JAKARTA,JS- PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi menghentikan penjualan varian 7-seater Honda CR-V di Indonesia. Keputusan ini muncul seiring perubahan preferensi konsumen yang kini lebih mengutamakan kenyamanan berkendara, teknologi, serta pengalaman mengemudi dibandingkan kapasitas penumpang yang besar.
Perubahan tersebut mendorong Honda untuk menyesuaikan strategi produknya, khususnya di segmen SUV menengah yang persaingannya semakin ketat.
Preferensi Konsumen SUV Mengalami Pergeseran
Berdasarkan studi internal Honda, konsumen SUV di Tanah Air menunjukkan pergeseran kebutuhan yang cukup signifikan. Saat ini, mayoritas pengguna CR-V tidak lagi menjadikan konfigurasi tujuh penumpang sebagai prioritas utama.
Sebaliknya, konsumen lebih fokus pada kualitas bantingan suspensi, kenyamanan kabin, fitur keselamatan, serta teknologi penunjang berkendara yang semakin canggih.
Honda Fokus pada Kenyamanan dan Teknologi
Communication Strategy Sub-Division Head HPM, Yulian Karfili, menegaskan bahwa hasil riset tersebut menjadi dasar utama keputusan Honda.
“Untuk CR-V, studi kami menunjukkan bahwa konsumen lebih mementingkan kenyamanan berkendara, pengalaman mengemudi, dan teknologi terbaru dibandingkan kapasitas 7-seater,” ujarnya saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2026).
Oleh karena itu, Honda memilih memfokuskan pengembangan CR-V sebagai SUV lima penumpang yang menawarkan pengalaman berkendara lebih optimal.
Honda Tetap Garap Segmen Mobil Keluarga
Meski menghentikan CR-V 7-seater, Honda memastikan tetap bermain di segmen kendaraan keluarga. HPM masih menghadirkan sejumlah model yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan tujuh penumpang.
Sebagai alternatif, Honda menawarkan BR-V N7X Edition yang menyasar keluarga muda dengan kebutuhan mobil serbaguna. Selain itu, Honda juga memasarkan Step WGN yang mengedepankan ruang kabin luas dan kenyamanan untuk perjalanan bersama keluarga.
Sejalan dengan Tren Global dan Lokal
Langkah Honda ini sejalan dengan tren industri otomotif global dan lokal. Banyak produsen kini menyesuaikan lini produk berdasarkan perilaku pengguna terbaru, bukan sekadar mengikuti konfigurasi pasar lama.
Di tengah persaingan SUV keluarga yang semakin kompetitif di Indonesia, Honda memilih strategi yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini, yakni menghadirkan kendaraan yang unggul dalam hal kenyamanan, teknologi, dan kualitas berkendara.(*)









