudian online karena anak yang sudah memiliki ponsel juga berpotensi mencoba layanan tersebut.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra menyampaikan peringatan tersebut setelah penyidik mengungkap jaringan judi online internasional yang menggunakan pulsa sebagai sarana transaksi.

Menurut Wira, kemudahan transaksi menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian serius. Sebab, pemain tidak perlu melakukan transfer melalui rekening bank untuk memasukkan dana ke dalam akun perjudian.

“Judi ini bisa diakses dengan pulsa, maka tidak menutup kemungkinan anak-anak bisa terjerat atau mungkin bahkan bisa kecanduan dengan judi online,” kata Wira, Jumat (14/8/2026).

Deposit Judi Online Pakai Pulsa Jadi Modus Baru

Modus tersebut muncul dalam pengungkapan jaringan perjudian daring internasional yang menjalankan situs Ujangbet.

Bareskrim Polri mencatat nilai transaksi jaringan tersebut mencapai lebih dari Rp890 miliar. Polisi juga menemukan bahwa jaringan itu menggunakan server yang berlokasi di Kamboja.

Dalam praktiknya, pemain tidak mengirim uang melalui rekening bank. Pemain justru mengirimkan pulsa ke nomor telepon yang tercantum pada situs judi online tersebut.

Cara tersebut membuat proses deposit terlihat seperti transaksi pulsa biasa. Namun, penyidik menemukan adanya alur transaksi yang menghubungkan pulsa pemain dengan jaringan perjudian internasional.

Skema ini juga menunjukkan bahwa perkembangan online gambling tidak hanya berkaitan dengan teknologi situs. Pelaku turut memanfaatkan layanan telekomunikasi dan jaringan distribusi pulsa untuk menjalankan bisnis ilegal tersebut.

Cara Kerja Modus Judi Online Menggunakan Pulsa

Bareskrim Polri menemukan pola transaksi yang cukup kompleks dalam jaringan tersebut.

Pemain terlebih dahulu mengirim pulsa ke nomor telepon yang tercantum pada situs Ujangbet. Administrator jaringan yang berada di Kamboja kemudian mengumpulkan pulsa dari para pemain.

Setelah itu, administrator menghubungi perantara yang berada di Indonesia. Perantara tersebut memiliki hubungan dengan agen atau distributor pulsa di sejumlah daerah.

Polisi menyebut jaringan distributor tersebut berada di Batam, Medan, dan Pekanbaru.

Pulsa yang terkumpul kemudian masuk ke dalam jaringan perdagangan pulsa. Para pelaku menjual pulsa tersebut kepada agen atau distributor dengan harga di bawah harga resmi dari penyedia layanan telekomunikasi.

Agen kemudian menjual kembali pulsa itu kepada distributor lain maupun toko pulsa di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan pola tersebut, jaringan judi online dapat mengubah pulsa menjadi uang rupiah melalui aktivitas jual beli pulsa.

Polisi Duga Transaksi Pulsa untuk Samarkan Uang Judi

Bareskrim Polri tidak hanya melihat penggunaan pulsa sebagai metode pembayaran judi online. Penyidik juga menduga transaksi tersebut berfungsi untuk menyamarkan aliran dana hasil perjudian.

Skema tersebut membuat uang hasil perjudian tidak langsung berpindah dari rekening pemain menuju rekening pengelola judi.

Sebaliknya, jaringan mengubah dana tersebut menjadi pulsa. Setelah itu, pelaku memasukkan pulsa ke dalam rantai perdagangan dan menjualnya kembali melalui agen atau distributor.

Pola semacam ini dapat menyulitkan aparat ketika menelusuri sumber dan tujuan dana.

Karena itu, penyidik terus mendalami hubungan antara administrator situs, perantara di Indonesia, distributor pulsa, hingga pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.

Baca Juga :  Perang Lawan Judol, OJK Blokir 32.144 Rekening

Anak-Anak Berisiko Terpapar Judi Online

Perubahan metode pembayaran menjadi perhatian khusus bagi orang tua.

