JAMBI,JS– Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi menunjukkan tren kenaikan setelah Lebaran 2026. Lonjakan harga ini menjadi kabar baik bagi petani, pengusaha sawit, dan pelaku usaha yang bergantung pada komoditas perkebunan unggulan ini.
Berdasarkan data terbaru dari Tim Penetapan Harga TBS Sawit Provinsi Jambi, harga sawit untuk periode 13 Maret hingga 2 April 2026 mencatat peningkatan signifikan. Untuk kelompok usia tanaman produktif 10–20 tahun, harga resmi ditetapkan Rp 3.669,78 per kilogram, naik sekitar Rp 114,43 per kilogram dibanding periode sebelumnya. Kenaikan ini menjadi salah satu indikator positif bagi pasar sawit lokal.
Kenaikan Harga Sebelum dan Sesudah Lebaran
Sebelum Lebaran, harga sawit sempat berfluktuasi. Pada periode 27 Februari–5 Maret 2026, harga TBS usia 10–20 tahun tercatat Rp 3.500,24 per kilogram. Namun pekan berikutnya, 6–12 Maret 2026, harga kembali menguat menjadi Rp 3.555,35 per kilogram. Lonjakan tertinggi terjadi setelah Lebaran, menandakan permintaan sawit dan produk turunannya meningkat.
Kenaikan ini sejalan dengan pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) yang tetap kuat, kondisi pasokan yang stabil, dan permintaan domestik maupun ekspor yang meningkat.
Data Harga Sawit Terbaru di Jambi
Berikut daftar harga TBS sawit di Jambi berdasarkan umur tanaman untuk periode 13 Maret–2 April 2026:
- Umur 3 tahun: Rp 2.850/kg
- Umur 4 tahun: Rp 3.058/kg
- Umur 5 tahun: Rp 3.197/kg
- Umur 6 tahun: Rp 3.330/kg
- Umur 7 tahun: Rp 3.414/kg
- Umur 8 tahun: Rp 3.488/kg
- Umur 9 tahun: Rp 3.555/kg
- Umur 10–20 tahun: Rp 3.669/kg
- Umur 21–24 tahun: Rp 3.562/kg
- Umur 25 tahun: Rp 3.404/kg
Kelompok tanaman produktif menunjukkan harga tertinggi, mencerminkan nilai ekonomis optimal di fase panen produktif.
Dampak Kenaikan Harga bagi Petani dan Industri
Kenaikan harga sawit berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Petani plasma dan swadaya akan menikmati pendapatan lebih tinggi, sementara pabrik pengolahan sawit memperoleh margin keuntungan lebih baik. Tren harga yang positif juga memberi sinyal bahwa sawit Jambi tetap kompetitif di pasar nasional dan global.
Selain itu, kenaikan harga sawit turut mendukung ekonomi lokal, karena sawit menjadi sumber utama pendapatan masyarakat pedesaan dan penyumbang devisa nasional.
Tantangan dan Prospek
Meskipun kenaikan harga pasca Lebaran memberikan optimisme, sejumlah tantangan tetap harus diwaspadai. Fluktuasi harga internasional, kondisi cuaca, dan biaya produksi yang tinggi bisa memengaruhi margin keuntungan petani.
Namun, data menunjukkan tren jangka menengah yang positif. Pasar sawit di Jambi cenderung stabil, dengan harga acuan yang meningkat setelah Lebaran, memberikan prospek cerah bagi industri sawit lokal.(*)