Selama ini, sebagian masyarakat menganggap transaksi judi online membutuhkan rekening bank atau aplikasi keuangan. Anggapan tersebut membuat sebagian orang tua merasa aktivitas anak lebih mudah dipantau.

Namun, metode deposit menggunakan pulsa mengubah kondisi tersebut.

Anak yang memiliki telepon seluler dan akses internet berpotensi menemukan situs perjudian tanpa harus memiliki rekening bank sendiri. Mereka juga dapat menggunakan pulsa yang tersedia pada nomor telepon untuk melakukan transaksi.

Kondisi itu membuat pengawasan keluarga menjadi semakin penting.

Wira meminta masyarakat, terutama orang tua, memperhatikan perilaku anak ketika menggunakan telepon seluler.

“Kami menitipkan pesan moral kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para orang tua, untuk bisa lebih teliti dalam mengawasi perilaku atau tingkah anak-anak kita,” ujar Wira.

Orang Tua Perlu Mengawasi Aktivitas Digital Anak

Pengawasan terhadap anak tidak cukup hanya dengan mengetahui berapa lama mereka menggunakan ponsel.

Orang tua juga perlu memahami aktivitas digital yang dilakukan anak. Misalnya, orang tua dapat memperhatikan aplikasi yang terpasang, situs yang sering anak kunjungi, pola penggunaan pulsa, hingga perubahan perilaku ketika menggunakan telepon seluler.

Langkah tersebut semakin penting karena anak dapat menemukan berbagai konten perjudian melalui media sosial, mesin pencari, pesan instan, maupun situs yang sengaja menyamarkan aktivitas perjudian.

Selain itu, pelaku judi online kerap menggunakan istilah dan tampilan yang membuat situs terlihat seperti permainan biasa.

Anak yang belum memahami risiko perjudian dapat menganggap aktivitas tersebut sebagai hiburan. Padahal, transaksi menggunakan uang atau pulsa dapat membuat mereka masuk ke dalam pola perjudian yang berulang.

Mengapa Deposit Pulsa Berbahaya?

Penggunaan pulsa sebagai metode deposit menghadirkan persoalan baru dalam pemberantasan judi online.

Pertama, transaksi pulsa relatif mudah dilakukan. Pemilik nomor telepon tidak membutuhkan rekening bank untuk mengirim pulsa.

Kedua, anak dan remaja juga sudah banyak menggunakan telepon seluler. Kondisi ini memperbesar kelompok yang berpotensi terpapar promosi perjudian.

Ketiga, transaksi pulsa dapat masuk ke dalam rantai perdagangan pulsa yang memiliki aktivitas ekonomi legal. Kondisi tersebut dapat menciptakan tantangan bagi aparat ketika mereka menelusuri aliran dana.

Keempat, jaringan perjudian dapat memanfaatkan sistem pembayaran alternatif ketika aparat memperketat jalur transaksi melalui rekening bank dan dompet digital.

Karena itu, pemberantasan judi online Indonesia membutuhkan pengawasan terhadap berbagai jalur transaksi, bukan hanya rekening perbankan.

Bareskrim Bongkar Jaringan dengan Transaksi Rp890 Miliar

Pengungkapan jaringan Ujangbet menunjukkan besarnya nilai ekonomi yang berputar dalam bisnis perjudian online.

Bareskrim Polri mencatat transaksi jaringan tersebut telah melampaui Rp890 miliar. Angka tersebut memperlihatkan bahwa jaringan perjudian mampu mengelola transaksi dalam skala besar dengan memanfaatkan berbagai metode pembayaran.

Server situs berada di Kamboja. Sementara itu, jaringan pendukung transaksi pulsa beroperasi di Indonesia.

Pola lintas negara tersebut juga memperlihatkan tantangan yang harus dihadapi aparat penegak hukum dalam menangani international online gambling.

Pelaku dapat menempatkan server di luar negeri, sementara transaksi dan jaringan distribusi berjalan di Indonesia.

Karena itu, kerja sama antarnegara serta koordinasi antara aparat penegak hukum dan penyedia layanan digital menjadi bagian penting dalam pemberantasan perjudian daring.

Peredaran Pulsa Menjadi Bagian dari Investigasi

Dalam kasus ini, aktivitas jual beli pulsa menjadi salah satu bagian penting dalam penyidikan.

Pada dasarnya, perdagangan pulsa merupakan aktivitas legal. Agen, distributor, dan toko pulsa menjalankan kegiatan tersebut sebagai bagian dari bisnis telekomunikasi.

Namun, penyidik perlu melihat konteks transaksi ketika aktivitas tersebut terhubung dengan jaringan perjudian.

Polisi menduga jaringan Ujangbet menggunakan mekanisme jual beli pulsa untuk mengubah aset digital berupa pulsa menjadi uang rupiah.

Dengan demikian, penyidik dapat menelusuri transaksi berdasarkan hubungan antaraktor dalam rantai tersebut.

Penelusuran itu penting untuk mengetahui siapa pihak yang mengumpulkan pulsa, siapa yang menjualnya, siapa yang menerima uang, serta bagaimana jaringan mengalirkan keuntungan dari aktivitas perjudian.

Risiko Kecanduan Judi Online pada Anak

Selain persoalan hukum dan keuangan, judi online juga membawa risiko sosial yang serius.

Anak yang mulai mengenal perjudian sejak usia dini dapat mengembangkan pola perilaku yang sulit dikendalikan. Rasa penasaran dapat berkembang menjadi kebiasaan, terutama ketika anak mendapatkan pengalaman menang pada tahap awal.

Setelah itu, anak dapat terus mencoba mendapatkan keuntungan berikutnya.

Pada tahap tertentu, mereka bisa menghabiskan uang atau pulsa untuk kembali bermain. Kondisi tersebut dapat mengganggu kegiatan belajar, hubungan keluarga, hingga aktivitas sosial.

Karena itu, pencegahan menjadi langkah yang lebih penting daripada menunggu anak mengalami masalah akibat perjudian.

Tips Orang Tua Mencegah Anak Terpapar Judi Online

Orang tua dapat mengambil beberapa langkah sederhana untuk memperkuat keamanan digital keluarga.

1. Periksa Penggunaan Ponsel

Orang tua perlu mengetahui bagaimana anak menggunakan telepon seluler. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui komunikasi terbuka tanpa membuat anak merasa terus diawasi.

2. Perhatikan Penggunaan Pulsa

Lonjakan penggunaan pulsa yang tidak biasa dapat menjadi salah satu tanda yang perlu mendapat perhatian.

Orang tua dapat menanyakan aktivitas tersebut dengan pendekatan yang tenang agar anak mau memberikan penjelasan.

3. Gunakan Fitur Parental Control

Berbagai perangkat dan sistem operasi menyediakan fitur pengawasan orang tua. Fitur tersebut dapat membantu membatasi akses anak terhadap situs atau aplikasi yang tidak sesuai dengan usianya.

4. Ajarkan Literasi Digital

Anak perlu memahami bahwa tidak semua situs atau permainan di internet aman. Orang tua juga perlu menjelaskan risiko judi online sejak dini.

5. Bangun Komunikasi Terbuka

Komunikasi menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah anak mencari informasi atau hiburan berisiko secara diam-diam.

Orang tua dapat membangun kebiasaan berdiskusi mengenai aktivitas anak di internet tanpa langsung memberikan hukuman.

Baca Juga :  Judol dan Belanja Online; Dua 'Wabah' Perusak Rumah Tangga

Pemberantasan Judi Online Perlu Mengikuti Perubahan Modus

Kasus Ujangbet memperlihatkan bahwa pelaku perjudian online terus mencari jalur transaksi baru.

Ketika aparat memperketat rekening bank dan dompet digital, pelaku dapat mencari instrumen pembayaran alternatif. Pulsa telepon seluler menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dan layanan sehari-hari dapat masuk ke dalam skema perjudian ilegal.

Karena itu, pemberantasan judi online membutuhkan pendekatan yang lebih luas.

Aparat perlu mengikuti pola transaksi, jaringan pembayaran, distribusi pulsa, aktivitas digital, serta hubungan antara pengelola situs dan pihak yang membantu mengubah hasil perjudian menjadi uang.

Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran penting.

Orang tua perlu meningkatkan literasi digital keluarga. Penyedia layanan telekomunikasi perlu memperkuat sistem pemantauan terhadap penyalahgunaan layanan. Sementara itu, masyarakat dapat melaporkan aktivitas digital yang mengarah pada perjudian online.

Kesimpulan

Modus judi online deposit pulsa menunjukkan bahwa pelaku terus mencari cara baru untuk memudahkan transaksi sekaligus menyamarkan aliran dana.

Bareskrim Polri mengungkap jaringan Ujangbet dengan nilai transaksi lebih dari Rp890 miliar. Jaringan tersebut menggunakan server di Kamboja dan memanfaatkan jaringan distribusi pulsa di Indonesia.

Polisi menduga jaringan tersebut mengubah pulsa menjadi rupiah melalui aktivitas jual beli pulsa untuk menyamarkan uang hasil perjudian.

Di tengah perkembangan modus tersebut, orang tua perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap penggunaan telepon seluler anak.

Kemudahan akses internet membuat pencegahan judi online tidak hanya menjadi tugas aparat. Keluarga juga perlu membangun pengawasan dan literasi digital agar anak tidak mudah terjebak dalam aktivitas perjudian.

Dengan pengawasan yang konsisten, komunikasi terbuka, dan pemahaman mengenai keamanan digital, orang tua dapat membantu mengurangi risiko anak terpapar online gambling, termasuk melalui metode pembayaran yang terlihat sederhana seperti pulsa.(*)

Berita Terkait

Pajak Marketplace Ditunda 2 Bulan! Seller Online Siap Hadapi Aturan Baru November 2026
Pendapatan YouTube AdSense Tidak Masuk? Ini Penyebab, Jadwal Pencairan, dan Cara Mengatasinya
PETI Jambi Capai 60.323 Hektare, DPRD Soroti Ancaman Kerusakan Lingkungan dan Masa Depan Warga
Instagram Reels Tidak Dibayar per View? Ini Cara Monetisasi Terbaru agar Konten Tetap Menghasilkan Uang
Data Pribadi Bocor? Ini Cara Melindungi NIK, Rekening, OTP, dan Jejak Digital dari Penipuan Online
Limit Transfer myBCA Naik hingga Rp500 Juta, Ini Cara Atur dan Fitur Baru BCA yang Perlu Nasabah Tahu
Meta Perketat Keamanan Facebook dan Instagram, Jutaan Akun Penipu Diblokir
Cara Menjadi Content Creator Sukses dari Nol: Strategi Konten, Personal Branding, hingga Monetisasi Adsense
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Pajak Marketplace Ditunda 2 Bulan! Seller Online Siap Hadapi Aturan Baru November 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Pendapatan YouTube AdSense Tidak Masuk? Ini Penyebab, Jadwal Pencairan, dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:01 WIB

PETI Jambi Capai 60.323 Hektare, DPRD Soroti Ancaman Kerusakan Lingkungan dan Masa Depan Warga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Instagram Reels Tidak Dibayar per View? Ini Cara Monetisasi Terbaru agar Konten Tetap Menghasilkan Uang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Data Pribadi Bocor? Ini Cara Melindungi NIK, Rekening, OTP, dan Jejak Digital dari Penipuan Online

Berita Terbaru